Cahaya Senja Part 16

 

“Udah ah ga usah cerita. Entar aku galau. Bahaya kalau aku galau. Sekarang ini Opay nggal bisa aku hubungi. Dia lagi sibuk.” Ucap Aya dengan senyuman.

“Emang kenapa kalau galau? Kalo cewke kan tinggal nangis aja. Biasanya begitu kan?” Kata Diaz dengan entengnya.

“Aku bahkan lupa kapan terakhir kali aku menangis. Aku udah janji sama Opay. Kalau aku nggak akan cengeng, nggak akan gampang nangis. Berharap orang yang aku tunggu bakal dateng.” Kata Aya dengan berkaca-kaca. “Aaaah. Tuh kan. Udah mulai melow. Entar deh aku ceritain kalau suasana hati aku agak baik ya.” Lanjut Aya. Diaz mengiyakan ucapan Aya.

“Kamu belum makan kan? Nih aku bawain makan. Dimakan ya.” Kata  Diaz. Dia membawakan nasi kotak yang sepertinya baru dibeli sepulang sekolah.

“Idiiih. Kang Diaz tau aja sih aku laper. Jadi enak. Hahaha. Makasih ya.” Ucap Aya dengan bahagia nya.

“Ngomong-ngomong, tadi yang dibisikin Ibeng apaan sih?” Tanya Diaz dengan penasaran.

“Iiih. Kepo deh. Dia ngancem aku bakal mukulin Kang Diaz loh kalo aku ikut Kang Diaz.” Canda Aya.

“Yang bener Ay?” Tanya  Diaz serius.

“Kang Diaz nggak percaya? Waaah, tau gitu aku minta anter Kang Diaz aja ya. Biar Kang Diaz tau apa yang ka Ibeng bisikin ke aku.” Ucap Aya dengan nada serius.

“Oooh. Percaya aja deh, Ay. Aku nggak mau ada urusan sama Ibeng. Udah ah, kamu makan dulu. Kalo ada apa-apa kamu ke dalem aja ya.” Kata Diaz seraya pamit meninggalkan Aya.

Aya terdiam mengingat apa yang dikatakan ka Ibeng. “Kalo kamu pergi sama orang itu, aku akan cari orang yang kamu suka itu. Katanya dia sekolah di SMA favorit sebelah sekolah kita. Bener kan?”

Aya mengingat setiap kata yang di ucapkan Ibeng. Aya mulai takut akan terjadi sesuatu pada Vian. Tapi, tak lama Vian menghubungi Aya dan mengajaknya bertemu besok di cafe.

***

Hari ini Aya tidak masuk sekolah. Rio menelpon Aya untuk menanyakan kabar dan untuk meminta maaf sambil menanyakan jadwal belajar kelompoknya. Aya meminta seluruh anggota untuk berkumpul di cafe Dimana Aja Boleh milik Ayahnya Opay.

“Tangan kamu kenapa?” Tanya Ayah dengan paniknya melihat tangan Aya yang di balut perban.

“Iiih Ayah nggak usah panik kaya gitu deh. Cuma kecelakaan kecil kok. Nggak parah.” Jawab Aya.

“Luka gores?” Tanya Ayah lagi. Aya menganggukan kepalanya. “Trus, kamu pingsan?”

“Nggak kok yah. Baru hampir. Masih bisa ditahan kok. Masa nggak ada perubahan.” Kata Aya dengan santai. “Oiya, hari ini temen-temen Aya mau kesini. Kita mau belajar bareng disini. Boleh kan?” Tanya Aya.

“Ada cowoknya nggak?” Tanya Ayah iseng.

“Ada yah. Tapi bukan cowo idaman semua. Udah ah. Jangan bahas cowok mulu. Kecuali bahas cowok Korea. Haha.” Ucap Aya sambil pergi meninggalkan Ayah.

Jam menunjukkan pukul 2. Bertepatan dengan datangnya teman-teman Aya. Rio datang membawa makanan buat Aya.

“Ayaaaa, maaf banget ya kejadian kemarin. Aku bener-bener nggak sengaja.” Ujar Rio dengan muka bersalahnya.

“Aku udah nggak apa-apa kok. Lagian nggak parah juga.”

“Tapi kemarin pas kamu bilang ‘jangan sentuh aku’ muka kamu itu serem banget, Ya. Sumpah dah. Aku takut banget. Terus pas kamu jatoh juga aku deg-degan, Ya. Takut kamu kehabisan darah. Darahnya ngucur banyak banget Ya. Terus pas Ibeng bawa aku juga aku udah deg-degan takut dipukulin sama dia. Untungnya dia cuma bawa aku ke ruang guru. Masa aku diseret kaya gini sama dia.” Curhat Rio panjang lebar menyepertikan ucapan Aya dan menceritakan kejadian yang dilakukan Ibeng terhadapnya.

