KAREN & SAY PART 14

Alka hanya diam mendengarkannya.

“Bagaimana menemukan orang yang mau bersama kamu karena itu ‘kamu’ bukan hanya kerena kamu cantik dan bisa dipamerin? Aku sudah makan dengan baik sampai rasanya aku mau muntah. Aku juga sudah bersosialisasi sampai rasanya muak. Aku harus gimana, Al? Aku mesti gimana? Apa kamu punya alat untuk menghilangkan rasa kesepian? Menghilangkan patah hati?” ucap Karen sambil mengguncang badan Alka.

Alka hanya diam menghadapi Karen yang mengguncang badannya.

“Aku nggak tahu kalau kamu sampai seterluka ini karena Kak Say. Maaf, Ren. Maaf selama ini aku tidak terlalu peduli dengan perasaan kamu.” ucap Alka ikut terisak.

Alka langsung memeluk Karen.

“Maaf, Ren. Aku hanya mau kamu kembali jadi Karen yang aku tahu. Aku nggak mau lihat kamu membohongi diri kamu dengan jalan sama sembarang orang atau terluka karena salah paham orang.” ucap Alka.

Karen hanya menangis sambil memeluk Alka erat.

**

“Ayo makan” ajak Alka.

Karen menatap Alka dengan bingung. Bukan hanya Karen, tampaknya teman Karen di kelasnya juga ikut heran saat Alka ngajakin Karen makan.

“Bukankah kamu mau melakukan hal yang biasanya dilakukan seorang temen, kan?  Kita akan menghadapi semuanya bersama mulai saat ini” ucap Alka.

“Aku nggak mau” tolak Karen.

Seakan tidak mendengarkan, Alka menarik Karen dari kursinya dan menyeretnya ke kantin.

“Lepas, Al” pinta Karen.

Alka dengan cueknya tetep menarik Karen ke depan kantin. Bahkan Alka tidak perduli dengan tatapan aneh semua orang di kantin itu

“Mau makan apa?” tanya Alka.

“Aku nggak mau” ucap Karen cuek.

Alka memesan makanan yang biasa Karen makan dan duduk di sebelah Dinda temen sekelas Alka.

“Bukankah aku sudah bilang aku nggak mau makan sama kamu?” ucap Karen marah

“Kenapa?” tanya Alka

“Aku benci sama kamu.” ucap Karen.

“Aku tahu pasti itu. Paling nggak kamu harus makan banyak untuk membenciku. Membenci membutuhkan energi lebih banyak dari perasaan apapun” ucap Alka.

Alka menatap Dinda yang duduk tidak nyaman di kursinya.

“Kamu pastinya sudah tahu cewek ini, kan? Dia musuh besarku Karen. Idola sekolahan ini.” ucap Alka.

“H-hai.” ucap Dinda tidak nyaman.

“Kamu lihat, kan. temen kamu nggak suka aku di sini” ucap Karen.

“Ng-nggak kok. Aku hanya segan saja” ucap Dinda.

“Dia bukan pejabat jadi santai saja.” ucap Alka.

Tidak lama Andra datang mendekati meja mereka.

“Kalau nggak nyaman kita makan bareng aja, Ren” ajak Andra.

“Antri, bung. Aku sudah mengajaknya. Kalau kamu mau kamu bisa duduk di sebelahnya” ucap Alka.

“Apa kamu kembali ke kebiasaan kamu yaitu mencuri?” ejek Andra.

Secara refleks Karen berdiri sambil menyiramkan minumannya ke Andra.

“Jaga bicara kamu!” bentak Karen.

“Tapi, Ren. Aku hanya membela kamu.” ucap Andra kaget.

“Aku nggak butuh dibela. Jangan menjadi pahlawan di depanku. Urusi saja wajah terluka di sana” ucap Karen menunjuk Shine.

“Sudah aku bilang kalau..”

“Sudah aku bilang aku nggak mau ada drama, Dra. Tolong, aku mau makan dengan tenang.” ucap Karen kemudian duduk .

Alka melihat temennya dengan tersenyum.

“Kenapa senyum?!” omel Karen.

“Aku seneng kamu balik kaya biasanya” ucap Alka.

“Jangan sok mngenal aku” omel Karen lagi.

Alka malah tertawa.

“Maaf Nona asing. Bukan maksudku sok kenal. Setelah drama itu kamu nggak mau makan?” ucap Alka menunjuk makanan Karen yang sudah datang.

Karen mengambil air mineral Alka kemudian meminumnya.

“Aku nggak sengaja menumpahkan minumku” ucap Karen.

“Tempat pembuangan yang menarik” ucap Alka melihat ke arah Andra.

“Aku tidak suka menyia-nyiakan minuman” jawab Karen.

***

“Kamu yakin mau pindah sekolah?” tanya Papa Karen.

“Karen pikir itu jalan terbaik buatku, Pa.” ucap Karen.

Karen tampak berfikir sebentar.

“Selama beberapa waktu ini menghilang, sudah saatnya Karen kembali ke kehidupan Karen. Sekolahan lamaku membawa banyak drama di hidupku.” ucap Karen.

“Alka tahu kamu mau pindah?” tanya Mama Karen.

“Tidak. Aku nggak mau nyusahin dia terus-terusan. Aku yakin beberapa waktu ini dia mencoba mencariku makanya aku minta kalain tidak membawa gadget apapun selama kita liburan” ucap Karen.

“Kalau kamu sudah memikirkan dengan matang, Papa akan ke sekolahan kamu dan bilang itu sama kepala sekolah” ucap Papa Karen.

“Bukankah lebih baik kamu pikirkan lagi. Jangan karena emosi sesaat kamu memutuskan untuk pindah. Mama dulu juga mengalami banyak hal di masa SMA” ucap Mama Karen hati-hati.

“Aku bisa melihat itu karena aku mewarisi kecantikan itu.” ucap Karen.

“Kamu bisa saja.” ucap Mamanya sambil membelai rambut Karen.

Setelah Karen kembali dari liburannya dia langsung mencari ponselnya dan mengeceknya. Karen tersenyum melihat betapa banyaknya panggilan yang dilakukan sama Alka. Tiba-tiba ponselnya bunyi.

“Kenapa?” tanya Karen.

“Kenapa? setelah hampir seminggu nggak ada kabar kamu dengan santainya bilang kenapa?” ucap Alka

“Hei, kamu bukan pacarku. Jadi aku nggak harus kasih kamu kabar” ucap Karen santai.

“Kemana saja kamu? Kamu baik-baik saja, kan?” tanya Alka.

 

Oleh        : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

6

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s