Cahaya Senja Part 3

“Ehem. Ooopaaay.” Panggil Aya dengan nada manja.

“Hmmmm.” Jawab Opay singkat.

“Opaaay saaayaaang, jangan ngambek dooong. Entar ganteng nya nggak maksimal lagi. Laras jadi merasa bersalah tuh kalo kamu kaya gini. Udahan ya marahnya?” Bujuk Aya.

“Hmmmm.” Kembali dijawab singkat

“Tau ah. Males banget deket sama Opay. Dasar jelek, tukang ngambek, cowok jahat, Opay jelek kaya bebek” Umpat Aya.

Begitu sampai cafe pun Opay langsung turun dan masuk cafe. Aya paling benci kalau diacuhkan seperti ini. Aya merasa diperlakukan seperti orang yang melakukan dosa besar.

“Ga turun Ay?” Tanya Laras.

“Ah, aku nggak mau turun Ras.” Jawab Aya sambil menghela nafas.

“Aduh, gara-gara aku ya. Maaf ya. Tadi aku cuma khawatir. Bingung.”

“Nggak apa-apa Ras. Itu mah Opay aja yang terlalu berlebihan. Kita ke cafe sebelah aja yu. Ntar juga Opay balik lagi kaya biasa.”ajak Aya.

Aya turun dari mobil dan langsung ke cafe sebelah. Aya udah sms Ayah kalo dia ada perlu dulu. Tapi sepertinya Ayah tak percaya.

“Aya kenapa lagi Pay?” Tanya Ayah kepada Opay.

“Pagi ini dia pingsan di sekolah. Dia nggak sadar selama 2 jam. Ternyata dia tidur. Semalem dia nggak bisa tidur katanya.” Jawab Opay.

“Trus kenapa kamu ngambek?”

“Opay nggak ngambek Yah. Opay cuma merasa bersalah aja. Harusnya kemarin Opay pergi setelah memastikan dia tidur. Tapi kemarin Opay langsung pergi setelah melihat dia tertidur. Opay pengen dia balik lagi aja ke rumah.”

“Hmmm. Kamu ini ya. Dia jadinya kan bingung dengan kelakuan kamu. Dia mungkin belum adaptasi aja. Tau sendiri kan kalau dia di tempat baru itu kayak gimana. Apalagi ini pertama kalinya dia tinggal sendiri. Kamu harusnya bantu menguatkan dia. Dia ingin mencoba lebih mandiri. Gimana pun juga suatu saat kamu akan pergi dari dia. Kamu akan mulai sibuk sebentar lagi, belum lagi nanti kuliah, kerja.” Jelas Ayah.

Opay terdiam. Dia berfikir kata-kata Ayah ada benarnya.

Aya dan Laras masuk ke cafe tak jauh dari cafe. Ayah Aya memesan ice chocolate dan Laras memesan hot capucino latte.

Rasanya ada yang mengganjal di hati. Baru semalem pindah udah seperti ini. Setiap ada masalah selalu saja banyak yang melintas dipikiran Aya. Berhubungan dengan beberapa orang aja selalu ada masalah, apalagi harus berhubungan dengan orang banyak. Aya benci hal yang rumit. Bikin sakit kepala.

“Aya. Hei. Aya!” Laras memanggil Aya yang sedang berfikir ga jelas.

“Iya Yas. Aku denger kok.” Kata Aya. Padahal pikiran Aya sedang melayang mencari Opay.

“Aku jadi ngerasa bersalah nih kalo kayak gini.” Ungkap Laras. Dia memang jadi keliatan salah tingkah. Mungkin karena Aya juga tidak bisa ngontrol sikap.

“Hihi. Enggak apa-apa Yas. Tenang aja. Kamu kan tau sendiri kalo dia ngambek tuh kayak gini dan aku juga selalu menghindar kalo dia marah. Ntar juga kita baikan lagi kok. ” kata Aya seraya menenangkan Laras.

Tak lama Opay datang dan duduk sebelah Aya. Sebenarnya Aya juga bingung harus memulai dari mana. Biasanya suasana cair setelah Opay yang nanya duluan.

“Mba, ice cappucino satu ya.” Kata Opay ke pelayan cafe.

“Kamu ada yang sakit nggak, Ay?” Tanya Opay kepada Aya.

“Ada” jawab Aya singkat

“Apa yang sakit? Mana?” Tanya Oapay dengan nada khawatir sambil mengecek tangan dan kaki Aya.

“Idih, apaan sih Pay. Nih! Hati aku yang sakit.” Aya menjawab sambil memegang dada.

“Alah. Sini aku belah, biar tau sebelah mana yang sakit. Lagian kalo di dada itu adanya jantung sama paru-paru. Hati itu di bawah dada sebelah kanan” kata Opay sambil menunjuk area yang benar-benar letak hati.

Akhirnya suasana mencair dan kita kembali seperti semula.

***

Selama tiga hari, Aya terus tertidur di dalam kelas saat jam istirahat. Sampai hari ini pun Aya masih belum bisa tidur dengan nyenyak.

“Aaaaah. Kasur mana kasur.” Teriak Aya.

“Beuh. Si putri tidur ini ya. Belakangan ini kayanya kamu keliatan ngantuk mulu sih. Nggak usah mikirin aku malem-malem dong. Tiap hari kan ketemu.” Ucap Wildan sambil tersenyum duduk di depan Aya dan menatap muka Aya.

Hmmmm. Anak ini ya. Selalu saja ke-PD-an.

“Emmm. Ga usah repot-repot menawarkan diri untuk dipikirin deh. Sedikitpun nggak ada yang terlintas dipikiran aku tentang kamu. Bilang aja kamu pengen dipikirin sama aku.” Senyum Aya padanya. Jadi ikutan ke-PD-an juga deh. Bodo ah. Wildan-pun tiba-tiba jadi salah tingkah. Mungkin karena senyum Aya yang manis. Kata Opay sih Aya emang gadis yang biasa aja. Malah lebih cenderung bermuka jutek. Tapi kalau udah senyum keliatan manisnya. Opay aja terpikat, masa Wildan tidak. Haha.

“Nih aku bawain minum. Seengganya kamu minum sedikit.”

“Thanks” jawab Aya singkat.

Bel masuk tanda pelajaran akan dimulai sudah terdengar dan Wildan pergi ke tempat duduknya.

Aya sudah tidak fokus belajar. Yang ada dipikiran Aya hanya tidur dan tidur. Padahal hari ini Aya harus ikut ekstrakulikuler pula.

Apa aku izin aja ya? Aku dateng bentar aja deh. Bisik hati Aya

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s