KAREN & SAY PART 11

“Apa kamu benar-benar tidur sekarang?” tanya Papa Rey.

Karen hanya diam saja.

“Maaf selama ini selalu menghindari kamu. Aku nggak tahu bagaimana menjadi orang tua karena selama ini lari dari tanggung jawabku. Aku akan berusaha menjadi orang tua bagi kamu” ucap Papa Karen.

Papa Rey tampak menghela nafasnya.

“Mungkin keluarga kita tidak bisa seindah keluarga yang lain. Aku harus banyak belajar menjadi orang tua yang baik. Jadi, tolong kerjasama serta kesabarannya untuk menjadi orang tua yang layak untuk kamu. Aku akan mengurangi bisnis keluar bersama Nanda. Aku juga ingin kita melakukan liburan sesekali. Aku tahu amat sangat terlambat untuk melakukan wisata keluarga bersama tapi aku dan Nanda ingin mengenal kamu. apa yang kamu suka dan tidak? Apa hobi kamu? Tempat favorit serta makanan favorit kamu.”

Karen berbalik menatap Papa Rey.

“Kalau hal itu dikatakan sebelum aku dihukum aku pasti akan mengatakan semua sudah terlambat dan memaki sebanyak yang aku bisa. Tapi, sekarang aku sudah tidak bisa lari lagi. Aku juga sudah lelah lari dari keyataan hiduku. Memimpikan keluarga bahagia tanpa usaha. Dalam perjalanannya aku mungkin akan bertindak seenaknya. Tolong bersabar. Aku besar menjadi anak yang menyebalkan. Aku juga akan berusaha menjadi anak yang lumayan menyebalkan” balas Karen.

“Terimakasih” ucap Mama Nanda yang dari tadi diam.

Mama Nanda berdiri dari duduknya dan menghampiri Karen.

“Apa kami boleh memeluk kamu?” tanya Mama Nanda.

Karen nampak bingung sesaat tapi kemudian dia membenarkan posisinya ke posisi duduk dan mengangguk. Kemudian mereka berpelukan.

“Ah, satu lagi. Aku rasa aku harus mencari sekolahan baru karena aku sudah membuat onar lagi” ucap Karen mengingatkan.

“Alka sudah memberikan rekaman itu. Jadi, kelihatannya kamu tidak akan dikeluarkan.” ucap Mama Karen.

“Itulah sebabnya kadang aku ingin Kakaknya memiliki sifat Adiknya” gumam Karen.

***

“Cewek-cewek kurang ajar. Awas saja kalau aku masuk sekolah lagi” omel Karen di depan kaca.

Kerena kemarin Karen tidak sadarkan diri saat di bawa ke RS makanya pagi ini Karen ingin mengecek kerusakan apa saja yang sudah dibuat teman sekelasnya. Kepalanya memang tidak ada masalah apapun tapi saat ini wajahnya memar akibat serangan serta amukan membabibuta temen sekelasnya.

“Kamu tetap cantik kok” kata Mamanya.

“Apa mereka dirawat?” tanya Karen.

“Mereka ada di kamar yang berbeda dengan kamu.”

“Apa luka mereka parah? Aku akan memastikan mereka makin memar kalau mereka baik-baik saja sekarang” ucap Karen marah.

“Tampilan mereka hampir sama sama kamu. tapi, menurutku kamu pasien paling cantik.” puji Mamanya menghibur Karen.

“Apa tidak ada yang menuntut perlakuanku?” tanya Karen.

“Mereka cukup tahu siapa yang salah. Jadi, saat ini Rey sedang mengurus semuanya di sekolahan. Semacam penyelesaian keluarga.”

Sampai saat ini Karen memang belum menyebut kedua orangtuanya dengan panggilan  ‘Papa’ dan ‘Mama’ makanya mereka lebih nyaman memakai sebutan nama.

“Maaf kalau kalian disusahkan memiliki anak penuh masalah” ucap Karen.

“Tidak. Justru menyenangkan. Tugas seorang anak adalah membuat orangtuanya kawatir. Kami merasa dilibatkan dengan semua yang terjadi dengan kamu.” ucap Mama.

“Terimakasih…”

“-Ma” ucap Karen.

“Tidak usah..tadi kamu bilang apa?” tanya Mamanya tidak percaya.

“Terimakasih, Ma” ucap Karen mengulangi.

“Ucapkan lagi bagian Mamanya”

“Mama” ucap Karen.

“Lagi.”

“Mama.” ucap Karen lagi.

Mama Karen langsung memeluk putri semata wayangnya itu.

“Ah, jadi begini rasanya memiliki seorang anak” ucapnya sambil memeluk Karen.

***

“Kamu bolos sekolah?” tanya Karen dengan Andra.

“Aku izin kok. ini buktinya” jawab Andra sambil menunjukkan surat ijin keluar sekolahnya.

“Lalu kenapa kamu ke sini?” tanya Karen.

“Aku hanya merasa bersalah” jawab Andra.

“Bagaimana rasanya melihat banyak cewek dirawat di RS karena memperdebatkan kamu?” tanya Karen.

Andra tersenyum sambil menghela nafasnya.

“Aku saat ini menjadi musuh sekolahan karena membuat idola mereka di rawat di RS” ucap Andra.

Andra menatap Karen. “Aku minta maaf karena aku kamu harus berada di RS”

“Tidak masalah. Salahku juga membangunkan monster” ucap Karen.

“Monster?” tanya Andra bingung.

“Gebetan kamu itu” ucap Karen.

“Gebetan? Orang yang menarik di mataku hanya kamu.” ucap Andra.

“Kamu yakin?” tanya Karen.

“Tentu.”

“Lalu apa hubungan kamu sama Shine?” tanya Karen.

“Dia mantan pacarku” jawab Andra.

“Mantan?”

“Apa kamu sedang cemburu?” tanya Andra.

“Tidak. Jawab saja pertanyaanku” ucap Karen.

“Awal SMA kami sempat pacaran selama sebulan. Setelah itu kami putus.”

“Apa memang seperti itu? Apa kalian beneran sudah putus? lLlu kenapa Shine menyerangku karena kamu?” tanya Karen.

“Di mataku hubungan kami adalah hubungan dari mantan pacar berubah menjadi temen.”

“Bagaimana kalau Shine tidak menganggapnya begitu?” tanya Karen.

“Aku nggak punya banyak waktu untuk memikirkan cewek lain karena kamu sudah mendominasi pikiranku” ucap Andra.

“Berhentilah merayuku” ucap Karen.

 

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s