Cahaya Senja Part 4

Pelajaran telah selesai. Saatnya mengikuti ekstrakulikuler. Di SMA ini Aya mengikuti kesenian.

Kalo Laras dia ikut ekstrakulikuler PMR atau Palang Merah Remaja. Meneruskan ekskulnya sewaktu SMP dulu.

“Kamu kenapa ga pilih PMR juga sih?”Tanya Laras. “Padahal kamu kan keren banget waktu PMR dulu. Skill kamu itu udah bagus banget untuk jadi anggota PMR.” Sambungnya.

“Hei, entar Aku jadi wanita paling keren lagi di PMR. Entar aku jadi saingan kamu lagi. Lagian Aku dulu ikut PMR juga karena Opay. Karena Opay ga disini ya aku juga ga minat untuk jadi anggota PMR. Mungkin kalo aku satu sekolah sama Opay aku mau jadi anggota PMR. ” jawab Aya.

Sewaktu SMP, Aya menjadi tim yang hebat bersama Opay dan teman lainnya, termasuk Laras. Bahkan sekolah kami menjadi juara perlombaan P3K dan masih banyak lagi perlombaan yang mereka menangkan saat Opay masih satu sekolah dengan Aya. Tapi sekarang tanpa Opay, Aya tidak mau ikut PMR lagi.

“Idih, iya nona yang paling keren yang sudah nggak mau lagi ikutan PMR berarti kerennya sudah hilang. Ya sudahlah. Tapi aku masih berharap kamu masuk PMR lagi. Biar kita jadi tim yang keren lagi.”

“Ya, kalo Opay di sini aku mau deh”

“Mimpi kali yeee”

Padahal ini bukan masa pendaftaran lagi, tapi Laras tetep saja mengajak Aya gabung. Namun Aya tetap pada keputusannya. Aya tak mau ikut PMR lagi. Makin susah move on dari Opay kalo Aya tetap ikut PMR.

Ekskul berakhir jam 4 sore. Tak terlalu berkesan. Karena ini wajib jadi dengan terpaksa Aya harus ikut. Seperti biasa Aya hanya berbicara seperlunya. Aya dan teman yang lainnya membereskan ruang kumpul anggota kesenian. Agak berantakan dan berdebu. Padahal tadinya Aya mau izin pulang, tapi kalau begini tidak mungkin juga kalau pulang.

“Hacih.. hacih.. hacih” Aya mulai bersin-bersin. Sepertinya alergi Aya kambuh.

“Kamu ga apa-apa Cahaya?” Tanya seorang pria dengan topi biru dongker, kacamata full frame, jaket denim, tahi lalat kecil dipelipis kanannya dan sedikit rambut di bawah bibirnya.

“Ah, panggil aja aku Aya. Aku cuma alergi debu aja. Entar juga sembuh kok. Aku ambil masker dulu ya.” Kata Aya sambil bergegas mengambil masker di tasnya.

“Oh, oke Aya.” Ucap singkat pria itu.

Aya selalu membawa masker dan obat anti histamin. Sewaktu-waktu pasti dibutuhkan. Walaupun tidak selalu dia gunakan. Aya meminum obatnya, memakai masker dan mengikat rambutnya.

“Yap, ayo kita mulai bertempur” gumam Aya.

Oh iya, aku harus sms dulu Laras supaya dia pulang duluan. Bisik Aya. Aya mengeluarkan handphone dan ah, lebih baik di telpo saja. Biar cepat.

“Halo Laras, kamu pulang duluan aja ya. Aku mau beresin dulu ruangan ekskul.”

“Bukannya kamu paling nggak suka beres-beres? Pasti banyak debunya loh. Jangan lupa pake maskernya”

“Iya Ras.” Kata Aya singkat. Tapi Laras nyerocosnya tiada henti. Aya menelpon sambil memperhatikan orang-orang sekitas membereskan ruangan. Aya melihat Rista teman sekelasnya membereskan di pojokan ruangan. Disana banyak sekali barang yang tak terpakai yang seharusnya tidak berada disitu. Bahkan besi, papan, sterofom dan kayu yang sudah tak terpakai ada di sana.

“AWAS RISTA!!!!” Teriak Aya sambil berlari kearah Rista. Rista tak sengaja menyenggol besi dan kayu yang bersandar di tembok. Aya dengan sigap menghalangi badan Rista.

BRAAAK….

“Halo Aya, Aya, halo?” Panggil Laras di telpon.

Seketika orang-orang yang ada diruangan berkumpul dan membantu memindahkan kayu dan besi yang menimpa Aya dan menimpa Rista.

“Kalian nggak apa-apa?” Tanya ketua ekskul kepada Aya dan Rista.

Beuh, masih nanya tidak apa-apa lagi. Udah jelas Rista luka. Kata Aya dalam hatinya. Rista terkena kayu yang ujungnya agak lancip. Tangannya berdarah karena luka gores dari kayunya.

