Cahaya Senja Part 8

“Maaf. Aku nggak sengaja.” Kata Aya sambil memberikan HPnya. Namun dia tidak mengambil HPnya. Suasana kantin yang awalnya ramai mendadak tenang.

“Maaf? Itu aja? Kamu nggak tahu aku ini siapa?” Katanya dengan nada menahan marah. Apa dia orang penting? Sok penting banget.

“Aku nggak tau. Kenapa?” Jawab Aya dan balik bertanya. Dia tertawa sinis, tawa yang melecehkan.

Laras berbisik kepada Aya. Dia berkata bahwa cowok itu biasa dipanggil Ibeng. Dia ketua genk X di SMA ini. Aya sedikit kaget namun Aya tetap bersikap tenang.

Aya melihat handphonenya, dibalik dan memang handphonenya tergores dan layarnya pecah.

“Saya nggak tau kamu ini siapa dan saya nggak mau tau. Yang jelas saya bakal tanggung jawab. Apa perlu ganti yang rusaknya atau ganti baru? Nanti saya ke kelas Kakak. HPnya?”

“Waaah. Oke. Aku tunggu di kelas sekarang juga. HPnya kamu yang pegang. Sebagai gantinya HP kamu aku yang bawa.”

“Nggak bisa gitu dong. Saya nggak bisa ngasih barang pribadi ke orang asing. Tenang aja. Saya nggak akan kabur dan saya pastikan bakal tanggung jawab.”

“Aku juga nggak bisa dong percaya sama orang asing.”

Ibeng nampaknya cukup keras kepala. Akhirnya Aya mengalah agar masalah cepat selesai. Aya memberikan HPnya dan pergi dari kerumunan.

“Kode kunci?” Tanya Ibeng.

“Ga pake.” Jawab Aya singkat seraya pergi menjauh. Laras dan Wildan mengikuti Aya. Mereka merasa bersalah dan terus meminta maaf.

“Nasi udah jadi bubur. Udah sana ah.” Kata Aya kesal. “Untuk sementara jangan ganggu aku oke?” Aya masuk ke dalam kelas dan mengeluarkan handphone dan earphonenya dari tas. Walaupun bukan handphone android tapi lumayan lah bisa mendengarkan radio buat menenangkan hati dan pikiran.

Laras yang sudah tau sifat Aya langsung menjauh darinya. Tapi Wildan tidak begitu. Dia terus mendekati Aya. Mengganggu. Akhirnya Aya membentak dia untuk tidak mengganggu. Wildan terdiam. Tapi dia masih berada di sebelah Aya.

Teman sekelas Aya bergosip mengenai hal yang terjadi antara Aya dan Ibeng. Tak jarang juga beberapa orang lewat depan kelas Aya untuk melihat siswi yg punya masalah dengan Ibeng.

Jam pelajaran kosong dikarenakan guru rapat. Aya sudah berjanji akan datang ke kelas ibeng.

Aya menoleh kepada Wildan. Dia sedang menunduk terdiam. “Hei, kamu harus tanggung jawab.” Kata Aya.

Wildan menoleh dengan muka bersalahnya.”Iya aku bakal tanggung jawab, tapi kamunya jangan diem gini dong. Aku makin merasa bersalah.”

Aya berdiri dari tempat duduk. “Aku udah sedikit lebih baik. Come on! ” ajak Aya. Wildan tidak bertanya apa-apa. Dia langsung mengikuti Aya.

Di luar Laras sedang menunggu. Aya pun mengajak Laras untuk ikut mempertanggungjawabkan apa yang telah dia perbuat. Laras bilang kelasnya Ibeng di 2 IPS 3. Tapi nampaknya dia sedang diluar. Biasanya dia ada di basecamp-nya, di warung favorit yang sering Aya datangi. Ternyata benar, dia sedang ada disana bersama teman-temannya.

Aya terdiam sejenak. Detak jantungnya tiba-tiba berdegup kencang. Bukan karena jatuh cinta, tapi Aya takut dia mempersulit masalah yang ingin segera Aya selesaikan.

“Biar aku aja yang kesana” kata Laras.

“Nggak usah. Yang ada nanti dia nambah murka dan bikin masalah makin rumit. Kalian tunggu disini aja ya.” Kata Aya. Aya langsung beranjak menuju Ibenk.

“Eh, neng Aya tumben kesini nya sendiri, neng Laras ga masuk?” Sapa penjaga warung.

“Ada kok mang. Cuma dia nggak kesini.” Kata Aya.

