KAREN & SAY PART 6

“Pagi, Ren.” sapa Andra.

Karen hanya menatapnya dan kembali ke kesibukannya yaitu memijit kepalanya. Semalaman dia menangis dan ketiduran di depan TV bersama Alka. Jadilah pagi ini badannya terasa remuk.

“Kamu sakit?” tanya Andra khawatir.

“Aku baik-baik saja.” jawab Karen.

“Kenapa memegang kepala begitu?” tanya Andra.

“Kalau aku memegang kakiku akan terlihat aneh” ucap Karen yang dibalas dengan tawa Andra.

Dari sudut matanya Karen tahu kalau saat ini Shine menatapnya dengan murka.

“Mau ke UKS?” tanya Andra.

“Nggak usah.” ucap Karen.

Karen menatap Andra. Tidak ada yang salah dengan cowok ini. Dia termasuk ke dalam golongan cowok hitam manis. Jenis ketampanan cowok asli Indonesia. Karen selalu saja tidak memedulikan cowok ini. Padahal dia selalu mengejarnya selama ini.

“Emm, Ren. Minggu ini ada acara nggak?” tanya Andra.

Karen hanya menggeleng.

“Kita keluar berdua yuk.” ajak Andra.

Biasanya Karen akan memberikan seribu dua alasan buat menolak Andra.

“Kalau kamu nggak mau nggak apa-apa kok.” ucap Andra.

“Ayuk.” ucap Karen.

“Apa?” tanya Andra meyakinkan.

“Ayuk kita jalan berdua minggu ini” ucap Karen.

Andra langsung tersenyum seneng.

“Okke. Kita kencan minggu ini.” ucap Andra sambil berlalu.

Saat ini Karen yakin api kemarahan berasal dari cewek di sebrang mejanya yaitu Shine.

Karen langsung mengirimkan pesan ke Alka.

 

To. Alka

Malam ini ayo kita nginep di luar. Aku bosan di rumah.

Bawa baju buat besok sekalian

 

Kemudian tidak lama Alka membalasnya.

To. Karen

Kemana? Emangnya ortu kamu nggak jadi balik?

 

Dengan emosi Karen kangsung membalasnya

 

To. Alka

DASAR BANYAK NANYA. AKU TUNGGU KAMU DI TEMPAT BIASA PULANG SEKOLAH.

 

Saat pulang sekolah, Karen menunggu Alka dengan sebal.

“Dari mana saja kamu?” tanya Karen.

“Jangan posesif gitu dong. Aku kan juga punya kehidupan. Aku mesti memastikan nggak ada orang yang liat aku pergi. Belom lagi kasih alasan ke temen sekelasku.” ucap Alka.

“Aku lupa kalau aku berurusan dengan wanita sibuk.” sindir Karen.

“Aku nggak sempet nyari baju ganti.” ucap Alka.

“Aku sudah tahu. Itu di belakang liat aja. Kita seukuran, kan.” ucap Karen sambil menjalankan mobilnya.

“Wah, bener-bener pengertian. Memangnya kita mau kemana?” tanya Alka.

“Udah nggak usah banyak nanya.” ucap Karen.

“Om sama Tante nggak balik?” tanya Alka lagi.

“Mereka bilang kalau ada masalah di kantor. Paling besok baliknya.” ucap Karen.

“Siapa yang nelfon duluan?” tanya Alka.

“Jangan tanya hal yang nggak penting.” ucap Karen.

Alka hanya geleng-geleng sambil mengambil snack dan memakannya. Suasana di mobil hanya diisi dengan suara lagu dan snack yang dimakan Alka.

“Kok diem?” tanya Karen.

“Katanya nggak usah banyak tanya. Kalau aku nggak nanya suasananya akan sesepi tadi.” ucap Alka.

“Memang tidak ada topik lain yang dibicarakan selain hidupku.” protes Karen.

“Mau ngobrol apaan? Sekolah? Pacar? Di sekolah jelas-jelas kita menjadi orang asing. Pacar? Kita berdua sama-sama single.” jawab Alka.

“Tapi aku bukan single menyedihkan macam kamu.” ucap Karen.

“Iya aku tahu.” ucap Alka.

“Memangnya bener-bener nggak ada orang yang naksir kamu?” tanya Karen.

“Sejauh ini enggak.” ucap Alka.

“Kalau sama Daniel gimana?” tanya Karen.

“Daniel?” tanya Alka bingung.

“itu cowok yang ngaku tunanganku.” ucap Karen.

“Aku nggak suka jadi penghancur rumah tangga orang.” ucap Alka.

“Rumah tangga siapa? Kita cuma temen aja. Keluargaku akrab sama keluarga Daniel. Makanya waktu kecil kita suka dijodohin. Tapi yang ada hubungan kami berubah menjadi kaya saudara. Kita itu kalau ibarat magnet satu kutub jadi ya tolak menolak.” jelas Karen.

“Ren, kamu kesambet apaan dari kemarin ngomongnya berisi.” ucap Alka.

“Berisi batu buat nimpuk kamu.” ucap Karen tertawa.

“Kita mau kemana? Kok makin ke sini makin kampung?” tanya Alka.

Alka langsung menatap ke arah Karen karena dugaan di kepalanya.

“Benar sekali kita akan ketemu sama Kak Say.” ucap Karen membaca pikiran Alka.

“Kamu gila, ya?!” ucap Alka kaget.

“Iya. Aku gila karena kakak kamu yang sok jual mahal itu.” ucap Karen.

“Bukankah kamu menyerah sama dia kalau dia jadian sama Kak Nindya?” tanya Alka.

“Iya. Aku memang menyerah mengejarnya macam orang gila tapi aku kan nggak bisa berhenti begitu saja cinta sama Kak Say.” ucap Karen.

“Terus ngapain kita kesini kalau bukan untuk mengganggunya. Bisa ditebas aku sama Kak Say.” protes Alka.

“Aku hanya ingin melihatnya saja. Dia kan charger-ku. Kalau nggak liat dia sehari aku bisa melemah. Tenang saja, aku nggak akan menghancurkan hubungan orang lain kok. Minggu ini aku ada kencan. Aku butuh banyak tenaga untuk bertahan.” ucap Karen.

“Sama siapa?” tanya Alka penasaran.

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s