Cahaya Senja Part 12

“Oke, yang pertama kita makan dulu. Aku lapar. Kamu harus mau, kalo nggak aku ambil HP kamu yang barusan bergetar.” Ancam Ibeng.

Mau tak mau Aya ikut dengan Ibeng. Laras pun ikut menemani Aya.

Sepanjang jalan ke kantin, orang-orang melihat ke arah mereka. Aya menjadi risih dibuatnya. Berbeda dengan kemarin, hari ini Aya dan Laras masuk kantin tanpa harus berdesakkan karena bergitu Ibeng and the gank masuk kantin, orang-orang langsung merapat ke pinggir dan jalan seketika terbuka lebar. Serasa berjalan di atas red carpet yang dipinggirnya telah dinantikan oleh fans.

Mereka duduk di meja yang telah dikosongkan oleh semua murid.

“Nih, aku balikin HP kamu. Tadi aku memang berniat untuk mengembalikan HP kamu yang isinya tidak menarik. Bahkan lagu yang ada di HP mu itu hanya lagu jadul. Apa kamu kudet? Lagu yang terupdate nya paling hanya ada 5.” Ucap Ibeng sinis.

“Kenapa kamu harus buka-buka isinya? Bahkan jika lagunya dangdut semua pun itu HPku kan? Bukan HPmu. Kalau begitu, saya permisi dulu.” Kata Aya sambil beranjak pergi dari hadapan Ibeng.

“Hey, kau bahkan belum makan.”

“Nggak perlu Kak. Saya masih ada urusan dikelas.”

“Kamu tuh jadi cewek ngejengkelin banget sih.” ucap Ibeng dengan nada datar tapi matanya menatap tajam ke arah Aya.

Aya terdiam karena malu dengan banyaknya orang yang memperhatikan. Tak lama seorang pria yang Aya kenal datang menghampiri mereka.

“Aya, sori ganggu. Dicariin Ibu Nasti tuh.” Kata  Diaz.  Diaz memberikan isyarat untuk segera pergi dari tempat itu.

“Permisi Kak” kata Aya singkat.

Aya pergi meninggalkan Ibeng. Laras dan Diaz turut mengikuti Aya.

“Akhirnya. Makasih banyak Kang. Makasih banget. Untung Kang Diaz nyelametin aku.” ucap syukur Aya kepada  Diaz.

“Masih berlanjut sama Ibeng? Belum selesai urusannya?” Tanya  Diaz dengan raut wajah cemasnya.

“Entahlah. Perasaan aku udah nggak punya hutang lagi sama dia. Tapi kenapa dia masih ngejar aku. Kaya rentenir yang nagih hutang.” Jawab Aya dengan suara lirih.

“Ga usah sedih gitu deh. Hadapi dengan senyuman. Kan lebih baik tersenyum dari pada sedih gitu. Entar cantiknya ilang loh” ucap  Diaz seraya menghibur Aya. Aya tersenyum dengan sedikit malu.

“Eheeeem. Yang disini dicuekin ya.” Laras menyela pembicaraan Aya dan  Diaz. Mereka langsung bubar pergi kekelasnya masing-masing meninggalkan Laras.

Aya lupa kalau tadi ada balasan dari Vian. Dia teringat dan langsung membuka pesan dari Vian.

Aku baru istirahat juga. Pulang sekolah aku mampir ke sekolah kamu ya?

Oke. Aku tunggu.

Aya segera mengirimkan pesannya itu.

***

Akhir-akhir ini Opay sangat sibuk untuk mempersiapkan ujian nasionalnya. Namun setiap pulang sekolah selalu ada Vian yang selalu mampir. Walaupun Vian tak pernah mengantar Aya pulang, tapi mereka selalu menyempatkan untuk berbincang-bincang. Bahkan sesekali Vian datang ke cafe untuk bertemu Aya.

Namun hari ini Vian tidak datang ke sekolah Aya karena Aya harus mulai membina kelompok belajarnya itu. Telah diputuskan kalau mereka akan belajar 2 kali dalam seminggu.  Hari ini tempat belajarnya di tempa nya Aya.

