Cahaya Senja Part 24

“Aku kan nggak tau kalau bakal kaya gini jadinya.” Sesal Vian.

“Nggak usah menyesal gitu lah. Kalo kamu tau mah mungkin nggak akan kesini. Penyesalan itu selalu diakhir, kalo diawal namanya pembukaan.” Aya terus mengomel. Semua kekesalan Aya selama ini dimuntahkan kepada Vian. Seperti keran yang dibuka, Aya terus berbicara tanpa henti. Aya segera pulang setelah memastikan Vian pergi dan tak akan kembali dalam waktu dekat. Mereka telah sepakat untuk menjadi teman.

“Aaaahhh. Capeknya.” Bisik Aya. Aya menjatuhkan dirinya ke kasur. Rasanya badannya remuk dan hancur berkeping-keping.

Aya memejamkan matanya. Banyak hal yang tiba-tiba melintas dipikiran Aya. Kemudian Aya menyetel musik dari Handphone-nya untuk mengusir segala macam yang ada di pikirannya. Makin hening suasana, makin banyak hal yang masuk ke dalam pikirannya.

Tok….tok….tok…..

Terdengar suara ketukan pintu kamarnya Aya. Aya tersentak kaget dan langsung bangun dari tempat tidurnya.

“Siapa?” Tanya Aya kepasa orang dibalik pintu. Tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Namun terdengar lagi ketukan pintu. Aya berpikir mungkin itu Diaz.

Aya beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu nya sedikit.

“Ngapain kamu kesini?” Tanya Aya jutek kepada Opay yang menunggu Aya dibalik pintu.

“Main. Nggak boleh? Aku kan kangen adik kecilku ini. Buka dong” pinta Opay sambil memaksa Aya membuka kan pintu.

“Nggak mau. Aku nggak kangen kamu. Kamu tuh nyebelin banget tau.” Ucap Aya kesal. Aya berusaha menutup lagi pintunya. Namun Opay tidak mau kalah juga. Dia masih tetap berusaha mndorong pintunya agar terbuka. Napas Opay tersengal-sengal saat berhasil mendorong pintu kamarnya Aya.

“Kamu makin kuat aja tenaganya. Patah hati bikin kamu makin kuat ya?” Ledek Opay dengan senyum menghinanya.

“Kamu tuh sangat pintar ‘menghibur’ orang ya. Sana pergi.” Usir Aya.

“Aaaaww. Hatiku sakit banget nih. Teganya kamu mengusir Kakakmu ini.” Canda Opay dengan aktingnya.

“Mau apa sih kesini?” Tanya Aya jutek.

“Oiya, nih aku bawain bahan makanan. Aku kangen sama kwetiaw buatan kamu. Bikinin buat besok ya.” Pinta Opay.

“Idiiih, seenaknya banget sih. Aku tuh masih marah tahu.” Delik Aya.

“Emang marah kenapa sih? Kamu tersinggung sama lagu yang kemarin? Apa kamu diduain sama Vian? Apa lagunya kamu banget? Apa kamu bener-bener lagi patah hati?” Opay melayangkan pertanyan sekaligus ke Aya tanpa rasa bersalah.

“Aaaahh. Udahlah. Nggak usah bahas. Kita udah baik-baik aja kok. Ya kita memutuskan jadi teman biasa. Kamu nggak usahlah nyamperin dia ya.” Pinta Aya. Sebenernya hati Aya masih sakit. Selama 3 tahun dia suka sama Vian, ternyata dalam waktu kurang dari 1 bulan rasa itu hancur berkeping-keping.

“Idiiih. Ngapain juga aku nyamperin dia. Aku nggak akan ikut campur urusan hati kamu karena aku nggak tahu seberapa besar luka kamu. Aku cuma bisa ngehibur kamu aja biar lukanya nggak nambah besar. Biar kamu cepet pulih hatinya.” Ucap Opay.

“Ngehibur dari hongkong? Yang ada malah makin sakit tau.” Kata Aya dengan nada kesal.

