Cahaya Senja Part 10

“Dia ngajak pacaran ya?” ceplos Wildan.

Aya hanya menunduk dan terdiam.

“Bener Ay? Waaaah.. Daebak. Terus kamu jawab apa? ” tanya Laras.

“Aku anggap Kakak nggka pernah ngomong kaya gitu.”

“Waaah, langsung ditolak? Pantesan dia kaya begitu. Nih ya, setau aku, selama ini dia ga pernah yang namanya ditolak cewek. Dia yang nembak, dia pula yang putusin. Lah ini langsung ditolak. Pantesan aja dia murka.” Kata Wildan

“Bodo amat ah. Mau dia murka atau apapun terserah. Aku nggak mau pacaran dengan orang macam dia. Lagian aku nggak tertarik sama dia.”

“Alah, paling kamu masih ngarep si…..” Aya langsung menutup mulut Laras.

“Masih ngarep siapa? Aya ngecengin siapa? Kok aku nggak boleh tau? Anak kelas kita?” Tanya Wildan penasaran. Aya tersenyum sambil geleng-geleng. Laras memang sangat sering keceplosan.

Wildan terus menggoda Aya dan penasaran sama cowok pujaan Aya. Jam pelajaran sudah dilalui semua. Sampai pulang sekolah, HP Aya tak kunjung dikembalikan.

Hari ini Opay tidak menjemput Aya. Pagi tadi dia sms kalo dia ada acara disekolahnya. Akhirnya Aya pergi ke cafe menggunakan bis. Sebenarnya Aya tidak suka naik angkutan umum. Lebih tepatnya dia hanya mempercayakan dirinya berkendara bersama Opay. Setiap Aya naik angkutan umum, dia selalu mendengarkan musik sebagai pengalihan rasa takutnya.

Keadaan cafe siang ini tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa anak sekolah yang sedang bersantai. cafe Ayah memang dirancang untuk tempat makan dan ngobrol dengan nyaman. Terkadang orang-orang bisa menghabiskan waktu berjam-jam disini. Apalagi dilengkapi wifi gratis, beberapa buku bacaan dan beberapa permainan yang dapat dimainkan oleh banyak orang.

“Ayah, uangku buat traveling kepake. Sebel banget ih” curhat Aya.

“Ya, kan kamu sendiri yang pake. Emang dipake apa? Kamu rencana traveling kemana lagi?” Tanya Ayah

“Aya nggak sengaja jatohin HP orang. Sampai pecah. Ya namanya juga nggak sengaja. Lagian dianya juga rese sih pake maenan HP segala lagi jalan. Mau nggak mau kan Aya harus ganti. Udah gitu orangnya rese banget, Yah. Jadi bete banget. Aya pengen ke Karimun Jawa. Rencana bulan depan mau kesana sama Opay. Tapi kalo gini caranya bisa diundur jadi liburan semester depan.” Jawab Aya panjang lebar.

“Ya udah.. Biar jadi pelajaran, kamu harus hati-hati dimana pun juga. Ya nabung lagi aja yang rajin kalo mau brangkat minggu depan.”

“Gara-gara Laras tuh sama Wildan. Aya dipaksa-paksa ke kantin coba. Padahal kan Aya tuh nggak suka kalo ke kantin yang rame banget. Apalagi kalo sampe padet sesek. Huh. Nasib-nasib”

“Larasnya mana sekarang?”

“Tadi bilangnya mau pulang dulu ke rumahnya. Bentar lagi juga kesini.”

Tak lama Laras datang dan langsung ikut nimbrung. “Hayo, Aya lagi ngomongin aku ya?”

“Iya, aku lagi ceritain kamu ke Ayah. Aku lagi ngadu sama Ayah. Biar kamu dicincang tuh.” Kata Aya dengan nada kesalnya.

“Hihi. Ayah, Aya ditaksir tuh sama orang yang HPnya dia rusakin” Laras laporan kepada Ayah.

“Hus, apaan sih Ras. Nggak usah bilang juga kali. Lagian kan aku udah nolak dia.”

“Wah. Anak Ayah udah gede ternyata. Cakep nggak?” Goda Ayah.

“Idih,apaan sih Yah. Udah Aya bilang, dia tuh rese orangnya. Udah ah jangan bahas lagi. Aya ke depan ya yah.”

Aya dan Laras lanjut mengobrol di meja kasir.

Pelanggan yang datang silih berganti. Aya dan Laras pun tidak berhenti mengobrol dari satu topik ke topik lainnya. Sampai ada seseorang yang datang menghampiri mereka berdua.

“Aya” sapa seorang pria tinggi dengan memakai topi, kulit tidak putih, yaa sawo matang lah dengan senyumnya yang selalu terngiang dipikiran Aya.

“Eh, Vian. Apa kabar?” Tanya Aya.

“Kabarku baik. Kamu gimana?” Tanya Vian

“Kabarku juga baik.” Jawab Aya dengan singkat.

“Ternyata kamu masih disini juga ya.”

“Ya, aku hampir setiap hari disini. Sendiri?”

“Aku bareng temen-temen. Tuh.” Kata Vian sambil menunjuk ke arah teman-temannya.

“Oooh.” Kata Aya singkat. Aya bukan tipe orang yang bisa basa basi.

“Ya udah aku kesana dulu ya.” Ucap vian berpamitan.

Aya tiba-tiba senyum sendiri.

“Idih. Ketemu cowok pujaan. Akhirnya setelah sekian lama nggak ketemu, dia nyapa kamu disini. Cie cie” Goda Laras.

Aya masih senyum-senyum sambil sesekali melirik ke arah meja Vian. Dia temen SMPnya yang dulu sempet Aya suka. Sampai sekarang pemilik senyuman itu masih melekat dihati Aya.

“Hey Aya. Waaaah aku dicuekin. Mendadak budeg nih anak. Aya!!!” Teriak Laras.

“Apa Laras? Aku masih di sini kok.” Ucap Aya sambil masih senyum.

Setelah beberapa lama Vian dan temannya beranjak dari tempat duduknya. Temannya pergi ke kasir sedangkan Vian menghampiri Aya.

“Minta no hp kamu dong atau pin BB.” Kata Vian. Aya sempet melongo terdiam menatap Vian.

“Hah? Oh, boleh.” Sambil tersenyum Aya memberikan no HP nya.

“Kalo gitu aku pamit ya. Entar kapan-kapan aku main lagi kesini. Atau main ke rumah kamu. Boleh? ” tanya Vian.

“Hah?” sekali lagi Aya melongo. “Ah, boleh kok. Dateng aja.” Aya senyum kegirangan. Dalam hatinya ia ingin berteriak saking senangnya.

Vian pergi meninggalkan cafe. Aya masih memandang punggung Vian. “Coba cubit aku dong Ras” kata Aya yang masih tak percaya akan kenyataan ini.

Laras mencubit Aya dengan keras sampai Aya menjerit kesakitan.

“Masih ga percaya? Perlu dicubit lagi?” Tanya Laras dengan tangan siap mencubit lengan Aya.

“Ampun ampun. Aku udah percaya ko. Ah, senangnya. Habis gelap terbitlah terang.” Ucap Aya. Sesudah masalah dengan Ibeng, terbitlah Vian pembawa kebahagiaan hati Aya. Setidaknya Aya bisa melupakan sedikit kekesalannya.

 

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s