Cahaya Senja Part 17

 

“Minggir.” Pinta Opay kepada temannya Aya.

“Jangaaaan” teriak Aya.

Opay terlihat sangat marah dengan kelakuannya Aya.

“Apa yang kamu sembunyikan?” Tanya Opay.

“Nggak ada.” Jawab Aya singkat.

“Kalo gitu keluar dong.”

“Nggak mau.”

“Pasti ada apa-apa kan? Kita nggak ketemu udah lama loh. Tapi reaksi kamu kaya gini tuh bukan kamu banget.” Ucap Opay dengan lebih sabar.

Akhirnya Aya keluar dari persembunyiannya karena tak tahan kakinya udah kesemutan. Aya berusaha menutupi balutan perban dengan tangannya yang ga mungkin juga ditutupi karena lukanya yang cukup panjang.

“Kamu kenapa?” Tanya Opay. Opay langsung menarik tangan Aya begitu melihat perban yang dibalut di tangannya. “Apaan ini?” Tanya Opay. Opay masih terngiang kejadian yang dilakukan Laras terhadap Aya. Walau sudah tahu kenyataannya tapi bayangan itu masih menghantui Opay.

“Eeeemmm ini bukan apa-apa kok. Ini properti buat drama kita. Iya kan?” Aya melirik teman-temannya agar menyetujui ucapannya. Namun teman- temannya hanya terdiam dan menunduk.

Opay mencengkram perbannya. Seketika Aya menjerit kesakitan. Vian menghampiri kakak adik tersebut untuk melindungi Aya.

“Sakit tau Pay. Kamu tuh tadi keras banget tau. Ya aku refleks teriak.”

“Kamu tuh selalu aja kaya gini. Buka perbannya.” Suruh Opay.

“Nggak mau.” Tolak Aya. Aya berlindung dibalik badannya Vian.

“Udah Kak. Tenang dulu.” Ucap Vian menenangkan Opay.

Opay menatap tajam teman-temannya Aya. “Siapa yang bikin Aya kaya gini?” Tanya Opay dengan galaknya.

Semua terdiam tanpa kata.

“JAWAB!!” Kali ini Opay membentak teman-temannya Aya.

Rio berdiri, menunduk dan berkata dengan dipenuhi rasa bersalah. “Maaf Kak. Tapi itu kecelakaan. Aku nggak sengaja. Bener-bener nggak sengaja.”

“Jadi kamu pelakunya? Sini, ikut aku.” Rio kembali diseret.

“Mau dibawa kemana Pay?” Tanya Aya khawatir

“Diem kamu di situ. Kalo kamu ikut, bakal bener-bener aku gantung ini anak.” Ancam Opay.

“Vian, bantuin dooong.” Rengek Aya. “Ayaaaah. Opay menggila tuh. Tolongin doong.” Teriak Aya sambil menghampiri Ayah. Aya begitu khawatir dengan apa yang akan dilakukan Opay. Opay itu kejam. Kalo Aya dicubit temannya, dia yang akan membalas mencubit orang itu. Kalo Aya dipukul, Opay akan balas memukul orang yang memukul Aya. Bahkan hampir saja Laras kena balasannya Opay.

Ayah bergegas menuju tempat Opay berada.

“Jadi apa yang kamu lakukan sampai Aya luka kaya gitu?” Tanya Opay dengan tangan bertolak pinggang. Rio menceritakan kejadiannya sedetail-detailnya.

“Kamu suka Aya?” Tanya Opay

“Nggak kak.” Jawab Rio singkat.

“JAWAB YANG JUJUR. Cowok itu kalo suka sama cewek, kalo nggak perhatian dengan baik ya berbuat usil sama cewek itu.” Teriak Opay. Rio terdiam sedikit berfikir.

“Iya Kak. Aku suka Aya.” Jawab nya.

“Eiiit cukup sampe rasa suka aja ya. Jangan nyampe lebih tuh perasaannya.” Ucap Vian yang dari tadi memperhatikan Opay dan Rio.

“Emang situ siapa?” Tanya Rio sedikit nyolot.

“Aku pacarnya.” Ceplos Vian. Opay langsung melirik Vian. “Baru calon sih. Tapi aku mau nembak dia hari ini. Kamu bikin kacau rencana aja.” Ucap Vian jadi salah tingkah.

“Kamu ini. Kalau suka, deketin baik-baik. Kalau usil jangan keterlaluan. Jadi bikin anak orang celaka kan?” Ucap Opay sambil mendorong pelan kepalanya Rio berulang kali. Rio hanya terdiam menyesali perbuatannya.

“Aku pengennya sih ngebales kamu. Aku pengen kamu ngerasain apa yang Aya rasain.”

“Tapi kan itu nggak sengaja Kak.” Rio membela diri.

“Tapi usilnya disengaja kan?” Tanya Opay sinis.

Prrraaaaang!!! Terdengar suara kaca pecah.

Aya langsung berlari menuju ke tempat mereka berada. Semua teman Aya ikut menghampiri Rio dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Aya memeluk Opay agar tidak melakukan hal-hal yang mengerikan. “Opay, jangan gini dong, Rio nggak sengaja. Jangan bales dia ya. Aku mohon Pay. Aku juga salah, bukannya ngehindar, malah berdiri ditengah jalan. Pliiis jangan bales dia Pay. ” Pinta Aya dengan penuh harap.

“Kamu ngapain Aya?” Tanya Opay heran.

Aya membuka matanya dan melihat Rio yang sedang melihat ke arah Aya. Aya melihat sekeliling. Ada Vian dan Ayah yang memperhatikan.

“Barusan apa yang pecah?” Tanya Aya.

Vian tersenyum dan berkata “Nih aku ga sengaja nyenggol botolnya ampe pecah. Maaf ya bikin kaget. Udah lah, kita masuk.” Ajak Vian.”Kak Noval sama Rio juga masuk aja. Kasian tuh Aya nya dari tadi kayanya udah ketakutan banget.” Bujuk Vian. Opay menyetujui ucapan Vian dan mengikuti mereka masuk.

Suasana tegang sedikit mencair. Teman-teman Aya sudah dipersilahkan pulang karena kontrak belajarnya sudah selesai. Sekarang tinggal Aya yang duduk berhadapan dengan Opay dan Vian.

“Jadi, apa aja yang luka?” Tanya Opay dengan tatapan tajam.

“Ini aja kok.” Jawab Aya sambil melihat perbannya yang sepertinya kembali mengeluarkan darah.

“Yang bener?” Tanya opay sekali lagi. Opay berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Aya. Aya melihat ke arah Opay dengan seksama.

“Nunduk.” Suruh Opay. Aya menggelengkan kepalanya. Opay memaksa Aya untuk menunduk dengan kedua tangannya.

“Aaaawww sakit Opaaaay, pelan-pelan kenapa sih? Vian, kamu malah diem aja sih? Bantuin aku dooong.” Pinta Aya.

“Nurut dulu aja deh sama Kakak kamu.” Tolak Vian sambil tersenyum.

“Tuh kan, kepala kamu juga luka. Udah dikasih betadine kan?” Tanya Opay dengan suara sendu seperti orang yang menahan tangis.

Masa iya Opay nangis sih? Bisik hati Aya.

“Udah kok.” Jawab Aya singkat.

Opay beralih mengecek tangan nya Aya. Balutan perban Aya dibuka perlahan-lahan.

 

Oleh                : Vani Cahaya Lestari

Gambar          : Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s