Sartika Anissa: Dijodohkan vs Memilih Pasangan Sendiri, Mana yang lebih langgeng?

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 443 HAWA-Sartika Anissa Dijodohkan vs Memilih Pasangan Sendiri, Mana yang lebih langgeng-2

Semakin kesini, berita perceraian bukanlah sesuatu yang mengagetkan kita karena frekuensinya yang cukup sering. Padahal, pernikahan tersebut dilakukan tanpa adanya paksaan dan dengan pasangan yang dipilih sendiri oleh individu. Tentunya tingkat perceraian tersebut sangat berbeda dibandingkan tingkat perceraian generasi orang tua atau nenek kakek kita yang seringkali menikah justru karena dijodohkan. Hal ini mengundang suatu asumsi, mengapa memilih pasangan sendiri justru lebih mudah cerai dibandingkan dijodohkan?

443 HAWA-Sartika Anissa Dijodohkan vs Memilih Pasangan Sendiri, Mana yang lebih langgeng-1

Menurut saya asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Hal ini bukan terkait pada cara bagaimana individu memilih pasangan, tetapi bagaimana individu memandang hubungan pernikahan tersebut. Menurut Berscheid dan Regan, penulis buku The Psychology of Interpersonal Relationship, pada generasi nenek dan orang tua kita, pernikahan lebih dipandang sebagai alat politik keluarga; bagaimana cara untuk menjaga martabat kelompok. Pada zaman itu, cinta bukanlah sesuatu yang penting untuk ada di awal hubungan karena cinta dipercaya akan tumbuh seiring waktu. Berbeda dengan sekarang, pernikahan pada zaman kita kebanyakan dilihat sebagai suatu proses menyatukan dua hati yang sama-sama saling cinta. Tidak mengherankan bahwa hubungan lebih mudah terpisah jika perasaan cinta tersebut tidak lagi ada, misalnya ketika menemui ketidakcocokan di tengah hubungan.

443 HAWA-Sartika Anissa Dijodohkan vs Memilih Pasangan Sendiri, Mana yang lebih langgeng-4

Selain itu, mudahnya akses dan terbukanya pikiran masyarakat akan opsi cerai menjadi salah satu pemicu mudahnya memutuskan untuk berpisah. Pada zaman dahulu, status janda adalah status yang kurang positif di mata lingkungan sosial sehingga perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga baik secara fisik maupun secara emosional tidak berani untuk menuntut cerai. Berbeda dengan era globalisasi sekarang, status janda tidak lagi dipandang senegatif dahulu sehingga banyak perempuan yang berani untuk menuntut cerai jika berada dalam hubungan yang tidak sehat ataupun tidak cocok.

443 HAWA-Sartika Anissa Dijodohkan vs Memilih Pasangan Sendiri, Mana yang lebih langgeng-3

Dari paparan di atas, dapat saya katakan bahwa kelangsungan pernikahan di zaman sekarang bukanlah bergantung dari dari mana kita mendapatkan pasangan, melainkan bagaimana kita dapat terus menyesuaikan diri dengan pasangan dan membuat rasa cinta terus bertahan. Jadi, jangan buru-buru pesimis ya, kedua cara tersebut oke kok!

Love,

Sartike Annisa

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s