Cahaya Senja Part 33

 

“Idiiih. Nggak gitu juga kali. Intinya aku suka cowo yang bisa main gitar. Kaya Opay kan keren. Dia itu terampil. Sampe-sampe aku ikutin segala yang dia bisa.”

“Oke kalo gitu ajarin aku dong biar aku bisa jadi cowok keren.” Pinta  Diaz.

“Belajar aja sendiri nih.” Kata Aya sambil menyodorkan gitarnya.

“Kamu bisa main piano?” Tanya  Diaz.

“Belum bisa sih. Aku pengen belajar.”

“Kalo gitu nanti aku ajarin. Jadi aku ajarin kamu piano, kamu ngajarin aku gitar, gimana? Setuju?”  Diaz memberi penawaran yang cemerlang.

“Oke setuju.”

Selama beberapa hari ini Aya belajar piano sepulang sekolah bersama  Diaz. Beberapa kali Aya masih kena kejahilan dari murid sekolah. Cuma hal-hal kecil. Tidak sampai separah sebelumnya. Dan sesampai tempat kost, Aya bertugas mengajarkan gitar kepada  Diaz.

“Opay, hari ini jadi berangkat kan?” Tanya Aya ditelpon.

“Jadi dong. Aku lagi packing nih.” Jawab Opay disebrang telepon.

“Sekalian dong baju aku. Masih ada kan dirumah?”

“Masih ada kok. Emang kamu lagi dimana?”

“Aku lagi di sekolah. Aku lagi belajar piano. Oh ya, kamu tahu kan lagu di game piane tiles itu yang judulnya blue, blue gitu. Blue stone alley ato apalah, aku udah bisa loh.” Curhat Aya dengan bangga.

“Mana coba?” Tanya Opay ingin memastikan.

“Nih dengerin.” Aya memainkan jemarinya mengikuti not balok yang ada dihadapannya. “Bisa kan?” Ucap Aya.

“Yaaaah. Not bad lah.” Kata Opay.

Brruuukk! Pintu ruang seni ditutup dengan keras.

Aya tersentak kaget berbalik ke arah pintu sambil melepaskan earphone-nya.

“Akhirnya kamu sendirian ya.” Ucap seorang pria.

“Siapa kamu?” Tanya Aya sedikit takut. Murid laki-laki berbadan besar dan tinggi kini berada di hadapannya.

“Aku penggemar kamu loh. Aku kan sering nongkrong di cafe Dimana Aja Boleh. Masa kamu nggak pernah ngeliat aku sih?” Tanya pria itu. Aya mencari ingatannya yang mungkin tertimbun oleh ingatan yang lainnya. Tapi Aya sama sekali tidak mengenal pria ini. Terlebih lagi Aya tipe orang yang jarang memperhatikan orang lain yang tidak ia kenal.

“Maaf banget nih. Tapi aku benar-benar nggak tahu kamu.” Ucap Aya sedikit meringis ketakutan.

“Kita juga pernah satu sekolah loh waktu SMP. Dulu kan kamu nempel terus ke Noval kan? Aku udah suka sama kamu dari jaman SMP. Masa kamu nggak inget aku.”

Aya berusaha mencari ingatannya saat SMP. Tapi clue yang dia berikan tidak cukup untuk menggali ingatan tentangnya. Aya benar-benar tidak tahu siapa laki-laki itu.

To the point aja deh. Kamu itu siapa? Aku benar-benar nggak kenal kamu.” Kata Aya yang mulai ketakutan.

Aya berlari ke arah pintu untuk menyelamatkan diri dari laki-laki ini. Namun laki-laki itu menarik tangan Aya mencegah Aya pergi dari ruangan itu dan mendorong pelan ke arah tembok.

“Aku Diki. Ingat?” Aya mencari ingatannya sampai kepelosok otaknya. Aya tersentak kaget saat ingatannya muncul tentang Kakak kelasnya ini.

“Mau apa Kakak di sini?!” Tanya Aya dengan takut. Aya teringat Kakak kelasnya ini pernah hampir menciumnya saat acara pengukuhan PMR saat SMP dulu. Saat Aya menginjak kelas tiga dan Kakak kelasnya ini menjadi alumni yang diundang ke acara pengukuhan. Untungnya Laras datang sebelum itu terjadi.

“Aku udah suka sama kamu dari dulu loh. Kenapa kamu masih kaya gini sama aku?”

“Jangan macam-macam ya. Kalo nggka aku bakal teriak loh.”

“Teriak aja. Nggak akan ada yang denger kok. Semua orang kan udah pada pulang. Tinggal kamu dan aku yang disini.” Ucap Diki sambil menyeringai. Diki sukses membuat Aya ketakutan setengah mati.

Tiba-tiba Diaz datang. “Ngapain kamu?” Tanya  Diaz. Untungnya  Diaz masih ada di sekolah yang sebelumnya sudah pamit pulang kepada Aya.

“Aku hanya ingin berbincang dengan dia. Bisakah kau tinggalkan kami berdua?” Ucap Diki dengan santai.

“Aku nggak mau.” Kata Aya sambil hendak berlari ke arah  Diaz. Tapi Diki menahan Aya di tempatnya semula.

“Dia udah bilang nggak mau.” Kata  Diaz mendekati Aya.

“Cukup tinggalkan kita aja. Urus aja urusan mu sendiri.” Ucap Diki yang bertahan pada pendiriannya untuk menahan Aya.

Namun  Diaz tidak menggubrisnya. Dia menarik Aya sambil berkata “Aya ini adalah salah satu urusanku. Jadi aku harus mengurus urusanku yang satu ini.”

Aya merapikan barangnya dan pergi keluar.

“Untung Kang Diaz balik lagi kesini.” Ucap Aya dengan suara bergetar.

“Opay telepon aku. Katanya ada yang nggak beres. Aku langsung kembali berlari ke sini. Kamu nggak apa-apa?”

“Aku cuma takut aja. Sejujurnya Aku masih trauma.”

“Ya udah minum dulu gih biar agak tenang.” Suruh  Diaz.

Tak lama Opay datang dengan wajah khawatirnya.

“Kamu nggak apa-apa?” Tanya Opay panik

“Aku nggak apa-apa Opay, untung Kang Diaz cepet-cepet dateng. Kalo ngga….. hiiiii.” Aya bergidig mengingat masa lalunya.

“Syukurlah kalo gitu.” Ucap Opay tenang. “Thanks ya.” Ucap Opay kepada  Diaz.

“Iya sama-sama. Kalo gitu aku pulang ya.” Kang Diaz pamit pulang.

“Come on sister, waktunya bersenang-senang.” Ucap Opay kepada Aya.

Ok bro, LETS GO!.” Ucap Aya penuh semangat.

Aya dan Opay menjalankan rencananya seperti yang sudah direncanakan. Mereka berkendara menuju ujung genteng. Sepanjang perjalanan banyak yang mereka bicarakan layaknya orang yang tidak bertemu bertahun-tahun.

Malam hari mereka habiskan di perjalanan. Aya tertidur sementara Opay tetap menyetir. Perjalanan yang cukup panjang terbayar oleh indahnya pantai dan sunrise.

“Aaaaaaaaa INDAHNYA!!!” Teriak Aya. “Thanks God.”

Aya dan Opay merebahkan badannya di atas pasir. Suasana pantai yang sepi menenangkan jiwa.

“Ay, kalo kamu suatu hari nanti ketemu Ibumu dan galih, apa yang akan kamu lakukan?” Tanya Opay dengan serius.

 

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Berbagi-Moment_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s