Cahaya Senja Part 26

 

“Eeemm. Ini baru pertama kali sih. Tapi aku tau secara tekniknya. Mana kuncinya? Aku coba dulu” ucap Aya.

“Aku aja nggak pernah liat kamu bawa motor, Ay. Sekarang kamu mau boncengin aku? Yakin?” Tanya lagi Laras yang masih meragukan Aya.

“Percaya deh.” Ucap Aya singkat.

Aya mengambil kunci dari Laras. Mencoba menghidupkan motor satrianya.

“Nah, nyala.” Gumam Aya. “Terus tengkep kopling, injek giginya. Gigi satu injek yang depan sekali. Nah, udah masuk. Lepas kopling pelan sambil di gas.” Bisik Aya. Namun usaha Aya tak berjalan mulus.

“Ati-ati ya. Bisa nggak sih?” Teriak Laras karena motornya loncat dan mati.

“Sekali lagi ya.” Kata Aya. Kini jantungnya berdegup kencang karena malu juga dilihat orang sekitar. Aya mengulang lagi langkah-langkah menyalakan motor kopling dari awal dengan baik. Kali ini dia berhasil. “Nah, bisa kan. Ayo naik.” Ajak Aya.

“Yakin bisa?” Tanya Laras sekali lagi untuk memastikan. “Aku ga mau jatoh lagi loh.”

“Yakin, Laras. Aku bakal pelan kok bawanya. Ayo cepet.” Ucap Aya dengan yakin.

Dengan ragu, Laras naik motor dengan terpaksa. “Pelan-pelan ya.” Ucap Laras sambil memegang erat pinggang Aya. Aya menjalankan motornya sepelan mungkin.

“Aduh, kenapa Neng?” Tanya Pak Nono satpam sekolah saat Aya memasuki gerbang sekolah.

“Ini jatoh Pak. Tolong bantu bawa ke UKS ya.” Ucap Aya.

“Iya Neng.” Kata Pa Nono sambil membantu Laras turun dari motor.

“Sakit?” Tanya Aya sesampainya di UKS.

“Masih nanya lagi. Ya sakit laaaah.” Jawab Laras setengah emosi. “Mana capek pula. Dibonceng sama kamu bikin napas habis nahan takut.” Lanjutnya.

“Tapi selamet kan? Aku udah panggil anggota PMR kesini. Aku juga udah bilang guru kamu dikelas. Lain kali, jangan ngelamun lagi kalo bawa motor.” Pesan Aya kepada Laras.

“Semalem pacarku bilang, kalo dia itu sebelumnya udah punya pacar. Selama ini pacaran sama aku tuh karena pacarnya yang dulu kuliah di luar kota. Intinya aku jadi pengganti pacarnya yang pergi kuliah. Pacarnya baru balik seminggu 2 bulan yang lalu. Sebenernya aku juga ngerasa perubahan dia. Tapi aku menyangkalnya karena saking sukanya aku sama dia. Aku selalu berpikir positif seperti yang biasa kamu lakukan.” Curhat Laras. Laras tertunduk menangis. Aya memeluk sahabatnya itu. Laras menangis semakin menjadi-jadi dalam pelukan Aya.

“Nangis aja sepuasnya. Luapkan semua unek-unek yang ada dalam hati kamu.” Ucap Aya sambil menepuk lembut bahunya Laras.

5 menit berlangsung tangisan Laras mulai mereda. Laras mendorong tubuh Aya dan menatapnya. “Kayanya patah hati kamu nular ya? Pergi sana menjauh.” Canda Laras

“Kamu tuh sama banget sih sama Opay. Nih aku tularin ke kamu.” Ucap Aya sambil melakukan hal yang kemarin Aya lakukan terhadap Opay.

