KAREN & SAY PART 2

Sekarang, sejak ikrar dirinya akan mengejar Say, cowok itu malah hilang entah kemana. Kata Alka, kakaknya itu sedang KKN di desa terpencil selama sebulan. Bayangkan saja Karen harus menahan diri tidak meelihat Say selama sebulan. Semenit saja sudah menyiksanya sekarang malah sebulan.

“N-non..” ucap Bik Minah membuyarkan lamunan Karen.

Karen menyadari kalau dari tadi bik Minah ketakutan sambil menggenggam gagang pintu kuat-kuat. Dia jadi inget kata musuhnya

“Apa rumah sebesar itu hanya dihuni segelintir orang yang ketakutan bila aku menyebut nama kamu. Astaga bahkan pelayan kamu tahu betapa jahatnya kamu.” ucapan Alka waktu itu terngiang dalam pikiran Karen.

Karen menatap bik Minah dengan seksama. Wanita setengah baya itu nampak ketakutan.

“Apa aku memang manusia yang sejahat itu. Kalau saja bukan karena kebutuhan apakah Bik Minah masih mau berada di rumah ini?” tanya Karen dalam hati.

Karen menarik nafasnya dalam-dalam. Dia harus mengatasi masalah di depan matanya dulu baru masalah Say akan dia pikirkan nanti.

Untuk kali ini saja Say,menyingkir dari pikiranku.” pinta Karen dalam hati.

Masalah di depannya saat ini adalah ketakutan semua pelayan Karen padanya. Mengenal keluarga Alka dan mengenal Alka dengan cara berbeda membuat Karen mau tidak mau menjadi sedikit menjadi ‘Manusia’ .

Tapi, apakah saat ini aku sudah bisa mengatakan di depan semua orang kalau aku juga ‘manusia’?” ucap Karen dalam hati.

Tanpa Karen sadari tatapannya membuat bik Minah makin ketakutan.

“Em, nanti malem semua kumpul di ruang tengah ya, Bik.” ucap Karen sambil berlalu. Karen langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu dibelakangnya.

“Kamu nggak sibuk kan hari ini?” tanya Karen melalui telepon.

“Em..sibuk nggak, ya?” goda Alka dari seberang.

“Alka! Kamu bener-bener sudah bosan hidup rupanya.” teriak Karen.

Alka malah menanggapinya dengan tawa.

“Seneng kamu?” omel Karen.

“Santai dong Nona. Kenapa memangnya nanya aku sibuk apa nggak? Kamu mau ajakin aku dinner, ya” ucap Alka.

“Aku hanya mau dinner sama Say” jawab Karen.

“Aku adiknya.” ucap Alka.

“Aku nggak sedang mendekati adiknya karena aku tahu dia akan menolakku” ucap Karen.

“Bagus kalau kamu tahu.” ucap Alka tertawa.

“Alka!! Serius kenapa sih!” omel Karen.

Alka menghentikan tawanya. “Baiklah. Ada angin apa yang membuat kembang sekolahku menelfonku?” tanya Alka.

Karen tidak mau menanggapi candaan Alka. Akhirnya Alka mengalah.

“Baiklah, kenapa?” tanya Alka.

“Aku nggak punya nyali untuk melakukannya sendiri.” jawab Karen.

“Jadi, mau di temenin?” goda Alka lagi.

“Bukannya ini ide kamu!” teriak Karen.

“Buset, Ren. Sehari lagi kamu telfon aku, bisa-bisa aku ke THT gara-gara teriakan kamu.” ucap Alka sambil menutup telinganya.

“Kalau aku bisa bikin kamu ke THT sekarang ngapain aku harus nunggu besok!” teriak Karen lagi.

Alka lagi-lagi ketawa. Mengerjai Karen adalah hal yang menyenangkan baginya.

“Iya. Ini aku udah siap-siap ke sana.” ucap Alka.

“Kak Say nganterin nggak?” tanya Karen.

“Nggaklah. Dia belum pulang” jawab Alka.

“Kapan dia balik?” tanya Karen.

“Masih lama, Ren. Kan dia lagi KKN di kampung. Jangan-jangan dia cinlok lagi sama gadis di sana” goda Alka.

“Alka!!!” teriak Karen.

 

 

 

Sorenya, Karen duduk dengan tidak nyaman. Semua pelayannya sudah berkumpul di depannya dengan muka tertunduk. Biasanya dia tidak merasakan apapun melihat tingkah ketakutan mereka, tapi, kali ini rasanya semakin mereka takut semakin Karen merasa dirinya adalah penjahat. Selama hampir sepuluh menit mereka hanya diam saja di situ, sedangkan Karen menunggu Alka yang belum juga datang.

“Halo semua, kirain semua orang disini pada diusir sama nenek sihir itu. Habisnya sepi.” ucap Alka memecahkan keheningan.

Ucapan Alka langsung dihadiahi pelototan oleh Karen.

“Apa baiknya ACnya di matikan saja? Tanpa AC suhunya sudah minus.” ucap Alka lagi.

“Al, telinga kamu masih pengen sehat, kan?” tanya Karen.

“Bukankah tadi kamu sudah membuat telingaku bermasalah?” jawab Alka.

“Buktinya kamu masih denger” ucap Karen.

“Itu cuma kebetulan” ucap Alka sambil tersenyum manis menatap Karen.

“Aku sudah di sini.” ucap Alka lagi.

Karen tampak gugup. Mata-mata di depannya tampak menatapnya dengan putus asa. Mereka seperti orang yang menunggu hukuman yang akan dijatuhkannya.

“Beberapa waktu lalu aku berada di sebuah Negeri dongeng. Merasakan memiliki keluarga bahagia dan rumah yang nyaman. Tapi, aku baru sadar kalau itu hanya mimpi. Itu semua bukan milikku. Mau aku selama apapun tidur, mimpi tetaplah mimpi. Aku harus bangun. Aku harus menyadari bahwa aku tidak mengenal orangtuaku dan hidup di istana dingin ini.” ucap Karen.

Karen menghela nafasnya. Lalu melanjutkan ucapannya.

“Ada yang bilang segala kekecewaanku terjadi karena tidak sesuai dengan harapan kita. Aku mengharapkan bisa memiliki keluarga yang bahagia tapi kenyataannya kami hanya orang-orang asing yang duduk bersama di meja makan. Sebuah keajaiban membuatku bertemu dengan orang aneh. Orang aneh itu bilang kalau aku harus merubahnya segera sebelum aku menjadi monster.” kata Karen sambil melirik Alka.

Alka hanya tersenyum simpul.

“Orang gila itu menyarankanku untuk melihat istanaku dengan seksama. Makanya beberapa waktu ini aku hanya diam saja. Aku mengamati apa yang salah di rumah ini. Siapa monster yang menghancurkan ketenangan istana ini. Aku mendapat kenyataan yang mengejutkan.” ucap Karen sambil tertawa getir.

Karen melihat pelayannya ketakutan.

“Monster itu adalah aku sendiri.” ucap Karen.

 

Oleh: Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s