KAREN & SAY PART 13

Say hanya menatap Karen dengan tatapan tidak terbaca.

“Aku hanya memberikan satu kali kelonggaran untuk kamu sekarang. Setelah ini, aku hanya akan menjadi Kakak temen kamu” ucap Say.

“Aku boleh melakukan apapun sama Kakak?” tanya Karen.

“Iya” ucap Say.

“Hanya hari ini? Tidak bisakah aku memintanya lain waktu?” tanya Karen.

“Tidak. Hanya kali ini bukan hari ini” ucap Say.

“Kenapa? Kenapa Kakak memberiku kelonggaran saat aku sakit? Kenapa tidak ketika aku sehat? Apa untuk membatasi gerakanku?” ucap Karen emosi.

“Kamu harus menepati janji kamu sama Kakak. Jangan menyiksa diri kamu terlalu lama. Keadaan ini sangat canggung. Kamu harus hidup dengan baik. Makan teratur serta bersosialisasi. Apa kamu tidak tahu kamu makin kurus?”

Karen hanya terisak.

“Aku juga tidak mau melihat kamu terus-terusan menangis. Siapapun yang melihatnya akan merasa tidak nyaman” ucap Say lagi.

Karen menghapus air matanya dengan kasar.

“Aku ingin sebuah pelukan. Setelah ini aku akan makan dengan baik dan hidup dengan baik” pinta Karen.

Say merapikan meja di depan Karen sehingga tidak ada penghalang di antara mereka dan kemudian memeluk Karen.

“Kakak tidak boleh melepasnya sampai aku minta.” ucap Karen dalam pelukan Say.

“Iya.” ucap Say.

“Jangan perdulikan tangisanku” ucap Karen terisak.

“Iya.” ucap Say.

Karen terisak di dalam pelukan Say. Sedangkan Say hanya diam saja.

***

“Alkaaaaa!!!!!!” teriak Karen.

Karen langsung berjalan menuju kelas Alka. Sebenernya Karen tahu pasti itu bukan ulah Alka tapi akan terasa aneh bila dia menuduh prang lain di kelasnya. Ketika sampai di kelas Alka, cewek itu sedang menatap polos ke arah Karen.

Tolong jangan bilang ini ulah kamu” ucap Karen dalam hati.

“Ah, kamu sudah menerima hadiah dariku” ucap Alka tersenyum.

“Jadi ini ulah kamu?” tanya Karen marah.

“Iya.” ucap Alka.

“Kamu tidak mencoba untuk mengelak?” tanya Karen tidak percaya.

Karen saat ini kebingungan dengan ulah Alka.

“Kue itu tampak cantik di wajah kam.” ucap Alka menegaskan.

“Kenapa?” tanya Karen sakit hati.

Pagi tadi Karen mendapatkan hadiah di mejanya. Dengan hati-hati Karen membukanya. Di dalamnya terdapat kue black forest kesukaannya. Dia tetap saja merasa curiga dan mengeceknya dengan hati-hati. Ketika dia hendak mencolek kue itu tiba-tiba saja kue yang berisi pegas di dalamnya itu memantul ke wajahnya.

“Aku hanya mau kamu sadar” ucap Alka kali ini dengan muka serius.

“Sadar? Sadar dari apa?” tanya Karen marah.

“Kamu menyiksa diri kamu.” ucap Alka pelan.

“Menyiksa? Bukankah saat ini kamu yang menyiksaku?!!” teriak Karen.

Tidak lama Pak Toro datang dan menyera mereka ke kantor.

“Kenapa lagi kalian ini? Bukankah kalian sudah berdamai?” tanya Pak Toro bingung.

“Bukan saya, Pak. Tapi Alka yang memulai” bela Karen.

“Iya. Saya yang memulainya” ucap Alka.

“Kenapa?!” teriak Karen

“Aku hanya mau kamu sadar” ucap Alka lagi.

“Sadar dari apa?” tanya Karen.

“Apa kamu tidak sadar selama beberapa waktu ini berubah?” tanya Alka.

“Berubah apa?”

“Kamu tidak memedulikan aku dan hidup tidak jelas dengan jalan dengan sembarang cowok setiap harinya. Apa kamu tidak tahu semua orang sedang membicarakan kamu saat ini?” ucap Alka.

“Apa peduli kamu?” tantang Karen.

“Aku peduli karena aku temen kamu!” teriak Alka.

“Temen? Apa kita berteman? Apa kita pernah ke kantin bareng? Pulang bareng di depan semua orang? Kita bukan semua itu. Kita harus menyembunyikan semuanya dari semua orang. Apa itu disebut teman?” ucap Karen marah.

“Saat ini bukan itu masalahnya” kata Alka mencoba tenang.

“Lalu apa?” ucap Karen marah.

“Ada apa sama kamu? Kalau ada masalah bilang sama aku” ucap Alka.

“Memangnya kenapa kalau aku nggak bilang sama kamu? Apa  aku harus curhat sama orang yang takut berteman sama aku. Merahasiakan pertemanan kita. Apa itu namanya teman?!” ucap Karen.

“Kalau kamu memang mau kita berteman seperti pada umumnya, Ayo. Ayo kita ke kantin bareng dan pulang bareng” ajak Alka.

“Telat!!” teriak Karen.

Karen menatap marah ke Alka.

“Aku nggak mau temenan sama kamu” ucap Karen.

Alka menatap Karen dengan tatapan kesakitan.

“Apa aku melukai kamu?” tanya Alka terluka.

Tatapan Karen langsung kabur dan sebuah buliran air mata membasahi pipinya. Saat ini Alka dan dirinya sedang terluka.

“Iya. Kamu melukaiku. Keberadaan kamu mengingatkan aku sama cowok yang amat sangat aku sayangi. Setiap aku melihat kamu, rasanya seluruh tubuhku sakit. Aku hanya ingin melupakannya.” ucap Karen tertunduk di meja sambil memeluk tubuhnya dan menagis tersedu.

Alka menatap Karen. Dia ingin menghiburnya tapi dia tidak mau melukai Karen.

“Maaf bila aku mengigatkan kamu sama seseorang” ucap Alka lirih.

Selama beberapa waktu ini, Karen jalan dengan beberapa cowok di sekolahannya. Dia hanya ingin melupakan sakit hatinya. Dia juga menghindari Alka.

“Aku selalu bertanya sama mereka apa yang membuat mereka pengen ngajakin aku jalan. Jawaban mereka selalu sama karena aku cantik. Mereka memaklumi semua kelakuan burukku karena aku cantik. Apa kamu pikir itu menyenangkan? Bagaimana kalau aku tua nanti dan tidak ada yang mau bersamaku? Aku tahu rasanya kesepian dan aku nggak mau merasakannya lagi. Aku tidak mau sendirian” isak Karen.

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

7

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s