“Aaaahh. Namanya juga orang hidup. Dunia itu berputar. Kadang senang, kadang sedih. Kadang adem tanpa masalah, kadang masalah datang bertubi-tubi. Segala sesuatunya berjalan seimbang. Yang menikah aja masih bisa bercerai, apalagi kita yang cuma pacaran. Beruntung juga taunya dia selingkuh tuh sekarang. Coba kalau pas udah nikah. Makin sakit hati kan? Mending syukuri aja segala sesuatunya yang terjadi. Pasti ada hikmah nya dibalik semua ini.” Aya memberikan siraman rohani kepada Laras.

“Iya mamah dedeh. Makasih atas pencerahannya. Sekarang kita menjadi Jojoba lagi. Harus bangga dengan status jomblo-jomblo bahagia. Haha.” Tawa Laras menggelegar mencairkan suasana.

Aya pergi ke kelas setelah petugas UKS datang.

“Kamu dari mana aja?” Tanya Wildan yang sedari tadi menunggu Aya didepan pintu.

“Aku abis jemput Laras. Dia jatoh dari motor. Sekarang udah di UKS.” Jawab Aya.

“Hah? Yang bener? Lukanya parah nggak?” Tanya Wildan kaget.

“Ngga kok. Cuma lecet aja.”

“Tadi kamu di tanyain Bu Diah. Katanya gini ‘Mana Aya? Ke kamar mandi kok lama sekali?’ Sambil melotot, Ay.” Kata Wildan menyepertikan Bu Diah.

“Masa? Trus trus trus?” Tanya Aya panik.

“Katanya kamu disuruh ke kantor. Mau dikasih tugas karena tiba-tiba ngilang.” Ucap Wildan dengan serius.

“Wah? Serius? Barusan Bu Diah bilang ke aku kalau tugasnya minta tolong kerjain aja sama Wildan.” Kata Aya sambil berbisik.

“Beuh.” Wildan sedikit kecewa karena gagal ngerjain Aya.

“Mau ngerjain tuh yang profesional. Barusan aku papasan sama bu Dian sambil lapor keadaan Laras. Bu Diah kan Wali kelasnya Laras.” Jelas Aya.

Aya masuk kelas dan duduk di bangkunya. Aya menghela napas lega karena satu masalahnya sekarang sudah clear.

“Aya, aku denger gosip kalau kamu jadi OP tahun ini. Bener?” Tanya Rio saat menghampiri Aya dan duduk dihadapan Aya bertanya dengan serius.

“Mana aku tahu.” Kata Aya singkat sambil mengangkat kedua bahunya.

Aya teringat bingkisan yang tadi pagi ada dimejanya. Aya mengambilnya dan menaruhnya diatas meja. Rio dan Mira ikut melihat bungkusan yang akan Aya buka. Mereka saling tatap satu sama lain.

“Isinya apa?” Tanya Rio penasaran.

Aya dan Mira kompak menggelengkan kepalanya.

“Buka sama kamu.” Pinta Aya.

“Ogah ah, kalo isinya ular gimana?” Tolak Rio. Aya melirik Mira dan Mira pun langsung menggelengkan kepalanya.

Feeling Aya udah ga enak. “Buang aja lah.” Pinta Aya.

Tapi Rio penasaran dengan isi yang ada dalam bungkusan itu. “Dibuka dulu lah. Penasaran nih.”

Sebenernya Aya juga penasaran dengan isinya. Apa mungkin makanan? Apa coklat? Atau mungkin, emas? berlian? Atau ada binatang didalamnya? Pikiran Aya mencari tahu apa yang mungkin ada didalamnya.

Dibuka perlahan bungkusannya. Terlihat tempat makan kecil berwarna hitam.

Pasti udah mulai nih. Pikir Aya.

“Aku ga mau buka ah.” Kata Aya mendorong tempat makannya itu ke arah Rio.

Rio yang penasaran memberanikan diri untuk membukanya. Rio membuka sekaligus tempat makan itu dan……

“Aaaaaaaaaaa” jerit Mira.

Aya berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah setelah melihat isi dari kotak makan.

“Kenapa Yo? Iiiih apaan tuh?” Tanya ketua kelas. Seisi kelas berkumpul di mejanya Aya.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s