Cahaya Senja Part 31

Akhirnya Aya berakhir di UGD Rumah Sakit. Dia harus diinfus karena dehidrasi dan kurang nutrisi. Wildan dan Ibeng menunggu Aya diluar ruangan. Sementara Aya ditemani Laras dan Pak Teguh.

Tak lama Ayah dan Opay datang ke UGD. Pak Teguh mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya karena menghukum Aya yang sedang sakit. Aya masih tak sadarkan diri karena kelelahan.

“Aya, kamu beneran sakit? Maafin aku ya.” Ucap Opay yang dengan setia menunggu Aya sampai terbangun. Opay merasa sangat bersalah atas candaan yang dia lakukan di cafe.

Aya terdiam memandang langit-langit. Kemudian memandang sekitar ruangan. Dia menarik selimut menutupi tubuhnya setelah sadar melihat Rio, Wildan, Mira, Laras dan  Diaz. “Bikin malu aja.” Bisiknya.

Semuanya lega setelah melihat Aya siuman.

“Bukan kamu kan pelakunya?” Tanya Rio dengan serius.

“Aku udah bilang, bukan aku pelakunya.” Ucap Aya dengan suara lirih.

“Trus kenapa kamu mau aja ngejalanin hukumannya?” Tanya Laras dengan emosi.

“Ribet urusannya. Mana kepala aku pusing tuh si Hera ngomong kenceng banget. Pake acara teriak-teriak segala. Dia pikir lagi di hutan? Dia pikir aku budeg? Makanya aku keluar aja. Tinggal lari, urusan kelar. Coba kalo aku nyangkal, nggak akan beres urusannya dalam waktu sekejap. Nyari jalan yang cepet aja lebih gampang.” Jelasnya sedikit kesal.

“Kamu udah berapa kali dikerjain Hera?” Tanya Wildan dingin. Aya terdiam. Secara pastinya Aya tidak tahu berapa kali.

“Mungkin tiga kali.” Ucap Aya. “Dulu aku masih positif thinking waktu dia bikin aku kesasar naik angkot. Mungkin aku yang salah menangkap maksudnya. Kedua waktu kita belajar kelompok dia menuduh aku memasukkan dompetnya ke tas ku. Ingat kan?” Jelas Aya sambil menatap Wildan. “Ketiga, sampah yang tadi pagi ada di kolong mejaku. Entahlah apa dia atahu bukan yang memasukkannya, yang jelas dia bilang nggak suka kalo kamu nempel terus sama aku.” Ungkap Aya.

“Kenapa kamu nggak bilang ke aku?” Tanya Wildan kesal.

“Kamu juga nggak nanya kok. Ngapain aku harus bilang.”

“Kamu kenapa nggak cerita sih?” Tanya Opay.

“Aku pengen pulang Ah.” Kata Aya mengacuhkan pertanyaan Opay dan berusaha bangun dari tempat tidurnya.

“Ettt. Kamu ga boleh beranjak kemana-mana. Istirahat dulu disini.” Cegah Rio. “Biar Aa yang temenin kamu disini.”

“Oiya, kata dokter kamu kurang nutrisi juga. Kamu nggak makan berapa hari hah?” Tanya Opay dengan galaknya. Aya mengcungkan angka satu dengan jarinya.

“Apaan satu? Udah tiga hari dia nggak makan.” Ucap Laras.

Opay bertolak pinggang dan menggelengkan kepala.

“Pasti gara-gara utek-utek lagi kan? Aku kasih sekarung, baru tahu rasa deh. Phobia-nya jangan keterlaluan dong. Kalo ujung-ujungnya kaya gini mulu kan repot.” Opay kesal dengan Aya yang selalu mengikuti rasa takutnya.

“Iya tuh. Waktu itu ada yang ngasih bingkisan isinya …” ucapan Rio dipotong begitu saja.

“Stop nggak usah bahas ya.” Pinta Aya.

