Cahaya Senja Part 32

Esoknya.

“Masih aman sampai sekarang?” Tanya Aya didepan pintu sampai mengamati wilayah sekitar.

“Aman bos. Sejauh mata memandang tidak ada musuh yang akan menyerang.” Jawab Rio yang ikut mengamati koridor depan kelasnya.

“Aya!” Ketua kelas menepuk bahu Aya dari belakang yang sedang serius mengamati keadaan diluar.

“Alamak. Kaget. Aigoo. Aigoo. Bikin kaget saja kau ini.” Ucap Aya yang tersentak kaget. “Kenapa?”

“Emmmm. Untuk Bazar sampai sekarang belum ada yang mau masaknya. Kamu mau ya?” Pinta ketua kelas to the point.

“Wani Piro?”

“Alaaah. Tinggal bilang mau aja.”

“Oke. Aku yang masak. Tapi cuma itu aja ya. Aku nggak mau belanja, apalagi kalau harus kepasar.”

“Tenang aja. Kita udah bikin tim buat bazarnya kok. Nanti list aja apa yang harus dibeli, biar yang lain yang belanja. Kamu jadi kokinya aja, Okey. Thanks ya Ay.” Ucap ketua kelas penuh syukur.

Aya kemudian bersiap lagi akan mengamati keadaan di luar. Dia mengintip kebalik pintu. “Alamaaak.” Aya kaget saat dibalik pintu sudah ada muka nya Wildan. “Aaaaahh. Bikin kaget aja. Lama-lama aku bisa jantungan disini.”

“Hahaha. Muka kamu lucu banget pas lagi kaget.” Wildan tertawa sekencang-kencang melihat ekspresi muka nya Aya.

“Kamu pikir aku badut?” Ucap Aya keki

“Emang mau ngapain sih sampe segitunya?”

“Aku lagi mengamati keadaan sekitar. Siapa tahu ada musuh berkeliaran.”

“Emang mau di apain kalo kamu liat musuh?”

“Ya nggak di apa-apain sih. Iya juga ya. Ngapain juga aku nyariin musuh?” Ucap Aya sambil ikutan bingung.

“Ayaaa.” Panggil Laras dari depan pintu. “Ini dari Ibuku buat kamu. Ibuku langsung masak cap cay buat kamu begitu tahu kamu udah sembuh. Katanya anak cewe itu harus banyak makan sayuran.” Kata Laras sambil menyerahkan kotak makanan.

“Aku kan ga suka sayur.”

“Mulai sekarang harus suka. Awas kalo ga dimakan” kata Laras dengan sedikit Ancaman.

“Iya. Aku bakal abisin.” Ucap Aya dengan keyakinan. Laras kembali kekelasnya karena guru sudah berjalan ke arah kelasnya. Sementara kelas Aya tidak ada guru karena gurunya pergi pelatihan.

“Ayo kita makaaan.” Ajak Aya ke Rio, Wildan dan Mira. Aya cukup pintar mengajak teman-temannya menyantap makanan dari Laras. Aya makan cap caynya sedikit dan dihabiskan oleh teman-temannya.

Sampai akhir pelajaran tidak ada tanda-tanda akan ada penyerangan terhadap Aya. Aya berjalan perlahan keluar pintu kelasnya. Menengok ke kiri dan kanan. Tampak sepi.

Aya merasa aman dan keluar kelas dengan percaya diri.

Plok plok plok

“Selamat ulang tahun kami ucapkan” Lemparan terigu dan telur kembali Aya terima diiringi suara hingar bingar siswa siswi menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

Bahkan besoknya pun Aya menerima perlakuan yang sama.

“Hey….. lama-lama umurku habis kalau tiap hari ulang tahun.” Ucap Aya kesal. Stok baju seragamnya yang bersih juga sudah habis.

Dia berpapasan dengan Ibeng saat hendak pulang. Kali ini Ibeng tertawa kecil melihat Aya dipenuhi telur dan terigu.

“Lagi?” Tanya Ibeng sambil tersenyum.

“Iya. Bulan ini umurku tambah tiga tahun. Dan dua minggu lagi umurku bertambah satu tahun. Jadi aku akan lebih tua dari Kakak. Kalo besok-besok aku kayak gini lagi, umurku cepat habis.” Ucap Aya penuh dengan emosi. Apalagi melihat Ibeng tertawa rasanya kekesalan Aya bertambah 100%. Aya berjalan pergi melangkah pulang meninggalkan Ibeng.

Untungnya hari ini ada pelajaran olah raga, jadi Aya bisa pergi sekolah menggunakan baju Ooah raga.

Tapi ada saja cara untuk membuat Aya kena usil. Aya terpaksa membuka sepatunya karena dengan anak kelas sebelas dengan sengaja menyiramkan air ke kaki Aya yang sedang mengenakan sepatu. Aya berolahraga dengan keadaan kaki telanjang. Padahal hari itu cuaca sangat panas sekali.

“Nih, buat sementara pake dulu sepatu aku.” Ucap Ibeng menyodorkan sepatunya kepada Aya.

“Nggak mau ah. Sepatu Kakak kan gede banget. Nggak nyaman pakenya.” Tolak Aya.

“Mending nggak nyaman apa mending kepanasan? Liat tuh kaki kamu udah merah gitu.” Kata Ibeng “Sini aku pakein.” Ibeng memaksa Aya untuk memakai sepatunya.

Aya tak bisa menolak lagi tawarannya karena begitu pentingnya pelajaran olah raga ini. Ditambah lapangan juga begitu panas membuat telapak kaki Aya tak kuat menahan panasnya. Untungnya ada penyelamat. Pikir Aya.

Aya pulang ke tempat kost nya dan menyiapkan air di baskom. Aya merendam kakinya yang merasakan perih. Padahal tadi tidak pake sepatunya hanya sebentar, tapi perihnya masih berasa. Bagaiman kalo sama sekali tidak pakai sepatu? Mungkin akan lebih parah dari ini. Aya beruntung diberikan pinjaman sepatu walaupun tidak sesuai ukurannya.

Waktu menunjukkan pukul lima sore. Seperti biasa kalo lagi senggang Aya tidak melewatkan memandang langit sore.

Aya naik ke lantai atas dan menemukan gitar. Tanpa mempertanyakan kepemilikannya, Aya langsung menyanyikan lagu-lagu yang dia hapal.

Satu persatu lagu dinyanyikan. Dari lagu jadul, lagu Malaysia, lagu jaman sekarang bahkan lagu dangdut Aya nyanyikan.

“Cieee dangdutan.” Ucap  Diaz yang sedari tadi memperhatikan Aya. “Kamu ternyata bisa main gitar?”

“Bisa dong. Aku bisa main gitar, drum. Yang aku nggak bisa cuma nyanyi. Tapi aku hapal lagu-lagu kok.” Kata Aya

“Waaah. Keren. Aku malah nggak bisa main gitar.”

“Yaaaah. Nggak keren dong. Cowo yang main gitar itu keren tahu.”

“Kok bisa?” Tanya  Diaz heran

“Iyalah. Nanti kan cowoknya bisa ngerayu ceweknya pake lagu sambil diiringi gitar.”

“Kalo gitu pacaran aja sama tukang ngamen.” Ucap  Diaz sambil nyengir.

 

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s