Cahaya Senja Part 9

“Heeuh, emang sekolah nenek moyangmu. Pindah sekolah ke sampingnya emang gampang?”

Opay tersenyum melihat Aya yang bingung campur kesal dan galau. Ekspresi muka Aya memang lucu kalau dia lagi bingung. Makanya Opay sangat senang menggodanya.

“HPnya udah dibeli ini, tinggal dikasih, urusan kelar. Berdoa aja yang rajin semoga masalahnya nggak diperpanjang. Kalo ada apa-apa panggil namaku 3x.”

“Opay mau dateng kalo aku panggil?”

“Ya kalo nggak kedengeran mah nggak akan datenglah, kecuali kalo kamu panggil aku sambil nelpon. Haha.” Tawa Opay meledak seketika.

“Ah, dasar anak ini ya. Aku kan lagi serius.”

“Haha, ya kamu pikir aja. Emang aku Marmaid Man dan Barnacle Boy yang begitu dapat sinyal bahaya langsung meluncur. Ngga gitu juga keleus. Tapi kalo kamu telepon aku, aku lagi nggak sibuk, dipastikan bakal langsung meluncur ke tempat Nona cantik ini berada.”

Aya terdiam. Dia berfikir dengan keras. Dia harus menghadapi kenyataan bahwa segala sesuatu harus dihadapi sendiri.

Benar juga. Aku ga bisa mengandalkan Opay terus. Fikirnya.

Esoknya, saat yang dinantikan datang. Aya berharap ini menjadi urusannya yang terakhir dengan Ibeng. Hari ini Aya datang sangat pagi. Dia kesulitan tidur. Beberapa kali terbangun karena hatinya tak tenang. Dalam hati kecilnya dia takut untuk berhadapan dengan Ibeng.

Aya duduk di pos satpam. Dia mengirimkan pesan kepada Laras dan Wildan agar cepat datang. Namun yang datang bukannya yang ditunggu, melainkan Diaz yang menghampiri.

“Aya!” Panggil Diaz dengan senyumnya.

Ah, seger banget sih liat senyumnya. Bisik hati Aya.

“Eh kang Diaz. ” balas Aya dengan senyuman.

“Tumben udah dateng?”

“Hehe, sekali-kali dateng pagi nggak apa-apa kan?”

“Trus kamu nungguin siapa?” Tanya Diaz. Diaz berharap kalo Aya menjawab sedang menunggu dirinya.

“Emmm, aku nunggu keajaiban. Aku harap hari ini bisa diskip aja gitu.” Kata Aya dengan tampang lesu.

“Emang kenapa? Semangat dong. Kalo lesu gitu entar cantik nya ilang loh. Kamu belum sarapan kan? Kita ke kantin yuk!” Ajak Diaz. Aya mengiyakan dan mengikutinya ke kantin.

Diaz menanyakan alasan Aya ingin men-skip hari ini dan Aya menceritakan penyebabnya.

“Bilang aja kamu udah punya pacar, jadi dia nggak akan macem-macem lagi.” Diaz memberi masukan.

“Aku tuh kalo bohong suka ketauan. Suka jadi gugup ngomongnya.”

“Kalo kepepet mah bisa kali. Coba dulu aja.”

Nggak ada salahnya sih dicoba. Pikirnya Aya.

Aya mendatangi Ibeng ditemani Laras dan Wildan lagi. Kali ini Laras dan Wildan mendampingi Aya sampai ke tempat tujuan.

Aya menarik nafas dan mengikat rambutnya sebelum berhadapan dengan Ibeng.

Tanpa basa basi Aya langsung menyerahkan HP yang baru kepada Ibeng.”Ini HPnya sesuai dengan HP Kak Ibeng yang rusak. Jadi kita udah nggak ada sangkutan lagi. Tolong kembaliin HP saya.” Pinta Aya dengan sopan.

“Trus data di HP lama harus aku yg pindahin?” Tanya Ibeng dengan mukanya yang menyebalkan.