“Kalo gitu aku pamit pulang ya. Cepet sembuh ya.” Pamit Mira diikuti Wildan. Sementara  Laras menunggu dijemput Kakaknya.

Diaz duduk disebelah Aya. Dia menatap Aya dengan lekat.

“Ngapain sih liatin aku segitunya. Jadi malu nih.” Ucap Aya sambil menutup mukanya. Aya jadi salah tingkah dan jantung nya dibuat beedegup kencang. Namun  Diaz tetap memandang Aya tanpa berkata apapun.

Selama 4 hari Aya dirawat dengan diagnosa Thypoid Fever. Orang yang menjenguk silih berganti. Bahkan pada hari ini Ibeng datang menjenguk Aya.

“Maaf.” Ucap Ibeng singkat.

“Untuk apa?” Tanya Aya heran.

“Untuk segala hal.”

“Oke. Kakak emang sepertinya banyak salah sama aku.” Ucapan Aya membuat mata Ibeng melotot hendak keluar dari tempatnya.

Aya yang merasa salah ngomong langsung menutup mulutnya dan nyengir sambil membentuk V di jarinya.”Peace.”

“Kalo nggak kuat, mending nangis aja deh. Nggak usah nunggu lebih lama lagi.” Ibeng memberikan solusi kepada Aya.

“Nggak usah deh ya. Aku bakal lawan semua. Tenang aja. Aku yang akan menang lawan kalian.” Kata Aya Optimis. “By the way, makasih udah dateng.”

“Ya. Cepet sembuh aja. Aku pulang ya.” Pamit Ibeng.

***

“Aaaaahhh, akhirnya keluar juga dari rumah sakit.” Teriak Aya melepaskan masa-masa suram di Rumah Sakit. Aya merasa baru saja keluar dari penjara.

“Ayo pulang. Ke rumah atahu kost atahu cafe?” Tanya Opay yang bertugas menjemput Aya.

Cafe deh. Tangan aku udah gatel nih pengen main musik.” Ucap Aya dengan semangat.

“Waaaahh. Bener-bener udah sehat ya.” Kata Opay melihat tingkah laku Aya yang tidak bisa diam.

“Udah dong. Ayo kita ke pantai Minggu ini. Kemarin kan nggak jadi. Minggu ini ya? Ya? Ya?”

“Oke siap. Makanya jangan sakit. Kita pergi Sabtu pulang sekolah.”

“Oke Opay sayang.”

“Ya pengunjung sekalian, tema nyanyian kita hari ini adalah lagu-lagunya Inka Christie dan Alm. Nike Ardila. Kita akan sedikit bernostalgia ke masa lalu. Pastinya bukan saya yang akan bernyanyi. Hari ini yang akan bernyanyi rekan saya….. Hani, silahkan naik ke atas panggung.” Ucap Opay memulai live music. Opay mempersilahkan seorang wanita yang belum pernah Aya lihat sebelumnya. “Hani ini sama-sama penggemar Inka Christie dan Nike Ardila seperti saya dan Aya. Untuk mempersingkat waktu, kita mulai dengan lagu pertama dengan judul Rela dari Inka Christie. Selamat menyaksikan”

Suara Hani sangat cocok dengan lagu yang dinyanyikannya. Warna suaranya hampir sama dengan penyanyi aslinya. Membuat semua pengunjung terkagum dibuatnya.

Aya melihat Ayah sedang berbincang dengan seorang perempuan. Sepertinya ini bukan pertama kali mereka bertemu karena terlihat sangat akrab.

“Hey, Pay.” bisik Aya saat akan pergi ke dapur.

“Apaan?”

“Itu pacar baru Ayah?” Tanya Aya dengan polosnya

“Huss. Ngaco kamu. Itu temennya Ayah. Udah lama nggak ketemu.” Jawab Opay.

“Bentar lagi aku mau pulang ya. Aku capek banget. Pengen cepet-cepet istirahat.” Ajak Aya kepada Opay. Aya harus mulai siap berperang lagi menghadapi hari esok.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

5Hawa Share Friends

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s