KAREN & SAY PART 1

“Sebelll..!!!!” teriak Karen sambil membanting tasnya ke lantai.

Bik Minah yang membukakan pintu untuknya langsung membeku. Sebagai nona besar yang amat sangat galak, sedikit saja Karen marah membuat siapapun di rumahnya langsung terdiam dan tentu saja, pelayannya menjadi korban amukannya. Sudah hampir seminggu ini Karen balik dari hukumannya tapi selama itu juga dia hanya diam saja di rumah. Dia tetap melakukan semua yang biasa dilakukannya di rumah seperti biasanya tapi dia hanya akan diem saja. Tidak memprotes masakan Bik Minah atau ketika supirnya telat menjemputnya. Sekarang untuk pertama kalinya akhirnya Karen bersuara. Tentu saja hal ini mengagetkan Bik Minah yang berada di sampingnya.

Sebenernya bukan salah Bik Minah yang membukakan pintu untuknya yang membuatnya marah. Tapi, ada satu manusia yang amat sangat mengganggu hidupnya. Mungkin bila ditanyakan hal ini beberapa Minggu lalu jawaban Karen pasti sama. orang yang mampu membuatnya sebal sepanjang masa remajanya adalah ‘Alka’ tapi, saat ini kesebelannya dengan Alka bisa digantikan dengan satu orang yaitu ‘Say’. Iya, Say. Dia adalah kakak musuh besarnya sekaligus orang yang tanpa usaha apapun bisa membuat Karen jatuh cinta.

Cinta adalah kata yang mahal untuk Karen. Baginya jatuh cinta itu adalah jalan utama untuk terikat dengan seseorang serta bersikap tidak rasional. Dia bahkan melihat sendiri seseorang yang rela membuangnya hanya demi cinta. Sejak saat itu Karen memutuskan untuk tidak akan pernah mau jatuh cinta. Tapi, sejak manusia bernama Say itu masuk dalam hidupnya, rasanya Karen ingin menghajar cowok itu.

Dia pikir dia siapa? Berani-beraninya menolakku.” ucap Karen dalam hati.

Karen terlahir selalu mendapatkan apa yang dia mau. Meskipun orang tuanya lari dari tanggung jawabnya untuk menjaganya, tapi Kakek dan Neneknya memberikan banyak sekali cinta dan materi. Memiliki dua Kakek dan Nenek yang memanjakannya membuatnya tidak memerlukan apapun dalam hidupnya termasuk seorang pacar. Dengan wajah cantiknya dia tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan cowok manapun yang dia mau. Tapi, sejak Karen bertemu dengan Say semuanya berubah. Semua cowok yang melihatnya selalu menatapnya dengan terkesima tapi Say menatapnya dengan biasa saja.

Mungkin itu hanya khayalan kamu saja.” ucap Alka pada saat Karen bilang ia naksir abang Alka itu.

Karen sudah biasa dengan kata-kata itu. Dia tahu tidak ada yang percaya kalau dia jatuh cinta dengan Say. Karen juga berfikir dia pasti akan melupakan dengan cepat kalau Say menolaknya. Tapi yang terjadi Karen malah capek-capek ikut camping bareng Say. Meskipun dia belum pernah camping sebelumnya. Karen juga memaksakan dirinya ikut ke taman bermain karena Say sangat menyukai permainan ekstrim. Sebenernya Karen tidak mau sama sekali melakukan hal itu tapi hatinya yang sudah tidak sejalan dengan otaknya itulah yang membuatnya tanpa sadar melakukan itu.

Terbukti kan, kalau cinta bisa membuat orang jadi aneh.” Protes Karen dalam hati

Karen ingat benar ketika dirinya camping bersama Say.

“Kenapa kamu terus saja memaksakan diri kamu?” tanya Say ketika dirinya memijit kaki Karen.

“Aku kan hanya mengikuti apa yang biasa Alka lakukan sama Kakaknya.” Ucap Karen beralasan.

“Alka juga jarang ikut aku camping atau naik gunung kok.” ucap Say.

