KAREN & SAY PART 10

“Jangan sok kecakepan kamu, ya!” bentak Dona.

“Aku nggak sok cakep tapi emang cakep” balas Karen telak.

“Lama-lama aku bisa naik darah sama ucapan kamu!”ucap Dona

Kemudian diawali dari Dona, cewek-cewek itu menyerbu Karen. Awalnya Karen mencoba mengalah tapi kemudian Karen ngamuk juga.

“Terserah saja kalau aku dapet hukuman.” ucap Karen melawan cewek-cewek itu.

Karen dengan serampangan melempar apapun yang ada di sebelahnya untuk membuat jarak dengan cewek-cewek penuh emosi itu. Meskipun cewek-cewek itu menyerang Karen juga dengan membabibuta tapi tetap saja Karen kalah jumlah. Karen tahu keadanya tidak seperti di film laga dimana satu orang bisa mengalahkan banyak orang. Dengan tenaga yang dia punya, Karen mencoba melawan teman sekelasnya itu.

Tidak lama Karen samar-samar mendengar seseorang mencoba menerjang pintu kelasnya. Terlihat tukang kebunnya menghentikan pertengkaran mereka. Kemudian Karen ambruk dan pandangannya gelap.

***

Samar-samar Karen melihat Mamanya yang menatapnya sedih. Ada kabut yang menutupi matanya tapi rasanya berat membuang kabut itu. Matanya terlalu berat untuk membuka dan kepalanya terlewat sakit. Karen lebih memilih memejamkan matanya karena kantuk yang menyerangnya. Selama dia memejamkan mata dan membukanya, Karen melihat banyak wajah yang dikenalnya Papanya, Mamanya, Orang tua Alka, Alka bahkan Say.

“Nenek, Nenek, kenapa Nenek nggak ada? Kemana Nenek?” gumam Karen lemah.

Karen mulai terisak.

“Karen sakit, Nek. Sakit. Sakit, Nek” gumam Karen.

Samar-samar Karen melihat seseorang mendekat. Serta membelai kepalanya.

“Tenang, Ren. Ada aku di sini.” Ucapnya lembut.

“Nenek, aku mau Nenek” gumam Karen berulang-ulang.

Karen terus menggumamkan Neneknya sambil menangis tersedu.

“Karen mau Nenek. Mau Nenek. Nenek di mana? Karen sakit, Nek” isak Karen.

Karen mencoba meronta dari pelukan.

“Nenek..Nenek kemana.” tangis Karen seperti anak kecil.

Untuk beberapa saat Karen terus saja menangis. Setiap Karen ingin meronta dari pelukannya, pelukan itu makin erat hingga membuat Karen kembali ke alam tidurnya.

Karen pelan-pelan membuka matanya dan mendapati Alka tersenyum padanya.

“Aku nggak tahu kamu jago bela diri. Kalau dipikir-pikir selama ini aku berurusan dengan macan tidur” canda Alka.

“Air..” ucap Karen berat.

Buru-buru Alka mengambil air mineral di meja Karen dan meminumkannya.

“Mau lagi?” tanya Alka

Karen hanya menggeleng lemah. Kemudian dengan tangannya memberikan tanda ke Alka untuk mendekat. Alka menurut dan sebuah tamparan lemah mendarat di pipi Alka.

“Kenapa lama banget?” ucap Karen lemah.

“Maaf. Aku baru saja sampai rumah kemudian iseng mendengarkan rekaman di kamarku. Tapi, Pak Otong nggak telat-telat amat, kan?” tanya Alka.

“Kalau dia tepat waktu aku akan datang memaki kamu bukannya terkapar disini.” Ucap Karen.

“Betapa beruntungnya aku” canda Alka.

“Apa kamu nggak mendengar mereka membuat rencana untuk menyerangku?” tanya Karen.

“Kelihatannya sejak usaha pertamanya Shine mulai hati-hati merencanakan sesuatu. Mungkin juga mereka merencanakannya di kelas mungkin tidak. Sebenernya aku nggak terlalu memperhatikan rekaman di kelas kamu karena kita nggak berantem lagi” jelas Alka.

“Lalu kenapa kamu tadi mendengarkan rekaman itu?” tanya Karen.

“Instingku bilang ada yang nggak beres sama kamu. Aku mau tinggal di sekolahan rada lama tapi Mama minta dianterin belanja jadi aku nggak punya banyak pilihan. Maaf. Harusnya aku lebih waspada sejak kamu putusin ngedate sama Andra” ucap Alka.

“Maaf aku nggak dengerin omongan kamu soal jalan sama Andra” sesal Karen.

“Padahal, aku menghindari untuk ngomel sama kamu soal Andra” ucap Alka.

Karen menatap sekeliling.

Apa aku bermimpi ngelihat Kak Say?” tanya Karen dalam hati.

“Ortu kamu lagi di kantin sama ortuku. Kalau nggak dipaksa makan, bisa pingsan Om Rey sama Tante Nanda” ucap Alka.

Karen menatap Alka dengan tatapan ‘Kamu tahu apa maksudku’ yang di sambut sama tawa Alka.

“Kakak tergalakku tadi ke sini kok. Kamu mesti bilang makasih sama Mamaku karena dia saat itu sedang telfonan sama Kak Say. Ketika aku kaya orang kesetanan pengen ke RS Mama yang lagi telfonan sama Kak Say juga ikut heboh karena informasiku” ucap Alka menjelaskan.

“Sekarang dia dimana?” tanya Karen.

“Astaga, Ren. Kenapa kamu nyari orang yang nggak ada. Dia udah balik lah.”

Karen menatap jam dinding yang menunjukkan waktu tengah malam.

“Kamu nggak balik?” tanya Karen.

“Aku berangkat sekolah dari sini aja.” ucap Alka.

“Kalau dengan berantem memberiku seorang temen, tahu gini aku bakal berantem sebanyak mungkin” canda Karen.

“Berarti setelah kamu pulang dari RS kamu bakal sangat akrab sama temen-temen kamu. karena kamu bisa tukeran tempat tinggal sama mereka semua” balas Alka.

Karen hanya tersenyum.

“Makasih” ucap Karen tulus.

Alka hanya mengangguk sebagai jawaban.

Tidak lama kemudian, Orang tua Karen dan Alka masuk ke kamar.

“Kamu sudah bangun? Mau makan sesuatu?” tanya Mama Karen khawatir.

“Perut Karen masih penuh” ucap Karen sambil tersenyum kaku.

“Karena perutku kosong kayaknya aku yang harus makan” Alka beranjak pergi.

“Makan saja di sini” pinta Karen.

“Aku cuma bentar kok. Om sama Tante, gantian saya nitip Karen ya” pinta Alka yang dibalas dengan senyuman kedua Orang tua Karen.Tidak lupa Alka membawa kembali Orang tuanya ke luar.

Suasana langsung sepi ketika Alka pergi.

“Kamu sudah baikan?” tanya Papa Karen.

“Iya.” ucap Karen singkat.

“Kamu mau sesuatu?” tanya Papanya lagi.

“Aku mau tidur” ucap Karen sambil memutar badannya membelakangi Mama dan Papanya.

Suasana kembali hening, tapi Karen tahu mereka masih di sana.

 

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s