KAREN & SAY PART 12

“Saat ini aku sedang berusaha meyakinkan cewek yang aku suka.” ucap Andra.

“Saat ini aku berada di RS. Besok apa yang akan terjadi sama aku? Aku yakin mantan kamu itu nggak akan tinggal diam untuk sekedar memberiku pelajaran lagi” ucap Karen.

“Aku akan melindungi kamu.” ucap Andra yakin.

Karen mentap Andra dengan kesal..

“Aku jalan sama kamu karena aku pikir kamu penasaran padaku. Sampai sejauh mana kamu ingin dekat denganku?” tanya Karen.

“Aku mau pacaran sama kamu.” ucap Andra.

“Lalu apa yang terjadi setelah kita pacaran?” tanya Karen.

Sekarang gantian Andra menatap kosong ke Karen.

“Aku pasti akan senang. Rasanya akan seperti mimpi yang menjadi kenyataan” jawab Andra.

“Kamu mendekatiku bukan karena kamu suka sama aku. Awalnya mungkin tapi setelah mendapat banyak penolakan kamu menjadi penasaran. Rasa suka kamu berubah menjadi obsesi.”ucap Karen.

“Aku yang punya perasaan sama kamu bukannya kamu. Aku nggak masalah saat ini kamu naksir sama cowok lain tapi aku akan berusaha menjadi cowok kamu. Bukan karena obsesi tapi memang rasa sukaku sama kamu.” ucap Andra sambil menarik tangan Karen dan menggenggamnya.

Karen menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan. Cowok di depannya ini lebih susah dari cowok lain.

“Aku akan menyelesaikan semuanya demi kamu. Aku nggak akan biarin siapapun lukain kamu.” ucap Andra.

Tidak lama dari ambang pintu Say masuk ke kamar Karen. Langsung saja Karen menarik tangannya dari Andra.

“Sepertinya aku datang di saat tidak tepat” ucap Say salah tingkah.

“Masuk saja, Kak” ucap Karen.

Suasana menjadi aneh sesaat.

“Andra kenalin itu Kak Say, Kak Say ini Andra” ucap Karen.

Mereka saling menatap sesaat kemudian berjabat tangan.

“Semua orang sedang sibuk menelesaikan keributan di sekolah kamu jadi aku akan berjaga di sini selama mereka pergi” kata Say.

“Tidak usah, Kak. Aku akan menjaga Karen selama ortu Karen pergi” ucap Andra.

“Bukankah kamu harus kembali ke sekolahan?” ucap Karen mencoba mengusir Andra.

Andra seperti memahami sesuatu dan mengangguk pelan.

“Aku balik dulu. Aku akan kesini lagi pulang sekolah” kata Anda meninggalkan mereka berdua.

Ruangan kembali sepi.

“Kakak bukannya sibuk KKN?” tanya Karen.

“Kamu keberatan aku di sini? Apa aku harus memanggil pacar kamu ke sini?” ucap Say.

“Dia bukan pacarku” ucap Karen.

“Kalau ada sesuatu aku ada di luar” ucap Say.

“Jadi, aku harus teriak-teriak manggilin Kakak?” ucap Karen.

“Teknologi sudah maju jadi manfaatkan saja” ucap Say sambil menunjukkan ponselnya kemudian berbalik.

Langsung saja Karen menelfon Say. Say tampak menatap layar ponselnya dengan bingung dan berbalik menatap Karen.

“Bukankah Kakak bilang harus memanfaatkan teknologi” ucap Karen.

“Ada apa?” tanya Say.

“Aku mau ke toilet.”

Say mendekati Karen dan membantunya berdiri.

“Sakit. Kakiku kelihatannya kram karena aku hanya diam saja seharian” ucap Karen beralasan.

Say langsung membopongnya tanpa banyak bicara. Kemudian membawa Karen ke toilet.

“Kalau sudah selesai aku di depan pintu” ucap Say.

Karen tersenyum senang menanggapi ucapan Say.

Hari ini bisa dibilang Karen menang banyak. Dia bisa bermanja-manja dengan Say seenaknya.

“Apa tangan kamu juga mengalami kram sehingga aku harus menyuapi kamu?” tanya Say.

“Tentu” ucap Karen sambil memijit tangannya.

“Aku sangat menyesal berada di sini” ucap Say.

“Aku sebaliknya” ucap Karen.

Tidak lama Say mendapatkan telfon. Sekilas Karen melihat Caller ID penelfonnya adalah ‘Pacarku’. Karen cukup tahu siapa yang menelfon Say. Senyum Karen langsung menghilang saat Say Kemudian keluar ruangan. Karen hanya menatap kosong makanan di depannya kemudian menyuapkannya di mulutnya.

“Tangan kamu sudah nggak kram lagi?” tanya Say setelah selesai telfon.

Karen hanya mengangguk sebagai jawaban.

Suasana ruangan kembali tegang.

“Apa kamu perlu sesuatu?” tanya Say.

“Aku perlu kakak” ucap Karen.

Say menaikkan kedua alisnya bingung.

“Aku sudah pernah bilang Kakak adalah obat buatku. Hanya dengan kehadiran Kakak membuatku senang” ucap Karen.

Suasana kembali hening.

“Kalau Kakak lapar Kakak bisa mengambil sesuatu di kulkas. Tapi kalau Kakak lapar ada kantin” ucap Karen mulai bicara tidak jelas.

“Aku tidak lapar. Aku akan di sini” ucap Say.

Karen kembali menyendokkan makanannya. Tapi, kemudian Say langsung merebutnya dan menyuapkannya ke Karen.

“Jangan memaksakan diri. Bukankah kamu bilang tangan kamu kram” ucap Say mendekatkan sendok ke mulut Karen.

Karen membuka mulutnya dan mengunyah makanannya.

“Jangan sakit lagi” ucap Say.

Karen merasakan dia sulit menelan makanannya hanya dengan mendengar ucapan Say.

“Kamu mau minum?” tanya Say.

Karen hanya diam saja mematung.

“Kamu nggak apa-apa kan? Apa perlu aku panggilkan dokter?” tanya Say khawatir.

“Nggak. Aku baik-baik saja” ucap Karen.

Say kemudian menghapus air mata yang tanpa Karen sadari mengalir.

“Maaf. Aku tidak sadar air mataku mengalir” ucap Karen sambil menghapus air matanya.

 

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1Smart-Calendar_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s