KAREN & SAY PART 15

 

“Apa kamu nggak baja surat izinku? Di situ ditulis berobat. Tentu saja aku baik-baik saja.” ucap Karen.

“Sampai saat ini belum ada obat paten mengobati sakit hati” ucap Alka.

Karen malah tertawa.

“Aku habis liburan” ucap Karen.

“Liburan apa yang tidak bisa dihubungi. Bahkan, rumah kamu sepi” ucap Alka.

“Kami liburan bersama dengan syarat tidak ada gadget. Kami ingin mendekatkan diri sebagai keluarga” ucap Karen.

“Lalu apakah berhasil?” tanya Alka.

“Lumayan” ucap Karen.

“Syukurlah” ucap Alka.

“Apa kamu tidak tahu kalau panggilan dan pesan kamu memenuhi ponselku?” ucap Karen sambil melihat berbagai pesan dan panggilan.

Tangan Karen terhenti ketika sebuah Caller ID tertera  “Kak Say”. Memang hanya sekali panggilan tapi itu sanggup membuat karen sesak nafas.

“Ren, kamu masih hidup kan?” tanya Alka.

“Maaf mengecewakan kamu.” ucap Karen.

“Besok masuk, kan?” tanya Alka.

“Tentu” ucap Karen.

Kemudian Alka menutup telfonnya.

Karen terus menatap Caller ID itu. Dengan ragu dia menelfon balik. Kemudian mematikan sebelum tersambung.

“Aku harus merelakan kamu.” ucap Karen.

“Hallo.” ucap suara di sebrang.

Karen memaki dirinya sendiri yang tanpa sadar memanggil Say.

“Ha-hallo.” Ucap Karen

Suasana sunyi beberapa detik.

“Maaf. Aku pikir aku salah menelfon orang” ucap Karen sambil menutup telfonnya.

Tidak lama Say menelfonnya. Karen terkesima sebentar. Dia bingung harus bagaimana. Karena terlalu lama berfikir, panggilannya sudah berakhir. Karen menyesal tidak mengangkatnya.

“Kamu di mana, Dan?” tanya Karen di telfon.

“Aku baik-baik saja, Ren. Tolong biasakan basa basi dulu.” jawab Daniel.

“Aku yakin kamu baik-baik saja karena kamu bisa mengangkat telfonku.” Ucap Karen

“Aku sedang ada kencan sama gebetanku.” Ucap Daniel.

“Baiklah. Aku sebentar lagi ke tempat nongkrong kita.” Ucap Karen tidak peduli.

“Apa kamu lupa bahasa Indonesia? Aku bilang aku lagi kencan. Bisa kamu bayangkan aku sesibuk apa?” ucap Daniel.

“Aku bisa membayangkan sesibuk apa. Siapa lagi sekarang?” tanya Karen.

“Tadi aku melihatnya berlenggak lenggok di catwalk.” Jawab Daniel.

“Aku akan menelfon kamu kalau aku sudah sampai sana.” Ucap Karen.

“Apa kamu pikir aku cowok panggilan yang harus selalu ada bila kamu butuhin?” ucap Daniel

Karen terdiam sejenak. “Maaf beberapa waktu ini aku kacau.” Ucap karen.

“Apa kamu pikir kamu datang padaku tidak dalam keadaan lebih kacau?” tanya Daniel.

“Aku tahu. Aku sayang kamu.” ucap karen sambil menutup telfonnya lalu bergegas menemui Daniel.

Karen menatap sebel sama Daniel dan gebetannya yang duduk dengan mesra di depannya.

“Kamu nggak sedang berusaha membuatku cemburu, kan?” ucap Karen.

“Kalau kamu cemburu itu adalah tambahan yang mengagetkan dari kehadiran kamu. Aku hanya sedang ingin menunjukkan kalau aku sibuk.” Ucap Daniel.

“Aku bisa lihat.” Ucap Karen.

“Berapa lama kalian berteman?” tanya Daniella, gebetan Daniel.

“Apa aku boleh menebak bagaimana Daniel deketin kamu? Pasti karena kesamaan nama kalian.” Ucap Karen.

“Iya. Dia amat sangat ahli mendekatiku.” Ucap Daniella tersenyum.

“Aku bisa menebak itu.” ucap Karen.

“Kamu belum menjawab pertanyaanku. Berapa lama kalian temenan?” ucap Daniella.

Karen menatap Daniel sekilas. Karen tahu dia harus berperan sebagai apa dengan kode dari Daniel.

“Sebenernya kami tunangan. Orang tua kami sudah menjodohkan kami. kamu tahu kan istilah ‘main-main’ sebelum menikah? Itu sedang kami sepakati saat ini.” jawab Karen santai.

Daniella langsung berdiri.

“Kalian gila.” Ucap Daniella berlalu.

“Kenapa kali ini?” tanya Karen sambil menatap kepergian Daniella.

“Aku sudah mendapatkan nomor telfon cewek yang lebih menarik.” Ucap Daniel.

“Model?” tanya Karen.

“Fotografer cantik.” Ucap Daniel sambil senyum menggoda.

“Aku bersyukur aku tidak terpuruk dalam pesona kamu.” Ucap Karen.

“Padahal itu akan menarik.” Ucap Daniel kecewa.

Daniel menatap Karen seksama.

“Kamu kurusan.” Komentar Daniel.

“Aku sengaja diet.” Ucap Karen beralasan.

“Apa kamu belum bisa move on dari cowok itu?” tanya Daniel.

“Makanya aku mau refrensi sekolahan yang bagus buatku. Aku mau pindah.” Ucap Karen.

“Kamu serius?” tanya Daniel.

“Kenanganku terlalu banyak di sana. Aku bisa sesak nafas berlama-lama di sana.” Ucap Karen.

“Mau sekolahan macam apa? Yang ada kisah cinta manisnya atau ada satria berjubahnya?” tanya Daniel bercanda.

“Yang nggak ada kamunya.” Ucap Karen.

“Semua tempat mengingatkan sama aku.” Ucap Daniel.

“Bilang saja jangan pindah.” Ucap Karen.

“Itu maksudku sih.” Ucap Daniel.

“Terserah. Aku balik dulu.” Ucap Karen berlalu.

Karen mengehentikan mobilnya di depan pagar rumahnya ketika seseorang yang dikenalnya berdiri di sana. Karen turun dari mobilnya.

 

Oleh    : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1Hawa Smart Calendar

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s