Cahaya Senja Part 5

“Kamu mau kemana Ay?” Tanya Opay sambil bertolak pinggang saat Aya keluar dari kamarnya.

“Ya jelas aku mau sekolah lah. Hari ini aku nggak bisa bolos. Aku nggak akan pecicilan kok. Aku bakal duduk manis di dalem kelas.” Kata Aya. Aya meyakinkan Opay agar mengijinkannya pergi sekolah.

“Tapi kamu harus tetep pake penyangga lengannya ya. Kalo ada apa-apa langsung telpon aku atau Ayah. Aku anter jemput kamu untuk sementara. Kalau aku belum pulang, kamu nunggu aku dulu. Okay?”

“Iya Opay bawel, sayangku, cintaku.” Kata Aya sambil mencubit pipinya.

Sebelum pergi Aya sarapan dulu dan meminum obatnya. Opay juga memasangkan kain penyangga lengannya. Aya tersenyum dan hati nya berbisik, sudah lama rasanya aku tak diantar oleh Opay. Senangnya.

Di depan gerbang Aya lihat Kang Diaz sedang berdiri. Sepertinya dia sedang menunggu seseorang. Dia celingukan melihat siswa siswi yang masuk ke sekolah.

Aya turun dari mobil dibantu Opay. Ini masih pagi. Mungkin Laras belum datang. Biasanya dia sampai sini beberapa menit sebelum bel masuk. Opay menawarkan diri untuk mengantar Aya masuk. Tapi Aya menolaknya. Aya tak mau menjadi pusat perhatian orang-orang. Opay hanya mengantar Aya sampai gerbang sekolah.

“Hati-hati Opay!” Kata Aya sambil tersenyum.

“Kamu tuh yang hati-hati. Jaga diri baik-baik. Nanti pulang sekolah aku jemput kamu lagi. Inget ya. HATI-HATI. JANGAN PECICILAN.” kata Opay dengan penuh penekanan.

“Iya bawel. Sana cepet pergi. Nanti kesiangan. Hus, hus.” Kata Aya seraya mengusir Opay.

Aya menunggu Opay sampai dia menjalankan mobilnya. Lalu mobilnya menghilang dikeramaian jalan.

Ah, bahuku. Dengan begini saja sudah menarik perhatian. Nanti pasti banyak yang tanya-tanya. Aku nggak suka diinterogasi. Bisik hatinya mulai menghasut Aya untuk melepaskan penyangga lengannya. Lalu akhirnya Aya melepaskan penyangga lengannya agar tak menarik perhatian.

“Aya!” Panggil seorang pria. Sepertinya aku hafal suaranya. Aya membalikan badan dan benar saja. Itu suara Kang Diaz.

“Gimana keadaan kamu? Udah diperiksa?” Tanya Diaz.

“Nggak apa-apa kok. Aku cuma rontgen aja. Bahuku sedikit retak. Tapi itu nggak masalah kok. Ini bisa sembuh sendirinya.” Kata Aya. Sebenarnya buat apa juga aku menjelaskan ke dia keadaanku. Kayanya ga penting juga. Pikir Aya.

“Untunglah kalau gitu. Kok dilepas sih kainnya?”

“Ah, ini. Aku udah ga apa-apa kok. Opay aja yang lebay maksa aku untuk pake yang beginian.”

“Ya udah kalo gitu. Aku anter ke kelas ya!”

“Ga usah Kang. Aku sendiri aja. Bukannya Kang Diaz lagi nungguin orang?”

“Hey, arah kelas kita kan searah. Sekalian aku lewat kelas kamu. Lagian orang yang aku tunggu udah dateng kok.” Jawab Diaz sambil tersenyum.

Kang Diaz nungguin aku?

“Ngomong-ngomong tadi dianter siapa?” Tanya Diaz.

Aku hanya menjawab dengan senyuman.

“Pacar?”

Aya menggelengkan kepalanya.

“Kakak?”

Aya kembali menjawab dengan senyuman.

Kelas Aya memang selalu terlewati oleh Diaz. Begitu sampai depan kelas Aya, Diaz langsung pergi ke kelasnya. Teman-teman di kelas sedang heboh membicarakan Rista. Ternyata gosipnya cepat menyebar juga. Aya langsung keluar lagi untuk menunggu Laras. Sekalian dia menghindar dari pertanyaan teman-teman.

Saat menunggu Laras, tak sengaja Aya melihat wanita yang sepertinya tak asing baginya. Dia mendekati Aya, tapi Aya langsung berdiri dan beranjak pergi menuju kelas Laras.

Sepertinya dia kakak kelasku. Seingatku selain Diaz, aku tidak mengenal kakak kelas yang lain. Lebih baik pura-pura ga kenal aja deh.

Tak lama bel masuk berbunyi. Rasanya aneh juga pagi ini belum melihat Laras. Mungkin dia telat. Aya langsung masuk kelas karena khawatir guru akan masuk.

“Aya.” Sapa Rista.

“Eh, gimana tangan kamu?” Tanya Aya.

“Nggak apa-apa Aya. Cuma dijahit aja. Untungnya kata dokter langsung dikasih tindakan pertolongan pertama, jadi darah yang keluar ga terlalu banyak. Kamu sendiri gimana?”

“Aku nggak apa-apa kok. Liat kan nggak ada yang luka.” Kata Aya sambil tersenyum.

“Syukur kalo gitu.” Kata Rista membalas senyumnya.

By the way, makasih ya Ay.” sambung Rista.

“Sssstt. Udah ga usah dibahas. Yang penting kita berdua baik-baik aja.” Kata Aya. Aku nggak mau orang-orang tau bahwa aku terlibat dengan kejadian kemarin.

“Aya!!” Panggil Rio sambil menepuk pundak Aya yang sedang sakit. Aku sedikit meringis. Sakit sekali rasanya.

“Apaan sih kamu, sok akrab banget.” Kata Aya kesal.

“Idih, jutek banget sih kamu. Eh, bukannya tadi kamu pake penyangga lengan kan waktu di gerbang?”

Aya tidak tahu kalau tadi dia melihat Aya pake penyangga lengan.

“Alah. Kamu tuh salah liat kali. Orang aku nggak apa-apa kok.” Kata Aya dengan nada tenang.

“Aku nggak salah liat kok. Yakin banget tadi aku liat kamu. Kamu bareng sama cowok kan?” Tanya Rio.

“Aku bilang aku nggak apa-apa. Semalem kamu begadang ya? Mata kamu salah tuh. Coba sini aku liat.” Aya mendekatkan muka nya kepada Rio sambil meyakinkan dia “Tuh dimata kamu ada beleknya.” Kata Aya sambil tersenyum jahil.

“Ih, apaan sih Ay.” Rio jadi salah tingkah dan segera mengecek matanya. Aya hanya tersenyum melihat kelakuannya. Tak lama guru datang.

Tepukan yang diberikan Rio cukup keras. Aya merasakan nyeri di bahunya. Untungnya Aya membawa obat anti nyeri. Tapi sayangnya Aya tidak bawa air minum. Tetap saja dia harus keluar dulu membeli minum. Aya ijin keluar kelas menjelang pelajaran berakhir.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s