Ibeng menatap ke arah Aya dengan senyum yang menyebalkan. Senyum yang mengejek. Huh. Ingin rasanya balik badan, tapi Aya harus cepat-cepat membereskan masalahnya.

Tanpa basa-basi Aya langsung bertanya “Jadinya gimana HP-nya Kak Ibeng, jadi mau diganti atau di service?”

“Hey, kamu itu buru-buru amat sih. Santai aja kali. Duduk dulu aja.” Katanya.

“Nggak perlu Kak. Aku cuma mau nanya itu aja kok.”

Tapi Aya dipaksa duduk oleh teman-temannya. Mereka menarik tangan Aya. Dengan terpaksa Aya duduk di depan Ibeng.

“Kamu mau jadi pacarku nggak?” Tanya dia. Aya serasa disambar geledek. Baru juga kenal udah ngajak pacaran, yang benar saja! Aya terdiam sejenak dan memandangnya.

Cowok ini sinting apa ya? Nggak tau asal usulnya main ceplos aja. Baru ketemu juga udah langsung hajar aja ngajak pacaran. Ucap Aya dalam hati.

“Maaf Kak. Saya kesini untuk menanyakan HP Kakak yang rusak gara-gara saya. Nggak ada maksud lain. Dan kita juga baru kenal. Yang bener aja.”

“Walaupun baru kenal, tapi kamu tau aku kan? Aku ini terkenal disekolah ini. Nggak ada orang yang ga tau aku. Kalo kamu mau jadi pacar aku, kamu nggak usah ganti HP aku.”

“Hahaha. Jangan becanda Kak.” Kata Aya. Aya merasa geli dengan apa yang baru saja Ibeng katakan. “Saya tau kaka aja baru tadi, dan saya lebih baik ganti HP kaka. Saya anggap pembicaraan tadi nggak ada. Saya permisi.” Aya langsung bangkit dari tempat duduk. Namun teman-teman Ibeng menahan Aya dan menahan pundaknya.

“Tolong lepas. Saya ga suka disentuh orang asing. ” Kata Aya sinis.

“Aku belum selesai bicara, tapi kamu malah mau pergi gitu aja. Belagu banget kamu.” Ibeng menunjukkan muka yang tidak bersahabat. Mungkin dia tersinggung oleh sikap Aya.

“Maaf Kak. Saya nggak mau masalahnya makin rumit. Saya mau tanggung jawab mengenai HP Kakak. Saya bakalan ganti. Tolong jangan memperumit masalahnya. Untuk sementara Kakak bisa pakai HP saya. Saya pastikan HP Kakak sudah ada besok.” Kata Aya. Aya berdiri dan kali ini tidak ada yang menahannya.

Wildan dan Laras lari ke arah Aya. “Aku pengen ke kamar mandi.” Kata Aya.

Di depan kamar mandi, Aya hampir terjatuh. Untungnya Wildan langsung sigap menangkap Aya “Kamu nggak apa-apa? ” tanya Wildan dan Laras.

“Kakiku lemes banget. Jantungku hampir copot tau.”

“Emang dia ngomong apa aja sih sampe kamu dilarang pergi gitu? ” tanya Laras. Aya hanya menggelengkan kepala. Aya belum mau ceritakan apa yang Ibeng bilang. Aya masih syok. Aya mencuci muka agar sedikit lebih fresh. Masih terbayang muka Ibeng yang menatapnya dengan tajam. Seperti macan yang siap menerkam mangsanya.

Hah. Kenapa harus aku yang berurusan dengan dia? Teriaknya dalam hati

Sepulang sekolah Aya langsung membeli HP. Aya menceritakan semuanya ke Opay.

“Cieee adikku ini udah gede ya, sampe ada yang minta di pacarin segala.” Kata Opay ngeledek.

“Cia, cie, cia, cie. Opay tuh gimana sih. Hidupku itu sedang terancam, malah digodain.”

“Eh, siapa tau kaya di film bbf, kamu jadi Geum Jan Di nya, dia kaya Gu Jun Pyo nya, rakyat biasa yang pacaran sama orang usil di sekolah. Hihi”

“Beuh, malah ngebahas drama Korea. Kalo di drama mah si Gu Jun Pyo-nya cakep, tajir, dandanannya rapih, pokoknya TOP BGT. Lah kalo yang ini mah rambut plontos, penampilan urakan, pokoknya jauh banget lah 180 derajat.” Kata Aya.

“Oke kita pindah sekolah. Beres kan?”

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s