Cahaya Senja Part 6

Aya membeli minum di kantin dekat lapangan bawah. Memang agak jauh dari kelasnya, tapi hanya kantin itu yang terlihat rapi karena hanya menjual makanan dan minuman kemasan saja. Di sekolah Aya ada tiga kantin. Ada kantin dekat ruang seni, tapi kurang lengkap, ada tempat siswa disini membeli jajanan dan makan saat istirahat yang jaraknya tak jauh dari kelas Aya. Memang lengkap, tapi Aya jarang kesana. Karena tempatnya yang kurang bersih…. ya begitulah pokoknya. Kalo iya jajan di situ juga Aya tak pernah makan disitu. Aya biasa membawa makanannya ke kelas.

Dilapangan berjajar siswa-siswi yang sedang dihukum karena kesiangan. Biasanya Aya termasuk salah satunya. Kali ini Aya selamat. Tapi….. kayanya itu Laras. Ternyata hari ini dia kesiangan. Aya tersenyum melihat dia sedang diceramahi oleh guru. Laras melirik Aya dan langsung melotot. Aya baru ingat kalo dia ga pake penyangga lengannya. Begitu dia dipersilahkan masuk kelas, dia langsung lari ke arah Aya. Aya langsung lari buru-buru menghindari kejaran Laras.

“Hey, Aya! CAHAYA SENJA! JANGAN LARI KAMU!” Laras memanggil sambil mengejar Aya

“Ampun Laras.” Kata Aya sambil berlari kencang. Tapi Laras lari lebih kencang dari Aya karena Aya masih merasakan sakit bahunya. Jadi larinya tidak optimal.

Aya berlari masuk ke kelas. Sialnya guru Aya sudah pergi dari kelas.

Laras ikut masuk kedalam kelas Aya dan dia berhasil menangkap Aya sambil memukul “Dasar kamu anak nakal. Mana penyangga lengannya, hah? Kenapa dilepas? Apa mau aku laporin ke Opay, hah?” Kata Laras sambil memukul Aya.

“Ampun Laras. Sakit. Aaaww. Sakit. Ampun.”

“Wah, wah, wah, Mami Laras sedang beraksi.” Kata Mira sambil tersenyum melihat kelakuan Laras.

“Udah Laras. Ga usah kaya gini juga. Kenapa sih?” Wildan berusaha menghentikan pukulan Laras. Aku buru-buru berlindung dibelakang Wildan.

“Ampun Laras. Beneran da. Sakit tau. Ampun. Wildan, lindungi aku.” Kata Aya memohon.

Laras membuka tas Aya dan mengeluarkan penyangga lengannya. “Ini bukannya dipake malah disimpen di tas. Anak nakal ini ya.” Sambil memukul Aya lagi.

“Aaaaww. Kalo gini caranya malah kamu yang bikin aku cedera.”

“Biarin. Biar dioperasi sekalian. Baru tau rasa.”

Rista mendekati Aya dan menepuk bahunya. Aya langsung berteriak kesakitan. “Sakitnya karena kemarin kan?”

“Aku sakit karena dipukul Laras kok” kata Aya. Aya tidak mau membuat Rista merasa bersalah.

“Anak ini ya.” Laras masih ingin memukul Aya sambil ngomel, tapi Aya memberikan isyarat untuk berhenti karena ada Rista disini.

“Udah, pokoknya pakai ini. Kalo nggak, aku laporin Opay biar pulang dari sini langsung ke RS” Ancam Laras sambil memberikan penyangga lengannya. Dia langsung pergi setelah memastikan Aya memakai penyangga lengannya.

Aya memastikan Rista untuk tidak khawatir dengan apa yang terjadi padanya.

“Jangan bilang apa-apa lagi ya! Cukup bilang kamsahamnida, arigato, danke, gracias. Okay?” Kata Aya sambil tersenyum.

Kamsahamnida, Aya” Rista mengucapkan terima kasih dalam bahasa Korea sesuai permintaan Aya tanpa membahasnya lagi.

Waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya jam pelajaran terakhir selesai. Laras menunggu Aya di depan kelas. Nampaknya dia benar-benar marah. Tidak ada senyum di wajahnya. Bahkan saat jam istirahat, dia mengacuhkan Aya. Wildan langsung mendekati Aya seakan dia menjadi bodyguard Aya untuk melindunginya dari serangan Laras.

“Masih mau pukul lagi? Aku rela kok dipukul demi Aya.” Kata Wildan kepada Laras.

“Apaan sih? Aku mau ajak dia pulang. Hayu Ay.” Laras mengatakannya sambil memukul Wildan.

Aya pamit kepada Wildan dan pergi meninggalkannya. Aya memohon kepada Laras untuk tidak memberi tahu Opay. Hari ini Laras tidak ikut ke cafe karena dia dijemput oleh pacarnya. Pacarnya itu dokter umum di klinik. Karena hari ini weekend, jadi mereka mau jalan-jalan.

Opay sudah menunggu di depan gerbang. Tapi dia sepertinya sedang mengobrol dengan seorang wanita. Sepertinya dia dia asing buat Aya. Dia itu kakak kelas yang tadi mau menghampiri Aya.

“Ay, bukannya itu Kak Ratna?” Tanya Laras sambil menyelidiki wanita yang sedang mengobrol dengan Opay.

Aaaah. Aya baru ingat. Memang itu dia. Kakak kelas Aya waktu SMP yang selalu membuatnya dalam masalah. Memori yang telah dihapus langsung muncul lagi setelah melihat dia.

Pikiran Aya mulai berkecamuk mencari potongan kenangan mengenai Ratna.

Aya dan Laras mendekati mereka dengan perlahan. Mereka menguping apa yang Ratna dan Opay bicarakan.

“Aku kira kamu kesini mau jemput aku.” Kata Ratna sambil berlagak manja kepada Opay. Ratna memang menyukai Opay. Dulu pun dia mengganggu Aya karena Aya selalu nempel dengan Opay. Sampai Opay lulus SMP pun dia masih menjadikan Aya sasaran empuk untuk dia kerjai.

“Aku kesini mau jemput Aya. Bukannya kamu pindah keluar kota?” Tanya Opay dengan tatapan dingin.

“Yap, dulu memang aku pindah ke Bekasi. Tapi aku ga betah disana. Akhirnya aku mendaftar SMA disini. Dan ternyata Aya juga di sini. Mungkin kita memang berjodoh.” Ucapnya sambil tersenyum sinis. Aya membayangkan dia sedang berencana mengerjainya lagi. Tapi Aya langsung menepisnya berusaha untuk positive thinking.

“Mudah-mudah kamu betah disini ya. Dan aku harap kamu nggak bikin sekolah Aya sulit lagi.” Pinta Opay.

“Tenang aja. Aku bakal bikin hari-hari dia penuh warna.” Kata Ratna sambil beranjak pergi.

Aya mulai tak tenang. Kata-kata terakhirnya itu yang bikin Aya merinding. Aya dan Laras mendekati Opay. Aya pura-pura tidak melihat Ratna berbicara dengan Opay. Aya dan Opay langsung masuk mobil. Laras pun langsung pergi dengan pacarnya.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s