“Kalo mau nangis, nangis aja. Jangan ditahan.” Opay mengatakan serius ucapannya itu. Opay tidak menatap Aya. Dia membaca tulisan yang ditempel Aya di sterofom. Aya terdiam menunduk. Rasanya akhir-akhir ini banyak masalah yang datang.

“Udah jam lima nih. Ke atas yuk. Katanya tempat jemurannya enak dipake nongkrong.” Ajak Aya. Mereka bergegas naik ke atas loteng kostan Aya.

“Waaaaah Layung.” Teriak Aya terkagum-kagum melihat indahnya langit sore. Langit berwarna kuning kemerahan dengan matahari yang sudah berada di penghujung tugasnya.

“Indah ya?” Tanya Opay tersenyum.

“Banget. Setelah sekian lama nggak lihat layung. Akhirnya bisa liat lagi” Ucap Aya dengan antusias.

“Indah kaya kamu kalo lagi senyum. Pas banget sama nama kamu. Cahaya Senja. Kamu jangan sedih lagi ya.” Ucap Opay.

“Opay tuh kenapa sih? Kayanya hari ini aneh banget. Biasanya ngeledek nggak ada habisnya.” Aya merasakan keanehan pada diri Opay. Nggak biasanya Opay seserius ini.

“Aku aneh karena kamu lagi patah hati. Jangan-jangan patah hatinya nular? Menjauh sana.” Ucap Opay seraya mendorong Aya menjauh dari sisinya.

“Nih, aku sumpahin biar nular patah hatinya.” Ucap Aya kesel sambil mendekatkan badannya kepada Opay. Opay berlagak mendorong Aya seakan Aya membawa virus mematikan ditubuhnya.

“Minggu depan kita jalan yuk.” Ajak Opay.

“Kemana?” Tanya Aya singkat.

“Pantai? Pangandaran? Santolo? Atau Ujung genteng?”

“Ujung genteng dooong.” Kata Aya antusias.

“Oke. Aku pulang dulu yaa. Kwetiawnya titipin dulu di kulkasnya Ibu kost. Besok pagi jangan lupa bawain buat bekel aku.” Pamit Opay meninggalkan Aya.

Aya masih terdiam memandang langit. Pandangannya lurus jauh dengan pikiran yang silih berganti.

“Doooor.. ngapain hayo?” Diaz mengagetkan Aya yang sedang melamun sampai-sampai pikirannya jatuh berantakan.

“Aaaah. Bikin kaget aja. Untung aku nggak punya penyakit jantung. Bisa mati mendadak tau.” Ucap Aya sambil mengelus dadanya.

“Hihi. Sorry-sorry. Abisnya kamu serius banget sih ngelamunnya. Ngelamun apa hayoh?” Tanya Diaz penasaran.

“Kepo ah.” Jawab Aya singkat dengan pandangan masih ke atas langit.

“Indah ya. Kaya kamu. Cocok banget sama nama kamu. Cahaya Senja.” Ucap Diaz tersenyum.

Aya langsung melihat ke arah Diaz dan memandangnya. “Waaaah. Jangan-jangan kamu nguping aku ngobrol sama Opay ya?”

“Nguping? Enak aja. Lagian aku juga nggak tahu kalo Opay baru dari sini. Emang kenapa sih?” Tanya Diaz heran.

“Kata-kata kang Diaz itu persis banget sama yang baru aja Opay omongin.” Kata Aya.

“Emang bener kok. Langitnya indah kan. Kaya kamu. Sesuai sama nama kamu. Ganti nama aja deh kalo gitu.”

“Huuuuu. Entar kalo udah hujan duit, baru aku ganti nama.” Kata Aya. “Oh iya, Objek Penderitaan tuh apa sih? Misi game sekolah juga apaan sih?” Tanya Aya teringat kata-kata Ratna tadi siang.

“Emang kamu denger dari siapa? Siapa yang jadi OP?” Tanya Diaz serius.

“Dari Ratna tadi siang. Dia bilang kita udah dapat Objek Penderitaan dan misi game sekolah.” Jelas Aya.

“Gawat. Hari-hari kamu di sekolah bakalan nggak tenang mulai sekarang.” Ucap Diaz dengan tatapan serius dan tajam.

 

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s