KAREN & SAY PART 7

“Andra.” jawab Karen.

“Andranya Shine? Apa kamu udah kelewat sinting? Aku kan sudah bilang jangan berurusan sama Shine.” ucap Alka.

“Pagi tadi kepalaku pusing. Andra orang pertama yang muncul dan ngajakin kencan jadi ya sudah.”

“Jadi menurut kamu siapa saja yang mengajak kamu kencan tadi pagi akan kamu setujui saja?” tanya Alka.

“Benar sekali. Aku nggak punya cara ampuh untuk move on, Al.” ucap Karen.

“Dari mana kamu tahu Kak Say di sini?” tanya Alka penasaran.

“Aku nggak sebodoh yang kamu kira. Kalau kamu punya mainan Alka Bond, aku punya wajah diatas rata-rata yang bisa aku manfaatkan untuk menggali informasi. Aku hanya tinggal bertanya sama temen Kak Say.” ucap Karen.

“Bagaimana kamu dapet nomer mereka?” tanya Alka.

“Alka, Sayang. Aku nggak ikut camping cuma untuk mendekati Kakak kurang ajar kamu saja ,tapi aku juga harus tahu dia dari temen-temen Kak Say. Aku hanya bertanya kabar awalnya kemudian kesibukan. Pasti mereka kebanyakan melakukan KKN juga karena satu angkatan. Tinggal basa basi aja sama sapa aja. Mereka juga pasti tahu arah bicaraku ke siapa. Mudah, kan.” ucap Karen bangga.

“Hebatt.” ucap Alka sambil tepuk tangan.

Tidak lama mobil Karen memasuki rumah kepala desa di kampung itu. Berdasarkan informasi selama KKN, di kampung Kak Say tinggal di rumah kepala desa di kampung itu.

“Biasanya, Ren. Anak kepala desa itu pasti cewek. Tentunya cantik.” ucap Alka memanas-manasi sahabatnya.

Aapa aku terlihat biasa saja di mata kamu?” tanya Karen sambil membuka mobilnya.

Benar saja. Kedatangan karen membuat heboh warga kampung itu. Mobil mahal Karen menjadi tontonan yang heboh warga kampung. Belum lagi tampilan Karen yang kelewat beda dari warga kampung.

Setelah Alka basa basi ke kepala desa mereka langsung menuju ke sebuah pendopo untuk mengajar anak-anak di kampung itu.

“Anak kepala desa memang cantik tapi butuh waktu lama buat dia bersaing sama aku.” bisik Karen sambil melihat balita umur tiga tahun itu.

“Paling nggak analisaku benar. Aku kan tidak menyebut usia.” bisik Alka terkekeh.

“Apa yang kalian lakukan di sini?!” tanya Say dengan nada tinggi.

Hal ini langsung membuat Alka dan Karen terlonjak.

“Main.” jawab Karen.

“Apa kalian pikir ini tempat bermain? Apa kamu sudah minta ijin Papa sama Mama?” ucap Say marah pada Alka.

“Kenapa Kakak marah sama aku?” protes Alka.

“Lalu aku harus marah sama temen kamu?” ucap Say tanpa memedulikan Karen.

“Bukan aku yang punya ide main di sini.” bela Alka.

“Terus kenapa kamu nurut saja.” omel Say.

“Itu adalah ideku.” ucap Karen.

Say menatap Karen dengan ekspresi tidak terbaca.

“Cepat sana pulang.” perintah Say ke Alka.

“Paling tidak biarkan kami istirahat dulu. Perjalanan kami cukup panjang.” ucap Karen.

Dengan cueknya Karen mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobilnya.

“Boleh aku minta tolong mengeluarkan barang-barang ini?” pinta Karen cuek.

“Apa lagi ini?” ucap Say ke Alka marah.

Mau tidak mau beberapa teman Say ikut membantu mengeluarkan oleh-oleh Karen.

“Wah, Say. Kamu nggak bilang kalau punya adik cantik-cantik gini. Halo, aku Seno temen KKN Say.” ucap kak Seno menyapa Karen dan Alka.

“Halo, Kak.” sapa Karen sama Alka bersamaan.

“Jangan macem-macem sama Adikku, ya.” ancam Say marah.

“Kalian pasti senewen punya Kakak macam Say. Aku saja yang mengenalnya selama di sini bisa gila karena sikapnya.” canda Seno.

Kemudian setelah Seno muncul Kakak-Kakak yang lain juga datang. Mereka semua berjumlah sepuluh orang. Cewek lima cowok lima.

“Saingan kamu banyak, Ren.” goda Alka sambil berbisik.

“Diem kamu.” bisik Karen.

“Karen sudah punya pacar?” tanya Johan.

Semua cowok di situ juga terlihat penasaran dengan jawaban Karen. Terbukti dengan ekspresi menunggu mereka.

“Kalau kerjaan kalian sudah selesai cepet balik sana.” ucap Say tegas.

“Kan kita sudah saatnya santai. Liat tuh anak-anak tampak menikmati oleh-oleh Alka sama Karen.” ucap kak Bimo.

Say hanya menatap temennya dengan sebal.

“Aku nunggu jawaban kamu lho Karen.” goda Johan.

“Jawab sudah, Ren. Kamu mau kita nggak pulang dengan selamat. Kakak-kakak perempuan temen Kak Say terlihat akan menyerang kamu.” bisik Alka.

“Papa bilang saya nggak boleh pacaran dulu. Katanya saya harus belajar dulu. ” ucap karen dibuat sepolos mungkin.

Alka memutar bola matanya melihat tingkah sok polos Karen.

“Kalau Alka gimana?” tanya Bimo.

“Langkahi dulu mayatku baru kamu deketin Adekku.” ucap Say marah.

“Berarti kalau Karen nggak perlu ngelangkahi mayat Say, kan?” tanya Johan lagi.

“Kalau Say jadi mayat Saya yang akan tersiksa.” ucap Karen.

Alka langsung terdiam dan tidak berani menatap ke arah Kakaknya.

“Saatnya makan.” Ucap Fara, teman KKN Say.

Kemudian cowok-cowok itu masuk ke rumah.

“Ayo, Alka sama Karen makan.” Ajak Fara.

Alka sama Karen mengekor dibelakang mereka.

“Kita harus pulang, Ren. Besok kita sekolah.” ingat Alka.

“Kan kita punya pintu kemana aja.” ucap Karen.

“Ren, aku nggak bisa nyetir. Aku nggak yakin kamu mampu nyetir sendirian.” ucap Alka khawatir.

“Penyakit meremehkan kamu itu nggak sembuh juga ya, Al. Aku ini bukan cewek gegabah yang sembarangan pulang pergi tanpa rencana.” ucap Karen.

“Terus apa rencana kamu Nona cerdas?” tanya Alka.

“Beberapa waktu lalu karena seseorang salah satu sopirku pulang kampung saat libur sampai  saat ini. Dia tinggal di gang sebelum gang rumah bapak kepala desa ini. Aku sudah bilang sama dia untuk pulang kerumah bareng sama aku. Apa kecerdasanku sudah terbukti Nona sok tahu?” ucap Karen.

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s