KAREN & SAY PART 5

 

“Kelihatannya Nindya dapet saingan baru.” goda Tante Dita, Mama Alka.

“Mama apaan sih” kata Say geram.

“Beberapa waktu lalu Karen sempet tinggal bareng sama kita, jadi Karen cukup akrab sama Say. Tapi tenang saja kamu tetep yang terbaik buat Say” goda Om Satrio, Papa Alka.

Jleb. Rasanya hati Karen kaya tertusuk sesuatu.

“Papa….” gerutu Say, Alka dan Tante Dita bersamaan.

Papa  Alka malah tertawa.

Ketika Say mau mengantar Nindya, Karen menarik kemeja Say.

“Kalau aku bilang jangan anterin dia apa Kakak juga akan pergi?” tanya Karen.

“Tentu saja.” ucap Say.

“Kenapa Kakak nggak kaya di TV-TV itu yang mengatakan kata penghiburan padaku?” protes Karen.

“Mulai sekarang berhentilah menonton acara yang nggak penting. Tontonan yang salah membuat kamu akan kecewa makin dalam.” ucap Say.

Say mencoba malepaskan kemeja yang masih dipegang oleh Karen.

“Kumohon sebentar lagi saja Kakak di sini.” pinta Karen.

“Kenapa nggak sekalian saja bilang pacaran sama kamu.” ucap Say.

“Itu yang aku mau.” ucap Karen.

“Berhentilah” ucap Say.

“Nggak mau.” ucap Karen.

“Apa yang membuat kamu bakal berhenti melakukan hal aneh disekitarku?” ucap Say.

“Jadian sama Kak Nindya. Kalau kalian pacaran aku bakal mundur. Tapi bukankah Kakak tidak berani nembak Kak Nindya?” tantang Karen.

Say tersenyum ke arah Karen kemudian dia menarik Karen ke arah Nindya yang menunggu di depan bersama Alka.

“Nin, aku mau bilang sesuatu sama kamu.” ucap Say.

Nindya yang sedang asik becanda sama Alka langsung menatap ke arah Say.

“Selama ini aku kurang tegas sama hubungan kita. Aku sejak awal nggak setuju buat jadi temen kamu. Kamu tahu sendiri alesannya, kan. Jadi mari kita hentikan omong kosong persahabatan ini dan merubahnya menjadi pacar” ucap Say.

Kak Nindya langsung menutup mulutmua dengan kedua tangannya.

Karen menatapnya dengan tatapan kosong. Buru–buru Alka mau menarik Karen yang sudah seperti mayat hidup.

“Mau kemana? Kalian jadi saksi di sini” ucap Say.

“Aku pikir kamu bakal gantungin hubungan kita lebih lama.” ucap  Nindya.

“Jadi?” tanya Say.

“Bilang enggak, bilang enggak, bilang enggak.”  Doa Karen dalam hati.

Nindya mengangguk senang. Kemudian memeluk Say. Karen menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian dengan wajah datarnya masuk ke rumah untuk berpamitan.

 

Setelah Say pergi Alka langsung kabur ke rumah Karen. Ketika sampai rumahnya Karen malah sedang menonton kartun.

“Ngapain malem-malem kamu kesini?” tanya Karen.

“Bukannya kamu janji mau nonton film ini bareng?” ucap Alka sambil duduk di sebelah Karen.

“Kenapa kartun ini ceritanya sedih. Bukannya kamu bilang lucu. Kenapa dia harus ikut orang asing yang mengaku kalau dirinya Bapaknya dengan mudahnya hanya kerena mereka sama. Kenapa juga Bapak angkatnya masih menghawatirkan anaknya yang jelas-jelas lebih memilih Bapak barunya?. Kenapa juga orang meninggal bisa hidup kembali? Seneng amat sama harapan palsu. Aku mau ganti kartun yang lain” ucap Karen terisak.

Alka hanya diam saja. Dia tahu saat ini Karen hanya butuh orang yang menemaninya.

“Kenapa kartun ini juga nggak ada lucunya?” ucap Karen sebal.

Karen terus saja mengganti beberapa film kartun sambil terus mengoceh tidak jelas dan terisak.

“Tidak ada yang percaya pada perasaanku.” ucap Karen terisak.

Karen menatap Alka yang menatapnya.

“Sekali ini saja, Al. Sekali ini saja. Tolong percaya kalau aku bener-bener suka sama Kak Say. Abis itu terserah kalau kamu mau nggak percaya. Kumohon biarkan aku menangisi ini sekali saja. Kumohon sekali saja. Hari ini saja.” ucap Karen semakin terisak.

Alka memeluk Karen.

“Aku percaya. Jadi menangislah.” ucap Alka.

“Aku sayang sama dia, Al. Akusayang” ucap Karen terisak.

“Iya.” ucap Alka sambil memeluk Karen dan mengelus rambutnya lembut.

“Aku nggak sedang main-main.” ucap Karen di sela tangisnya.

“Iya.” ucap Alka lagi.

 

“Kemana saja kamu semalaman?” tanya Say.

“Semalem aku inget ada belajar kelompok di rumah Dita.” jawab Alka berbohong.

Say cukup tegas dalam menjaga Adiknya itu. Bila Say dirumah, Alka tidak boleh pulang lebih dari jam delapan malam. Kalau sampai lewat bisa kena omelan.

“Kenapa nggak minta dijemput?” tanya Say.

“Aku pikir Kakak langsung balik KKN.” ucap Alka.

Say menatap Alka dengan sebal.

“Kenapa kamu menjawab pertanyan Kakak dengan muka marah begitu? Seolah aku ini yang salah. Bukannya kamu yang nggak pulang semalaman, harusnya Kakak yang marah.”

“Aku lagi buru-buru, Kak.” ucap Alka beranjak pergi.

“Kamu mau ngapain?” tanya Say.

“Mandi abis itu sekolah.”

Alka langsung berjalan ke arah kamarnya.

“Al..” paggil Say.

Alka menoleh.

“Apa dia.. baik-baik saja?” tanya Say pelan.

Alka menatap Kakaknya dengan muka sepolos mungkin.

“Dita baik-baik saja.” ucap Alka berlalu.

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s