ABORTUS BERULANG Bersama Dr. Mintareja Teguh, dr., SpOG(K)

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

dokter HAWA, dr teguh

 

Sekitar 12-15% kehamilan yang diketahui secara klinis berakhir dengan abortus (berakhirnya kehamilan secara tidak diinginkan). Bila abortus terjadi tiga kali atau lebih (tidak harus berurutan), maka kondisi ini disebut sebagai abortus berulang. Kemungkinan terjadinya abortus berulang pada pasangan fertil adalah 1-2%.

Risiko abortus meningkat sejalan dengan riwayat abortus sebelumnya. Wanita yang mempunyai riwayat abortus satu, dua atau tiga kali pada kehamilan sebelumnya mempunyai risiko abortus pada kehamilan berikutnya sebesar 24%, 26% atau 32%. Beberapa faktor diduga menjadi penyebab abortus berulang. Faktor genetik (aneuploidi dan kelainan kromosom paternal) diperkirakan menjadi penyebab pada 5% kasus, sedangkan gangguan endokrin (Diabetes Melitus, Polikistik Ovarium Syndroma, defek fase luteal) dan faktor imun masing-masing menjadi penyebab pada 20% kasus. Faktor penyebab potensial lainnya adalah faktor anatomi, infeksi dan gangguan trombofilik.

254 HAWA-ABORTUS BERULANG Bersama Dr. Mintareja Teguh, dr., SpOG(K)-3

Evaluasi Abortus Berulang

Sampai saat ini tidak adajumlah abortus yang spesifik atau kriteria pasti untuk menentukan evaluasi abortus berulang. Keputusan bersifat individual dengan mempertimbangkan usia wanita, waktu dan kondisi saat abortus, riwayat medis pasien dan keluarga serta tingkat kecemasan pasangan. Sebagian besar ahli berpendapat evaluasi klinis dan terapi sebaiknya dilakukan pada pasangan dengan dua kali abortus berulang. Evaluasi terutama diindikasikan bila ditemukan: aktivitias jantung janin sebelum terjadi abortus;; usia wanita lebih dari 35 tahun; infertilitas.

 

Faktor Genetik

Sekitar 3-5% pasangan dengan abortus berulang, salah satu pasangan merupakan pembawa balanced structural chromosomal anomaly.

 

Faktor Anatomi

Kemungkinan kejadian akibat kelainan uterus pada populasi abortus berulang dilaporkan antara 1,8-37,6%. Kelainan uterus kongenital, termasuk uterus dupleks, septum uterus atau uterus unicornus, sedangkan kelainan yang didapat seperti sindrom Asherman, mioma uteri dan polip uteri mungkin dapat menyebabkan abortus berulang.

 

Faktor Endokrin

Faktor endokrin (sistem hormon) adalah penyebab abortus berulang yang relatif jarang. Gangguan endokrin maternal sistemik seperti Diabetes Melitus dan penyakit tiroid serta defek fase luteal dikaitkan dengan abortus. Obesitas mempunyai pengaruh yang luas pada kesehatan wanita dan beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara PCOS (Polisystic Ovarium Syndrome, Ovarium polisiklik) dan abortus berulang merupakan akibat hubungan obesitas dan abortus.

 254 HAWA-ABORTUS BERULANG Bersama Dr. Mintareja Teguh, dr., SpOG(K)-2

Faktor Imunologi

Sindrom antifosfolipid menunjukkan hubungan anatara antibodi antifosfolipid (aPL) dan terbentuknya kehamilan yang buruk atau trombosis vaskular. Terbentuknya kehamilan yang buruk, termasuk tiga atau lebih abortus berulang sebelum kehamilan 10 minggu, satu atau lebih kematian janin sebelum kehamilan 10 minggu, dan satu atau lebih persalinan prematur sebelum kehamilan 34 minggu akibat preeklamsia, eklamsia atau insufisiensi plasenta. Diagnosis sindrom aPL ditegakkan bila pasien mempunyai dua kali tes positif dengan interval sekurang-kurangnya enam minggu untuk lupus antikoagulan (LA) atau titer IgG dan atau IgM antibodi antikardiolipin (aCL) medium atau tinggi.

Faktor Infeksi

Peranan infeksi pada abortus berulang masih belum jelas. Supaya suatu agen infektif dapat menjadi penyebab abortus berulang, maka agen tersebut harus dapat bertahan dalam traktus genitalia atau dapat menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu wanita. TORCH (Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes) tidak memenuhi kriteria tersebut sehingga skrining rutin TORCH tidak membantu dalam evaluasi abortus berulang. Bakterial vaginosis pada kehamilan trimester I dilaporkan sebagai faktor risiko abortus pada trimester II dan persalinan prematur.

254 HAWA-ABORTUS BERULANG Bersama Dr. Mintareja Teguh, dr., SpOG(K)-1

Setelah membaca artikel tentang abortus berulang, anda jadi mengetahui penyebab hal tersebut. Di tengah kehamilan yang seringkali terjadi di usia relatif muda, seperti di Indonesia, tidak jarang kejadian abortus berulang hadir ada. Dalam keadaan seperti ini, tentu saja perempuan akan mengalami hal yang tidak menyenangkan secara psikologis maupun biologis. Setelah membaca artikel tersebut, anda mungkin masih bertanya-tanya beberapa hal seperti ; bagaimana cara mengatasinya, benarkah makanan juga dapat memicu abortus berulang, apakah faktor psikolgis dapat memicu abortus berulang. Anda dapat menanyakan hal terebut kepada saya.

dokter HAWA, dr teguh

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s