Aku tahu pasti itu.” ucap Karen dalam hati.

“Anggap saja ini waktu yang jarang itu.” ucap Karen.

“Kalau aku harus mengingatkan, Alka nggak pernah sampai terkilir kaya gini.” ucap Say.

“Aku kan bukan Alka, aku hanya orang yang dapat hukuman untuk memahami keadaannya.”ucap Karen.

“Lalu kenapa kamu harus repot-repot melakukan ini?” tanya Say.

“Karena aku ingin berlama-lama ngelihat kakak” jawab Karen mengakui.

“Bukankah tugas merayu itu kerjaan laki-laki? Kenapa kamu malah mengurangi kerjaan mereka?” tanya Say terkekeh.

“Karena pria yang aku suka di depanku ini tidak melakukan tugasnya. Katanya dia tidak mau jadi pacarku makanya aku melakukan tugas utama cowok yaitu merayu.”

“Kenapa kamu melakukan hal sampai sejauh ini?” tanya Say.

“Apa yang kurang dariku? Aku cantik, cukup punya otak, dan tentu saja idola di sekolahku.” ucap Karen

“Karena hal itulah membuat orang lari dari kamu” jawab Say.

“Apa aku harus bilang aku biasa saja kalau kenyataannya aku memang menarik. Siapa yang lari dariku?” tanya Karen.

“Orang yang tulus sama kamu.” jawab Say.

Karen menatap kosong ke arah Say.

“Aku benar, kan?” tanya Say.

“Sangat tepat.” ucap Say.

Say menatap Karen dengan seksama. Merasa diperhatikan, Karen langsung tersenyum manis pada Say.

“Siapa orang yang bilang kamu cantik? Aku ingin menghajar mereka karena mereka sudah memfitnah kamu selama ini” ucap Say bercanda.

“Apa Kakak sanggup menghajar semua cowok itu? Jumlah mereka lebih banyak dari Kakak. Menurutku, saat ini orang yang memfitnah itu adalah Kakak” canda Karen.

Say malah tertawa menghadapi ucapan Karen. Karen menatap Say dengan tersenyum kemudian tanpa disangka, Karen mencium pipi Say. Say langsung mematung.

“Aku suka melihat kakak tertawa” ucap Karen sambil tersenyum manis.

“Apa kamu mau dilaporkan ke polisi karena kasus pelecehan?” tanya Say yang sudah pulih dari kaget.

“Lakukan saja. Aku rasa kakak akan ditertawakan karena bagaimana mungkin cewek secantik aku melakukan pelecehan, yang ada sebaliknya seorang cowok melecehkanku.” tantang Karen tersenyum.

“Apa kamu pikir hukum selemah itu?” tanya Say.

“Apa aku harus bertanggung jawab? Aku dengan senang hati akan menikahi Kakak sebagai pertangungjawabanku.” goda Karen.

“Kenapa jadi kamu yang menang banyak” ucap Say.

Karen sekarang gantian tertawa.

“Apa kamu bohong kalau kaki kamu terkilir? Rasanya kamu dari tadi tidak kesakitan.” tanya Say curiga.

“Obatku tepat di depanku. Bagaimana mungkin aku tidak sembuh” ucap Karen.

“Apa kamu sebenernya adalah cowok playboy yang menyamar? Kenapa setiap ucapan kamu membuatku ingin melempar kamu ke tebing.” ucap Say marah.

“Harusnya Kakak seneng karena Kakak satu-satunya cowok yang dirayu sama Karen Renan.” ucap Karen.

“Kalau begitu, lebih baik aku ikut dalam golongan cowok yang tidak beruntung saja.” ucap Say sambil berdiri.

Karen dengan sigap menarik tangan Say.

“Kakak mau kemana?” tanya Karen

“Pergi. Apa kamu pikir hanya kamu saja yang memerlukan perhatianku?” ucap Say sambil melepas paksa tangan Karen.

Setelah itu temen-temen Say bergantian menawarkan bantuan padanya.

 

Oleh      : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s