KAREN & SAY PART 9

“Wooww..keren banget!” ucap Karen takjub

Saat ini dia berada di atas bukit yang pemandangannya luar biasa.

“Aku senang kalau kamu suka” ucap Andra tersenyum tulus.

Hari ini adalah kencannya bersama dengan Andra. Bukannya mengajaknya nonton atau makan ke tempat mewah, cowok ini malah membawanya ke sebuah bukit.

“Aku denger kamu kadang suka wisata alam” ucap Andra.

“Iya. Seseorang mengenalkannya padaku” ucap Karen.

Andra tampak menatap Karen curiga.

“Maksudku keluarga Alka. Mereka memiliki kebiasaan wisata alam.”

Karen menghirup udara dalam-dalam sambil memejamkan matanya. Bayangan tentang pengalaman pertamanya berwisata alam mendadak muncul.

“Apa kamu mau jatuh ke tebing?” tanya Say.

“Nggak sia-sia naik sampai rasanya pengen pingsan. Pemandangannya bagus banget.” ucap Karen

“Nikmatilah pemandangannya sepuasnya tapi jangan sejauh itu. kamu bisa jatuh.” perintah Say.

“Kakak khawatir? Manisnya.” Sindir Karen.

“Aku bisa dihukum  Papa sama Mama kalau kamu sampai kenapa-napa” jelas Say.

“Nggak akan. Mereka tahu kok, kalau mereka menghukum Kakak, itu artinya aku akan kesakitan lebih dari yang Kakak pikirkan.”

“Hentikan omong kosong kamu dan kemarilah” ucap Say sambil mengulurkan tangannya.

“Apa Kakak pernah terluka saat mendaki?” tanya Karen.

“Pernah. Jadi, cepatlah kesini.”

“Aku akan ke situ tapi Kakak harus janji satu hal sama aku” pinta Karen.

“Tidak mau. Kalau kamu memang mau bermain di situ lakukan saja” ucap Say sambil berbalik.

“Berjanjilah untuk tidak terluka.”

Say berbalik menatap ke arah Karen.

“Aku nggak suka ngelihat kakak terluka” ucap Karen.

Say melangkah ke arah Karen dan menarik tangannya kuat-kuat dan menyeretnya pergi dari tebing itu.

“Berhentilah mengatakan hal-hal nggak penting.”

“Itu penting untukku.” ucap Karen.

“Aku bukan orang yang selemah itu.” ucap Say.

“Aku tahu. Oleh sebab itu aku sangat sayang sama kakak” ucap Karen.

“Bangunlah dari mimpi Nona perayu.”

 

“Ren, kamu nangis?” tanya Andra mengembalikan kesadaran Karen. Andra menghapus air mata di pipi Karen.

“Mungkin embun. Atau mungkin aku terharu dengan keindahan alam ini ” jawab Karen beralasan sambil menyembunyikan air matanya.

“Aku baru lihat cewek nangis karena keindahan alam. Kamu punya perasaan yang lembut, ya.” Ucap Andra

“Kenapa kamu ngajakin aku jalan?” tanya Karen.

“Karena aku suka sama kamu.” jawab Andra.

“Kenapa kamu suka sama aku?” tanya Karen lagi.

“Karena kamu cantik” ucap Andra tersenyum.

“Hanya cantik?” tanya Karen kecewa.

Andra tampak berfikir.

“Kamu juga baik” jawab Andra kemudian.

“Aku adalah biang onar di sekolahan kita. Bagaimana aku bisa dibilang baik?” tanya Karen.

Andra tersenyum menanggapi ucapan Karen.

“Kamu pembuat onar tercantik yang pernah aku lihat” ucap Andra gombal.

Karen menaikkan salah satu alisnya karena ucapan gombal Andra.

“Aku hanya bercanda. Kamu nggak kaya yang dibilang sama orang-orang.” ucap Andra.

“Emangnya apa kata orang soal aku?” tanya Karen.

“Kamu sombong, genit dan karakter negatif lain. Selama aku melihat kamu, kamu orang yang lumayan ramah bila sudah mengenal mereka. Kamu juga bukan cewek genit. Cowok yang mendekati kamu, bukan sebaliknya.”

“Bukankah kamu bilang kamu tertarik karena aku cantik?” selidik Karen.

“Bukankah cewek seneng dibilang cantik?” canda Andra.

“Jadi menerut kamu aku nggak cantik?” tanya Karen.

“Sangat cantik” ucap Andra tersenyum.

***

Karen tahu kalau apa yang dikatakan Alka selama ini benar. Dia harus hati-hati sama Shine. Saat ini dia sedang berada di antara gerombolan cewek yang menatapnya marah. Cewek-cewek itu kebanyakan adalah temen sekelasnya. Dengan alasan ingin mengadakan pesta khusus untuk anak cewek, sekarang Karen berada di tengah-tengah temen ceweknya dan menatap Shine yang menangis terisak.

“Selama ini kami diam karena kamu cuma bikin onar sama Alka, tapi saat ini kamu sudah membuat temen baik kita terluka. Sekarang karena sikap genit kamu, kamu akan mendapatkan balasannya.” ucap Dona peminpin gerombolan sakit hati itu.

“Kenapa aku membuatnya terluka?” tanya Karen tenang.

“Apa kamu buta atau otak kamu cuma pajangan saja? Jangan pura-pura nggak tahu hubungan antara Andra sama Shine!” ucap Dona lagi.

“Udah, Don. Karen nggak salah kok. dia nggak tahu kalau aku suka sama Andra.” ucap Shine sok baik.

“Jangan kelewat baik dong Shine. Jelas-jelas selama ini kamu selalu bersama Andra. Biarin saja kita kasih dia pelajaran” ucap Dona.

Saat ini, Karen sedang memikirkan cara keluar dari sini. Sebagai anak tunggal, Karen memang diajari beladiri tapi dia tidak boleh seenaknya memukul cewek-cewek salah paham ini. Selama ini, seheboh apapun dia berkelahi dengan Alka, dia tidak pernah memukulnya.

“Kenapa diem aja?” tanya Dona marah.

“Apa mau kalian?” tanya Karen.

“Kasih kamu pelajaran” ucap Dona.

“Kamu bukan guru” balas Karen.

“Kok kamu jadi nyolot gitu.” ucap Dona tidak terima.

“Apa setelah kalian memberiku pelajaran semuanya akan selesai?” tanya Karen tidak mau ambil pusing.

Cewek-cewek itu hanya diam menatap Karen.

“Kenapa nggak tanya Andra saja> Bukankah masalahnya ada di perasaan dia?” ucap Karen.

“Kami juga nggak buta kalau Andra suka sama kamu.” ucap Dona kesal.

“Kalau Andra yang suka sama aku, kenapa aku yang kalian sudutin di sini? Kenapa bukan Andra? Suruh dia buat jauh-jauh dari aku.”

 

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s