Cahaya Senja Part 30

“Semuanya ke lab komputer ya. Hari ini Kita praktek disana.” Teriak ketua kelas. Semua murid bergegas menuju lab komputer.

“Absensinya dimana?” Tanya guru komputer. Tidak ada satupun orang yang membawakannya.

“Pak, biar saya sama Aya yang bawa.” Hera menawarkan diri untuk mengambil absensi nya dikelas.

Mereka bergegas membawa absensinya.

“Kamu ambil sendiri aja deh. Aku mau balik lagi ke lab.” Kata Hera sambil berbalik ke arah lab komputer. Aya terdiam bengong melihat kelakuan Hera yang super menyebalkan itu. Intinya dia menyuruh Aya untuk mengambilnya.

“Ngapain Kakak di kelasku?” Tanya Aya heran kepada Ratna yang baru keluar dari kelas Aya.

“Aku salah masuk kelas.” Jawabnya santai.

Aya cepat-cepat mengambil absensi dan secepatnya berbalik ke lab.

Perasaan Aya sudah tidak enak. Kayanya bakal ada yang kejadian lagi. Tapi Aya tidak menggubris perasaan buruknya itu.

“Aya, kamu pucet banget tahu. Ke UKS sana.” Suruh Rio dipenghujung pelajaran komputer.

“Iya entar aja pas istirahat.” Kata Aya.

“Sini aku gendong kamu.” Kata Wildan.

“Nggak usah. Aku tuh ga apa-apa. Emang aku nenek-nenek yang nggak kuat jalan?” Tolak Aya. “Aku jalan sama Mira aja. Kalo kamu kaya gini terus, aku nggak enak sama Hera.” Lanjut Aya kepada Wildan.

“Kerjaan siapa ini?” Teriak Hera dalam kelas. Semua murid langsung mendatangi asal suara ingin tahu apa yang telah terjadi.

Meja Hera terdapat tulisan ‘Anjing Galak’. Hera langsung menatap ke arah Aya dan mendekati Aya dan mendorong nya dengan keras hingga Aya terjatuh. “Pasti kerjaan lo.” Tuduh Hera.

Aya yang memang memiliki sedikit tenaga langsung limbung dibuatnya. Aya terdiam sebentar dan menatap Hera.

“Bukan aku.” Jawab Aya singkat.

“Pasti kamu kan? Kamu nggak terima diomongin kaya tadi kan?” Tuduh Hera lagi.

“Bukan aku.” Jawabnya lagi. Wildan dan Mira membantu Aya berdiri.

“Kamu jangan main tuduh aja kaya gitu.” Wildan membela Aya.

“Siapa lagi kalo bukan dia?” Hera menaikkan intonasi suaranya.

“Ada bukti?” Tanya Wildan singkat dengan tatapan dingin.

“Cuma dia aja yang bermasalah sama aku.” Jawab Hera dengan pasti.

“Ada apa ini ribut-ribut?” Tanya Pak Teguh yang tidak sengaja lewat didepan kelas.

“Itu Pak, Aya menulis tulisan yang tidak pantas di meja.” Lapor Hera sambil menunjuk mejanya.

“Apa benar?” Tanya Pak teguh kepada Aya.

“Bukan saya Pak.” Jawab Aya.

“Pasti dia Pak. Tadi dia ke kelas sendiri waktu pelajaran komputer, semua anak di lab. Bahkan saya yang mau mengantarnya dia suruh saya kembali ke lab.” Ucap Hera dengan dibubuhi sedikit kebohongan.

“Apa benar?” Tanya lagi Pak Teguh.

“Tadi saya memang ke kelas sendiri. Tapi saya hanya mengambil absensi saja pak.” Jawab Aya.

“Bohong itu Pak.” Hera terus menuduh Aya.

“Seperti yang saya pernah bilang, jika kelas ini melakukan kesalahan lagi, saya akan memberikan hukuman fisik. Biar sehat juga kan badannya.” Kata pak Teguh. “Kamu lari sebelas keliling sesuai dengan huruf yang kamu tulis. Sekarang.” Perintah Pak Teguh kepada Aya.

Hera menyeringai menikmati kemenangannya. Aya dengan terpaksa melakukan hukuman atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan.

Aya mulai berlari di lapangan bawah. Sesekali Aya berhenti karena kepalanya terasa pusing.

Pak Teguh mengawasi Aya dari kejauhan. “Jangan berhenti!” Perintah Pak Teguh. Aya mulai berlari lagi pelan-pelan.

Laras yang tahu info dari Wildan langsung menuju lapangan bawah melihat keadaan Aya. Terlihat Aya sangat kelelahan di bawah terik sinar matahari. Aya sukses menjadi bahan perhatian murid sekolah.

“Aku bawain minum nih.” Laras mendekati Aya menyodorkan minum kepada Aya.

“Thanks.” Aya berhenti sejenak dan meminum air yang Laras bawa. “Aaaaah segernya.”

“Kamu pucet banget. Kamu sakit? Udah 3 hari ini nggak makan kan?” Tanya Laras cemas. Aya memegang wajah dan dahi  Aya. “Tuh kan, kamu badan kamu panas banget. Kamu nggak bisa terusin.”

“Pak, Aya sakit, badannya panas.” Teriak Laras kepada Pak Teguh yang berada jauh.

“Bohooong Pak. Itu alesan aja biar mangkir dari hukuman.” Teriak Hera mengompori Pak Teguh.

“Ayoo masih tujuh keliling lagi. Tidak ada alasan buat mangkir.” Kata Pak Teguh.

“Udah lah. Nggak apa-apa.” Aya meneruskan hukumannya dan kembali berlari.

Satu putaran masih bisa dia lakukan. Tak lama dia jatuh tersungkur karena kepalanya terasa berat. Pandangannya mulai kabur. Aya terdiam sejenak.

Ibeng yang sedari tadi memperhatikan Aya didepan kelasnya mendekat ke arah Aya.

“Cukup. Jangan diteruskan lagi.” Ucap Ibeng

“Enam lagi.” Kata Aya dengan nafas terengah-engah. Aya berusaha berdiri dan meneruskan larinya.

“Berhenti Cahaya Senja!” Teriak Ibeng penuh kesal. Ibeng menggenggam tangan Aya dengan erat.

“Bukannya ini yang kalian inginkan? Aku nggak bakalan mengeluarkan air mata karena ini. Jangan harap.” Ucap Aya sinis.

“Tapi kamu tuh lagi sakit. Badan kamu panas kaya gini. Udah bosen idup?” Tanya Ibeng dengan tatapan tajam.

“Mau idup atahu mati apa peduli kamu?” Ucap Aya dingin. Dalam hatinya sudah muak menghadapi semuanya. Ibeng melongo dengan yang barusan Aya ucapkan. Dia tersenyum kecut mendengarnya.

Ibeng kemudian melepaskan genggaman tangannya dan mengambil pecahan keramik yang ada di pinggir lapangan. Berharap usahanya akan berhasil menumbangkan Aya.

Sorry Aya.” Ucap Ibeng sambil menggoreskan keramik ke tangannya Aya. Seketika Aya terjatuh tak kuat menahan beban tubuhnya saking lemasnya. Bahkan kali ini Aya tak sadarkan diri. Ibeng tak menyangka usahanya berhasil. Dia menggendong Aya dan membawanya ke UKS.

“Padahal goresan itu tak mengeluarkan darah, tapi kamu bisa sampai pingsan begini.” Bisik Ibeng. Ibeng merasa ikut bersalah karena kemarin menyemprotkan air ke arah Aya.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s