Cahaya Senja Part 19

“Koh kamu tiba-tiba nanya gitu?” Tanya Vian heran.

“Nggah. Cuma nanya aja kok.”

“Ya jelas nggak dong, Ay.” Ucap Vian. Mungkin ini hanya perasaan Aya aja.

Beberapa kali Aya menghubungi Vian melalui temannya Kiki. Pesannya pun kepada Vian disampaikan Kiki dengan baik. Bahkan pernah sekali waktu Vian mengajak Kiki bertemu dengan Aya.

Sekali lagi Aya berbincang dengan Vian dan terlintas dipikirannya untuk menanyakan hal yang sudah jelas di sangkal oleh Vian. “Vian, kamu selingkuh? Kamu punya yang lain ya?”

“Ya ampun, Ay. Kenapa nanya gitu lagi sih? Kamu nggak percaya sama aku? Aku nggak selingkuh kok Ay. Beneran.” Sangkal Vian dengan yakin.

Aya berusaha menepis suara hatinya dan berusaha mempercayai Vian. Sampai pada saatnya Aya bertemu Kiki dan berbincang sebentar.

“Nggak tahu kenapa, Aku tuh yakin banget kalo dia itu punya yang lain loh. Aku sih nggak apa-apa kalo emang dia punya yang lain. Tapi jangan kaya gini dong caranya. Dia harus pilih salah satu di antara kita. Tapi lebih baik aku aja yang mundur. Kasian ceweknya kalo tiba-tiba ditinggalin Vian gitu aja. Lagian aku udah biasa kok ditinggal pergi.” Curhat Aya.

“Kenapa kamu bisa menyimpulkan kalau Vian itu selingkuh?” Tanya Kiki penasaran.

“Entahlah. Setiap ketemu dia, mulutku ini tiba-tiba ingin bertanya begitu. Hatiku pun berkata ada yang aneh dengan dia.” Jawab Aya.

“Gini deh. Kamu jangan tiba-tiba pengen mundur gitu aja. Entar aku suruh Vian ke Cafe deh.” Ucap Kiki. Kiki mulai menunjukkan gelagat mencurigakan.

“Eeemmm. Jangan hari ini deh. Besok aja kali ya?” Pinta Aya.

“Oke besok aku bawa Vian ke Cafe.” Janji Kiki.

Benar saja. Ketika Aya mengiringi Opay bernyanyi menggunakan gitar, Kiki datang ke cafe bersama Vian. Vian tersenyum ke arah Aya yang sedang memainkan lagu awake milik second hand serenade. Senyum yang sudah lama Aya rindukan. Senyum yang tak asing lagi. Aya membalas senyuman Vian dan fokus kembali pada permainan gitarnya.

Aya menghampiri Vian setelah selesai memainkan gitarnya.

“Kamu keren, Ay.” Puji Vian.

“Aku kan emang keren dari dulu.” Ucap Aya dengan seribu persen ke narsisannya.

“Aku mau jelasin sesuatu, Ay.”

“Emmmm. Kalo kita emang perlu udahan, cukup sampai sini aja. Jangan jelasin apapun ya. Jujur aja, Aku takut kenyataannya lebih menyakitkan dari dugaanku.” Pinta Aya.

“Tapi aku nggak mau putus sama kamu Ay. Tolong dengerin aku dulu.” Bujuk Vian. “Aku lebih milih kamu dari pada dia. Lagian kemarin kita cuma iseng aja karena taruhan jadi Aku terpaksa nembak dia dan ternyata dia juga ada hati kepadaku. Aku nggak nyangka bakal kaya gini.”Jelas Vian.

“Kasian dong cewek itu yang udah punya rasa sama kamu. Tenang aja. Aku nggak dendam kok sama kamu. Kita bisa balik lagi kaya dulu. Selayaknya teman biasa.” Ucap Aya tegar.

“Vian…” sapa seorang wanita.

Mungkin ceweknya Vian. Pikir Aya.

“Siapa dia?” Tanya wanita itu kepada Vian.

“Aku temannya Kiki. Kalau begitu Aku pergi dulu ya. Opay udah siap mau nyanyi lagi tuh.”

“Oke kalo ini kami akan menyanyikan satu lagu berasal dari Indonesia. Rasanya lelah juga menyanyikan lagu western. Sebagai tanda cinta kami kepada Indonesia, kami akan menyanyikan lagu milik republik dengan judul sandiwara cinta. Ada relawan yang ingin menyanyika lagu ini?” Tanya Opay kepada pengunjung Cafe.

Kurang ajar banget nih Opay. Udah tau Adiknya lagi galau gini malah milih lagu yang galau juga. Nyebelin banget nih Si Opay. Awas, bakal gue bales lo. Umpat Aya dalam hati.

“Oke kalo nggak ada biar saya lagi aja yang nyanyi.” Ucap Opay mengakhiri pembicaraannya.

Opay menyuruh Aya memainkan drum. Sedangkan Opay memainkan gitar sambil bernyanyi.

šŸŽ¶

Aku tahu ini semua tak adil

Aku tahu ini sudah terjadi

Mau bilang apa aku pun tak sanggup

Air mata pun tak lagi mau menetes

 

Alasannya seringkali ku dengar

Alasannya seringkali kau ucap

Kau dengannya seakan ku tak tahu

Sandiwara apa yang telah kau lakukan kepadaku

 

Jujurlah sayang aku tak mengapa

Biar semua jelas telah berbeda

Jika nanti aku yang harus pergi

Ku terima walau sakit hati

 

Mungkin ini jalan yang engkau mau

Mungkin ini jalan yang kau inginkan

Kau dengannya seakan ku tak tahu

Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu

šŸŽ¶

Opay begitu menghayati lagu yang ia nyanyikan. Sampai tak sadar Aya meneteskan air mata. Sekuatnya Aya berusaha untuk tidak menangis.

“Lagunya begitu menyayat hati ya. Lalu lagu yang terakhir yang akan kami bawakan lagu dari Dmasiv dengan judul apa salahku akan menutup perjumpaan kita kali ini. Selanjutnya akan diteruskan oleh rekan kami yang merupakan penyanyi asli. Bukan penyanyi kamar mandi seperti saya. Oke. Langsung aja saya akan menyanyikan lagu Apa Salahku.” Ucap Opay.

Bener-bener kurang ajar tuh Opay. Umpat Aya dengan kesal. Opay begitu menghayati lagu yang dia nyanyikan sambil sesekali memandang ke arah meja Vian. Sepertinya Opay tau apa yang terjadi. Aya langsung bergegas pergi lewat pintu belakang seusai memainkan musik.

 

Oleh: Vani Cahaya Lestari

GambarĀ  : Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. BuruanĀ jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawakuĀ @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s