KAREN & SAY PART 4

“Kamu nggak apa-apa, kan?” tanya Shine.

“Maksudnya?” tanya Karen.

“Kelas Alka ada di sini juga, kan?” ucap Shine.

“Oh itu. Aku baik-baik aja kok.” ucap Karen santai.

“Kemaren kamu dihukum amat berat ya gara-gara Alka.” ucap Shine.

Karen menatap Shine dengan penuh selidik.

“Maksudku sekarang kalian jarang berantem. dulu kami sempet sekelas.” ucap Shine.

“Sekelas?” tanya Karen.

“Iya. Waktu SMP kami sekelas.” ucap Shine.

Karen mulai tertarik dengan obrolannya.

“Orang macam apa dia?” tanya Karen.

“Nggak, ah. Takutmya aku dikira penghasut.” ucap Shine.

Emang.” ucap Karen dalam hati.

Balik sekolah Karen langsung ke rumah Alka.

“Kenapa kamu liatin aku kaya gitu?” tanya Alka bingung.

“Aku sudah duga masa kecil kamu pasti menyedihkan” ucap Karen.

Alka menghela nafas. “Shine cerita apa aja?” tanya Alka.

Kkamu nggak pernah bilang kalau kamu satu sekolahan sama Shine. Apa karena masa lalu suram kamu?” tanya Karen.

“Dia cerita apa aja sampai kamu liat aku merendahkan gitu?” tanya Alka.

Karen memutar kembali pembicarannya dengan Shine.

Dia adalah anak yang dikucilin karena keanehannya. Dia juga menjadi korban keisengan temen-temen karena dia pernah dituduh mencuri.” ucap Shine.

“Ah, aku begitu menyedihkan ya dulu.” ucap Alka sambil menerawang.

“Pantas saja kamu ahli dalam mengerjai orang.” ucap Karen.

“Ada yang bilang pengalaman adalah guru terbaik.” ucap Alka.

“Jadi semua bener?” tanya Karen.

Alka mengangguk dengan bangga.

“Kenapa kamu nggak terlihat sedih atau gimana gitu.” ucap Karen heran.

“Aku tadinya terima saja apa yang terjadi padaku. Aku selalu mengutuk diriku kenapa aku yang selalu saja menjadi korbannya. Memangnya apa salahku? Aku bahkan mau pindah sekolah. Tapi, kemudian aku berfikir apakah aku tidak akan mendapat perlakuan yang sama di sekolah baruku. Bisa saja tempat baruku lebih parah. Aku menemukan sebuah pemikiran kalau semua itu terjadi karena aku terlalu lemah. Jadi aku memutuskan untuk belajar dengan rajin dan melawan semua itu. Awalnya memang menakutkan. Penuh dengan airmata tapi ketika aku bisa berjalan dengan tegak dengan usahaku sendiri rasanya menyenangkan. Aku dulu selalu dimanfaatkan karena aku terlalu lunak dengan orang. Kamu pasti juga denger kalau aku disebut maling, kan?” ucap Alka

Karen mengangguk

“Ada seorang manusia yang memfitnahku. Karena dia tahu aku nggak bakal ngelaporin dia karena nggak ada bukti. Makanya aku belajar banyak hal dari itu kalau aku harus mencari bukti kalau aku nggak bersalah meskipun aku harus mengalami banyak ejekan. Tapi meskipun begitu aku tetap maju. Aku mau melawan ketakutanku. Aku tidak mau menjadi pemeran menyedihkan dalam drama hidupku.” ucap Alka.

“Berapa lama kamu tersiksa?” tanya Karen.

“Tahun pertama sekolahku. Di tahun kedua aku bertemu dengan orang baru. Aku mati-matian mempertahankan kewarasanku pada masa itu. Jadi ketika diakhir tahun aku sudah bisa membuktikan kalau aku ini ada.” cerita Alka.

Karen langsung memeluk Alka.

“Aku cuma mau bilang ke Alka kecil kalau dia sudah bekerja keras.” ucap Karen.

“Dia pasti senang.” ucap Alka tersenyum.

“Lalu kemana keluarga kamu ketika itu?” tanya Karen.

“Seperti penyakit anak penakut pada umumnya, aku merahasiakannya dari mereka.” Jawab Alka sedih.

“Lalu Alka yang mendatangiku pada saat itu adalah Alka yang sudah berhasil?” tanya Karen.

“Tentu.” jawab Alka bangga.

Tidak lama kemudian Mama Alka masuk ke kamar.

“Hari ini kamu nginep kan, sayang?” tanya Mama Alka ramah.

“Hari ini Mama dan Papa katanya mau pulang.” jawab Karen lembut.

“Kamu udah damai sama mereka?” tanya Alka bingung.

Karen menatap marah ke arah Alka.

“Kamu cerita omong kosong apa sama mereka? Kenapa mereka jadi aneh gitu?” ucap Karen.

Alka malah ketawa menanggapinya.

“Ayo kita makan saja.” ucap tante Dita menengahi.

 

Kaki Karen terasa sangat berat untuk melangkah ketika di depan matanya, Say sedang asik mengobrol dengan Nindya, cewek yang dicintainya.

“Kok Kakak pulang?” tanya Alka sambil menepuk badan Kakaknya itu.

“Kamu nggak suka kakak pulang? Apa kamu sedang merahasiakan sesuatu?” tanya Say curiga.

Alka hanya nyengir menanggapi ucapan Kakaknya.

“Ren, ngapain disitu? Tenang aja abangku sudah divaksin kok.” ucap Alka memperhatikan Karen yang mematung di sudut rumahnya.

“Sembarangan aja kamu ngomong.” ucap Say.

Karen menggeser kursi disebelah Alka tepatnya di seberang Nindya.

“Temen baru ya, Al?” tanya Nindya

Alka sama Karen saling menatap.

“Musuh” ucap Karen dan Alka bersamaan.

Nindya menatap dengan bingung.

“Pertemanan mereka memang aneh.” jawab Tante Dita yang tiba-tiba datang sambil membawa minuman.

“Kenapa Kakak balik?” tanya Alka lagi.

“Tadi Nindya bilang mau main ke sini. Kebetulan kakak lagi ada perlu di kampus jadi sekalian aja” ucap Say.

Karen menatap Say dengan seksama. Baru satu Minggu dia tidak melihat Say. Tapi rasanya cowok itu berubah.

“Makanan kamu di piring bukan di mukaku.” ucap Say ke Karen.

“Aku hanya kangen sama Kakak” ucap Karen tanpa malu-malu.

Alka menatap Karen dengan shock. Sedangkan tante Dita malah ketawa.

 

Oleh      : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s