Kamarnya Aya memang kecil, tapi di sana tersedia ruang tengah. Biasanya buat acara-acara nonton bareng atau kalo ada tamu pasti ngumpulnya di ruang tengah ini. Aya jarang bertemu orang di kostan nya karena dia lebih sering menghabiskan waktu di cafe ketimbang kostan nya.

“Kalian mau belajar nggak persiapan bawa makanan gitu buat yang punya tempat?” tanya Aya kepada semua anggota kelompoknya.

“Hehe. Kirain udah disediain disini.” Jawab Rio dengan santainya.

“Hmmm. Aku bikinin martabak ya. Kebetulan aku kemarin baru ngambil bahan-bahan dari cafe.” Ujar Aya.

“Emang bisa Ay?” Tanya Wildan meragukan kemampuan masak Aya.

“Eh, jangan salah dong. Aku ini ahli memasak. Entar aku bikinin adonannya dulu. Soalnya harus ditunggu dulu 1 jam..” kata Aya sambil pergi ke dapur yang dirancang untuk anak kost. Aya membuat adonan untuk martabaknya.

Sambil nunggu, mending kita belajar dulu bentar. Aya menjelaskan pelajaran yang tadi pagi diajarkan oleh Bu Nasti. Lalu memberikan soal untuk dijawab oleh anggota kelompoknya itu.

“Nih martabaknya udah jadi.” Ucap Aya sambil membawa martabak dengan toping coklat keju.

“Waaaah. Bentuknya ga meyakinkan gitu ya?” Ledek Rio.

“Yang penting rasanya dulu. Bentuk mah nomer 2. Namanya juga amatiran.” Bela Mira.

Semua mulai menyantap martabaknya.

“Emmmm. Enak kok. Ga nyangka kamu bisa masak juga Ay.” Puji Hera kepada Aya.

“Enak kan? Siapa dulu dong. Aya gitu loh. Cepet makannya. Udah beres belum ngerjain soalnya?” Tanya Aya.

“Nih aku udah.” Kata Wildan. Mira dan Hera pun turut menyodorkan bukunya untuk diperiksa oleh Aya.

Aya memeriksa hasil jawaban yang telah dikerjakan teman-temannya itu. Setelah makanan habis, mereka bubar karena kontrak waktu belajarnya sudah habis. Sedangkan Rio membawa tugasnya kerumah karena belum mengisi soal yang diberikan Aya.

***

“Opaàaay. Kayanya kamu sibuk banget sih sekarang. Kita selam seminggu belum ketemu looh.” Ujar Aya saat menelepon Opay.

“Sorry banget Ay. Sekolah kita lagi sibuk mempersiapkan Pentas Seni tahunan buat menyambut ulang tahun sekolah. Aku jadi ketua panitianya. Jadi mungkin kita nggak akan ketemu sampai minggu depan.”

“Apa Vian juga sibuk ya? Bahkan dia nggak pernah ngehubungi aku lagi semenjak terakhir ketemu. Bukannya dia satu sekolah sama kamu?” Tanya Aya.

“Entahlah. Aku pun nggak pernah liat dia. Kelas kita jauh. Jadi aku nggak pernah ketemu sama dia. Disana hujan?”

“Hujan. Enaknya selimutan lagi nih. Cuaca nggak ngedukung banget sih.”

“Iya. Kaya hati kamu tuh Ay. Suara kamu juga sendu banget sih. Jangan-jangan semalem kamu abis nangis ya?”

“Enak aja. Mana mungkin seorang Aya bisa nangis gara-gara hal kecil kaya gini. Alergiku lagi kumat nih. Dari tadi bersin terus ga berhenti. Baru berhenti pas aku selimutan. Masa iya harus bawa selimut ke sekolah.”

“Ya bawa aja. Ga ada yang larang kan? Sekalian bawa kasurnya. Haha” Ledek Opay sambil tertawa.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s