“Masih untung kamu cuma diseret, kalo kemaren aku kuat, aku bakal langsung gantung kamu tahu.” canda Aya memasang muka sangar. Rio terdiam menanggapi serius candaan Aya.

Namun Aya langsung tertawa melihat ekspresinya Rio. “Hahaha. Kamu serius amat sih. Udah nggak usah bahas lagi. Aku udah nggak apa-apa kok. Yuk kita mulai aja langsung.”

“Ya elaah Ay. Pesen minum dulu napa? Buru-buru amat sih.” Ucap Mira.

“Hihi. Lupa. Aku panggil pelayan dulu ya.” Kata Aya.

Seperti biasa selama 30 menit Aya menjelaskan materi yang ada dalam buku. Dan setelah itu mereka mengerjakan soal yang diberikan Aya. Mereka mengerjakan soal sambil memakan makanan yang dibawa Rio.

Aya menunggu sampai yang lain selesai mengerjakan. 15 menit berlalu dan soal sudah terselesaikan oleh semua anggota. Giliran Aya untuk mengecek hasilnya.

“Oke. Lumayan ada kemajuan. Kalo gini terus siapa tau kalian bisa ikut olimpiade matematika. Kamu Rio, jangan bisanya ngintip doang.” Ucap Aya. “Wah. Ada Opay.” Lanjut Aya saat melihat keluar Cafe. Sesaat Aya merasa senang melihat Opay datang. Tapi tak membutuhkan waktu lama untuk mengingatkan luka Aya yang baru dibuat Rio. Aya langsung panik dan bersembunyi di bawah meja.

“Awas-awas. Tutupin aku ya. Jangan bilang aku ada disini.” Ucap Aya sambil buru-buru menyusup ke bawah meja.

“Cilaka 12 nih.” Ucap Wildan. Jantungnya berdegup kencang mengetahui betapa takutnya Aya kepada Opay. “Kalo ketauan, kamu bisa tamat yo.” Lanjut Wildan kepada Rio.

Suasana mulai tegang saat Opay memasuki ruangan. Dia membawa pasukan juga yang ternyata akan meeting membicarakan acara sekolahnya. Opay melirik ke arah meja kelompoknya Aya. Teman-teman Aya semua tersenyum kepada Opay. Opay sedikit heran karena tidak ada satupun yang Opay kenal tapi kenapa mereka senyum kepadanya. Opay mempersilahkan temannya duduk dan langsung menghampiri Ayahnya.

“Aku mau meeting disini ya.” Ijin Opay.

“Iya. Aya juga disini ko.”

“Aya? Dimana? Sama siapa?” Tanya Opay.

“Loh, dia kan did epan sama teman-temannya. Emang kamu nggak ketemu?” Tanya Ayah balik.

“Hmmmm. Mencurigakan. Aku belum ketemu dia. Kalo gitu aku ke depan dulu ya, Yah.” Ucap Opay seraya pergi kedepan.

Opay melirik ke arah temannya Aya dan lagi-lagi mereka tersenyum kepada Opay. Opay mengernyitkan dahi karena heran melihat tingkah anak sekolah yang tidak dia kenal. Opay celingukan mencari Aya dan duduk bersama temannya untuk memulai meeting.

“Mampus deh. Dia kayanya bakal lama disini. Gimana dong Ay?” Tanya Wildan berbisik.

“Pesen makanan gih. Biar aku yang bayar. Please. Jangan pergi dulu ya.” Pinta Aya.

Suasana mencekam kini menghantui meja kelompoknya Aya. Aya sudah gelisah karena kakinya udah mulai kesemutan. Tak lama Vian datang dan masuk ke dalam cafe.

“Hey, Vian.” Panggil Opay.

“Eh, ada pemilik cafenya ternyata, lagi meeting?” Tanya Vian.

“Iya. Kamu kesini sendiri?”

“Iya. Aku janjian sama Aya disini. Ayanya ada?” Tanya Vian sambil celingukan mencari Aya.

“Ada tuh di kolong meja.” Jawab Opay santai dengan volume yang sedikit lebih tinggi.

Jeggeeeer!!! Berasa ada petir yang menyambar meja kelompoknya Aya. Semua orang yang ada di meja terdiam dan menunduk mendengar ucapan Opay. Ternyata dari tadi Opay tau kalau Aya bersembunyi dibawah meja. Rasa kesal, gondok dan takut bercampur menjadi satu.

Aya masih diam dibawah meja. Lalu dia mulai berbicara. “Opaaay jahat. Ngomong dong dari tadi kalo kamu udah tau aku ada disini.” Teriak Aya dengan nada marah.

“Ya udah keluar sekarang.” Pinta Opay.

“Nggak mau.” Ucap Aya singkat.

Opay lalu mendekati meja kelompok temen-temen nya Aya.

 

Oleh                : Vani Cahaya Lestari

Gambar          : Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

5Hawa-Crush_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s