“Ayo ke UKS.” Kata Aya.

“UKS udah dikunci kalau jam segini. Mereka udah bubaran.” Kata orang dibelakang Aya.

Aya teringat membawa syal di tasnya. Dia selalu membawa syal untuk antisipasi udara dingin atau saat tiba-tiba Opay menjemputnya dengan motor. Aya segera meraih tasnya dan mengeluarkan syal. Muka Rista terlihat pucat pasi. Dia pasti syok. Apalagi lukanya cukup panjang dan tidak berhenti mengeluarkan darah. Aya membalutkan syal ke lengannya.

“Rista, denger baik-baik, aku cuma balut luka kamu. Ini aku kencengin biar pendarahannya nggak terlalu parah. Tapi kemungkinan ini nggak akan menghentikan darah yang keluar. Kamu juga harus bantu tekan lukanya. Ini harus dijahit. Kamu langsung ke dokter atau Rumah Sakit sekarang ya.” Jelas Aya pada Risti.

“Biar aku aja yang anter.” Kata ketua ekskul seni dengan sigap. Dia segera siap-siap.

Ketua-pun langsung mengantarkan Rista ke tempat pelayanan kesehatan. Entah dokter atau RS.

“Aya!!” Teriak Laras. Sepertinya tadi Aya belum mematikan HP-nya.

“Kamu nggak apa-apa kan?” Kata Laras panik sambil melihat Aya dari atas sampai bawah dan menggerayangi tubuh Aya.

“Aaaw!!” Bahu Aya terasa sakit. Pasti sakit karena tadi sebagian besar besinya jatuh kepada Aya saat dia menghalangi badan Rista.

“Kayanya kamu harus ke RS juga deh.” Kata pria yang sebelumnya mengobrol dengan Aya.

“Iya bener tuh kata Kang Diaz. Kamu juga harus periksa. Takutnya malah kamu yang lebih parah daripada Rista.” Sambung Vira.

“Emang ada apa sih? Kenapa Aya bisa kaya gini?” Tanya Laras dengan nada emosi.

“Nggak apa-apa kok. Entar aku ceritain di jalan.” Kata Aya kepada Laras.

“Maaf ya, kayaknya aku harus pulang duluan. Aku nggak bisa bantu kalian.” Kata Aya kepada anak-anak ekskul lainnya.

“Iya Ay, biar ini semua kita yang urus. Cepet di cek ke dokter ya. Mudah-mudahan nggak apa-apa.” Kata pria tadi yang ternyata namanya Diaz.

“Kamu mau dianter?” Tanya Diaz

“Ga usah Kang. Makasih”

Aya segera menelepon Opay untuk menjemputnya sekalian membawa kain mitela atau apapun yang dapat menyangga lengan agar bahunya tidak terbebani. Aya khawatir ada yang retak dibahunya. Rasanya sakit sekali.

Tak lama Opay datang. Dia mengecek bahu Aya dan langsung memasang penyangga lengan. Aya menceritakan semua yang terjadi kepada Opay dan Laras.

“Terus kenapa kamu lari dan ngalangin temen kamu itu? Emang kamu itu wonderwoman? Cat women? Jadinya kan kamu yang sakit. Langsung ke RS ya. Minimal kamu harus di rontgen.” Kata Opay memaksa Aya untuk ke Rumah Sakit.

“Nggak usah Pay. Ini nggak akan kenapa-kenapa. Aku malah takut kalo ke RS itu harus dioperasi. Nggak mau pokoknya aku nggak mau, titik. Entar juga ini sembuh sendiri kok. Aku cuma kaget aja. Mungkin juga ini cuma tegang otot.” Kata Aya ngeyel. Aya paling nggak suka ke Rumah Sakit.

“Udah deh kalau kamu nggak mau ke RS kita rontgen aja ke lab, okay? Aku ngambek lagi nih kalo kamu nggak mau.” Paksa Opay. Selalu aja penuh ancaman.

Terpaksa Aya mengiyakan Opay. Laras juga ikut mengantar Aya. Seperti dugaan Aya, bahunya retak. Tapi masih bisa sembuh sendiri. Masa penyembuhannya dua sampai empat bulan. Yang penting dia tidak melakukan aktifitas berat pada tangan kiri. Untungnya hanya sebelah kiri saja.

Aya dan Opay mengantar Laras pulang. Sementara Aya pulang ke rumah Opay. Baru saja pindah rumah udah balik lagi kesini. Seakan tidak mengijinkan Aya untuk pergi dari rumah Opay. Aya langsung minum obat dan tidur begitu sampai rumah.

Semalaman Opay menunggu di kamar Aya. Beberapa kali Aya terbangun karena bahunya yang sakit ini membuat tak nyaman. Matahari akhirnya menampakkan dirinya. Opay sudah pergi dari kamar Aya. Aya harus segera siap-siap berangkat ke sekolah.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s