Aaah, tinggal mindahin apa susahnya sih. Nggak bisa apa bikin segalanya lebih mudah. Nyebelin banget anak ini. Pengen banget ngacak-ngacak mukanya. Kata hatinya ingin segera meledak mengumpat Ibeng. Namun Aya menarik nafas dalam agar lebih tenang dan mengontrol emosinya.

Aya langsung mengambil HP lama dan HP baru milik Ibeng. Dia mengotak-atik kedua HP nya dan tak lama semua data di HP lama sudah di back up ke HP nya yang baru.

“Nih, udah beres. Balikin HP saya.”

Ibeng tersentak dan memeriksa HP barunya. Dia sedikit heran dan tak percaya semua datanya sudah di back up ke HP nya yang baru. “Kok cepet banget sih? Kamu cuma mindahin fotonya aja kali. Aplikasinya gimana? Video? Kontak?”

Aya mulai muak dengan sikap nya Ibeng. Aya berbicara dengan suara pelan dan tatapan yang dingin. “Hei, sekarang itu jamannya pake aplikasi, tinggal di clone it, semua data di HP mu yang lama udah pindah ke HP mu yang baru. Jadi semua udah beres kan. Hutangku padamu sudah lunas semua. Jadi sekali lagi tolong kembaliin HP aku. Aku nggak mau lagi urusan dengan kamu.”

Semua orang terdiam melihat tatapan Aya yang dingin seakan membekukan keadaan sekitarnya. Sampai Ibeng pun ikut terdiam sesaat.

Tak lama Ibeng sadar “Aku harus memastikan semua nya ke back up. Kalo aku udah ngecek semua aku bakal dateng ke kelas kamu buat balikin HP kamu” Ibeng masih tetap tidak mau mengembalikan HP Aya.

Sampai akhirnya Aya kehabisan kesabaran dan menggebrak meja di depan nya sambil berbicara dengan nada tinggi. “Kamu tuh maunya apalagi sih? Aku udah tanggung jawab semua hal yang sepantasnya aku lakukan. Aku nggak suka berhubungan dengan hal rumit. Jadi tolong jangan bikin masalah ini jadi bikin rumit.”

“Kamu ini memang wanita yang menyebalkan. Beraninya teriak ke Kakak kelasnya.” Kata Ibeng sambil berdiri dengan senyum sinisnya itu. Dia mendekatkan muka nya kepada Aya. “Kamu nggak berhak memerintahkan apapun kepadaku. Kecuali kamu menerima tawaranku yang kemarin.”

Aya terdiam memikirkan kata yang harus dia lontarkan. Apa harus mengatakan sesuai saran Diaz, apa harus pergi, apa harus menghilang. Pikirannya mulai berperang kata.

“Hahaha.” Aya sedikit tertawa guna mencairkan suasana. “Maaf sekali lagi aku bilang, aku nggak tertarik. Aku udah bilang kemarin, anggap pembicaraan kemarin tidak terjadi.”

“Kamu itu belagu banget sih jadi cewe.” Ibeng marah seketika dan terlihat diwajahnya penuh emosi.

Laras dan Wildan segera menarik Aya. “Maaf kak, kayaknyanya nggak bisa dilanjut, kami permisi.” Kata Laras sambil beranjak pergi.

Ibeng menendang meja untuk meluapkan emosinya. “2x ditolak sama cewe yang sama. Kurang ajar banget. Cewek standar gitu mana ada yang mau.” umpatnya.

“Lah, terus kenapa mau dijadiin pacar kalo lu tau dia itu cewek standar. Biasanya juga lu pacarin cewe cantik yang pada semok” kata temennya Ibeng.

“Entahlah, sorot mata nya itu yang bikin penasaran. Kayanya ada sesuatu tentang dia.”

Laras dan Wildan tak henti-hentinya menanyakan yang kemarin ditawarkan oleh Ibeng. “Aku tanya Opay ya?” kata Laras.

“Aaaahh. Ujung-ujung nya Opay lagi.” Bisik Aya. “kak… Ibeng bilang….. mmmmmm…. ” Aya menahan nafas untuk mengatakannya. Berat sekali rasanya ngomongin hal itu. Aya merasa geli untuk mengucapkannya.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s