Cahaya Senja Part 38

 

“Jadi kamu beneran pulang?” Tanya Galih di seberang telepon.

“Iya, aku pergi aja ke cafe. Lagian isengnya udah kelewatan. Aku kan takut banget sama ulat.” Kata Aya yang duduk didepan Cafe menunggu kehadiran siapa pun yang akan bekerja. Cafe belum dibuka. Biasanya baru ada orang datang jam 10. Sedangkan Aya sudah sampai Cafe jam 8. Pastinya Cafe masih dikunci rapat.

“Ya udah ntar aku buangin ulat nya deh. Aku rela jadi OP berikutnya asalkan buat kamu.” Ucap Galih.

“Eeeeuuuhh. Terus ya gombalnya nggak berhenti.”

“Udah ya ada guru masuk. Entar pulang nya aku jemput. Oke.” Kata Galih sambil sedikit berbisik.

Aya menunggu di bawah teriknya matahari. Dia memejamkan matanya dan tak sadar dia sudah tertidur lelap.

“Ayaaaaa…. Ayaaaa… bangun. Kamu nggak sekolah?” Suara Ayah membangunkan Aya dari lelap tidurnya.

“Hah? Oh, Cafe-nya udah buka? Akhirnya.” Kata Aya sambil meregangkan badannya yang pegal menunggu diluar Cafe.

“Kenapa nggak sekolah?” Tanya Ayah.

“Itu loh yah, masa anak-anak jahil pake acara nyimpen ulat segala di meja. Kan sebel banget. Mana nggak ada yang mau buangin pula. Ya mendingan Aya pulang.” Cerita Aya dengan kesalnya.

“Haha. Kamu itu masih takut sama ulat? Ayah inget waktu kecil itu kamu lari sambil nangis gara-gara Opay sama Galih ngejar kamu sambil bawa ulat, terus ulat yang di bawa Galih itu nemplok di rambut kamu kan sampe-sampe rambut kamu harus dipotong. Terus leher kamu dipenuhi bentol kena bulu ulat nya itu kan?” Ayah mengingatkan Aya saat-saat mengerikan yang dia alami sampai dia sebegitu takutnya sama ulat.

“Iiiihh. Kalo diinget-inget jadi ngeri. Hiiii. Jadi berasa gatel-gatel badan Aya.” Aya bergidig sambil menggaruk badannya tak jelas. Yang pasti Aya merasakan gatal disegala tempat.

“Oh iya, Yah.” Aya teringat dengan kemunculan Galih yang belum sempat ia ceritakan. “Galih akhirnya muncul dipermukaan bumi ini Yah.”

“Masa? Kapan ketemu? Di mana? Kok nggak dibawa ke sini? Jadi cakep nggak? Tinggi nggak? Apa masih pendek kaya dulu?” Tanya Ayah dengan seribu pertanyaan

“Nanyanya satu-satu dong Yah. Sampe diborong gitu. Entar dia dateng kesini kok. Ternyata dia itu cucu nya yang punya kost Yah.”

“Masa sih? Orang tuanya ke mana? Kalo ketemu orang tuanya pasti Ayah langsung tahu kalau mereka itu keluarganya Galih.” Ujar Ayah.

“Katanya sih kerja diluar kota Yah.”

“Oke. Entar Ayah bikin makanan yang spesial buat dia.”

“Buat Aya?” Tanya Aya dengan muka memelas.

“Bagi kamu, Galih itu kan special, masakan Ayah jadinya kalah spesial sama dia.” Kata Ayah sambil menggoda Aya.

“Apaan sih Yah? Bisa aja deh.” Aya tersipu malu dan memegang kedua pipinya yang terasa memanas.

Aya menghabiskan waktu memainkan gitar di tempat biasa dia melakukan perform. Dia menyanyikan lagu dengan suaranya yang pas-pasan. Mumpung masih sepi. Pikirnya.

Aya menyanyikan tembang Malaysia, lagu milik coklat, lalu lagu Jika itu memang terbaik milik ungu dan yang terakhir menyanyikan lagu Buat Aku tersenyum dari Sheila on 7. Saking asyiknya dia tak sadar sudah ada pengunjung yang datang.

Dia merupakan seorang wanita bersama anak perempuannya yang kemarin menyanyikan lagu Nike Ardilla dan lagunya Inka Christie. Aya mengingat nama anak itu yang sudah dihapus dari ingatannya.

Oh, ya. Hani. Ucapnya salam hati saat mengingat nama anak itu. Mereka memesan makanan dan berbincang dengan Ayah.

Mungkin anak itu akan menjadi pengisi live music disini juga. Pikirnya.

Aya tidak mempedulikan pengunjung yang datang. Aya kembali asyik dengan permainan gitarnya. Kali ini dia memainkan lagu I Will Fly dari ten to five. Sayangnya dia tidak hapal lagunya.

Lalu Hani tiba-tiba naik keatas panggung dan menyanyikan lagu tersebut.

🎶 I will fly into your arms, and be with you, till the end of time

Why are you so far away? You now is very hard to me, to get my self close to you. 🎶

Ibu Hani dan Ayah yang menonton pertunjukan itu tepuk tangan setelah lagu selesai dinyanyikan.

“Lagu apa lagi?” Tanya Hani

“Secondhand Serenade?” Laras balik bertanya.

“Oke. Its Not Over.” Kata Hani.

Lalu Aya mulai memainkan gitarnya dan Hani mulai menyanyikan lagunya. Mereka terlihat mendapatkan chemistry yang kuat. Nampak cocok satu sama lain dalam memainkan muskc dan menyanyikan lagu.

Tak lama teman-teman Aya datang dan menyaksikan live music dadakan itu.

“Aya kereeen.” Teriak Rio.

Aya dan Hani turun dari panggung yang hanya setinggi 10 cm itu setelah menyelesaikan lagu nya.

“Kamu bisa lagu secondhand serenade juga? Mau lagi dong. Aku suka banget lagu itu.” Kata Mira dengan antusias.

“Belajar dulu deh. Entar aku nyanyi lagu itu spesial kamu.” Kata Aya yang ikut senang melihat Mira seantusias itu.

“Spesial telor bebek nggak?” Canda Rio sambil nyengir.

Ngana pikir martabak?” Kata Wildan mematahkan candaan Rio.

“Hera nggak dateng lagi?” Tanya Aya kepada Wildan.

“Nggak tahu tuh.” Kata Wildan acuh tak acuh.

“Lah, kamu kan pacarnya.” Ucap Aya sambil mengernyitkan Dahinya.

“Kamu ini kemana aja Aya? Ketinggalan gosip banget sih. Wildan kan udah putus sama Hera.” Ujar Mira.

“Udah putus lagi? Jangan bilang gara-gara aku.” Kata Aya yang jadi merasa biang keladi putusnya Hera dan Wildan.

 

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s