KAREN & SAY PART 17

 

“Dari mana kamu berfikiran seperti itu?” tanya Say.

“Apa kamu lupa pernah bercerita tentang Karen padaku? Apakah orang yang menganggapku cintanya akan menceritakan cewek lain segamblang itu.” ucap Nindya.

“Aku hanya mau hubungan kita saling terbuka.” Ucap Say.

Nindya menatap Say.

“Apa kamu tidak sadar? Kalau kamu berubah. Dulu mungkin kamu akan mengomel tiap aku deket sama cowok lain tapi saat kamu melihat Karen deket sama temen kamu, kamu lebih marah lagi.” Ucap Nindya.

“Dia temen Alka.” Ucap Say.

“Tapi hati kamu nggak ngganggep dia kaya gitu.” Ucap Nindya.

“Lalu apa mau kamu?” tanya Say

“Pikirkan siapa sebenernya yang kamu sayang. Aku akan menghormati keputusan kamu. Aku nggak mau bersama cowok yang pikirannya entah kemana setiap bersamaku.” Ucap Nindya.

***

Say menarik nafasnya dalam-dalam. Perempuan di pelukannya ini terasa benar berada di pelukannya saat ini.

“Hubunganku dengan Nindya sudah berakhir. Dia yang menyadarkanku kalau perasaanku padanya sudah berubah menjdi obsesi saja. Aku juga sadar kalau perhatianku sudah teralih ke seorang cewek yang pantang menyerah serta mempunyai bakat perayu ulung yang membahayakan eksistensiku untuk merayunya.” Ucap Say.

Karen tersenyum di pelukan Say.

“Aku sayang sama kamu.” ucap Karen.

“Kamu? Hey Nona, mana sopan santun kamu?” ucap Say sambil melihat ke arah Karen.

“Apakah aku harus manggil kamu Kakak juga sekarang? Apa bedanya aku sama temen Alka yang lain.” protes Karen.

“Kamu kan musuhnya.” Ucap Say.

“Kalau aku temennya tetep manggil kakak?” tanya Karen.

“Sama saja.” Ucap Say tersenyum.

“Nggak mau. Aku nggak mau disamakan sama temen atau musuh Alka.” Ucap Karen.

Say malah tertawa.

“Kenapa ketawa?” ucap Karen

“Kamu manis. Kenapa ya cewek kaya kamu bisa suka sama aku.” Ucap Say.

“Anggap saja kamu beruntung.” Ucap Karen.

“Kamu lagi?” ucap Say

“Aku nggak mau manggil Kakak. Mendingan manggil sayangku, cintaku atau panggilan sayang yang lain.” ucap Karen bercanda.

“Aku nggak suka panggilan kekanakan macam itu.” protes Say.

“Kalau begitu jangan pacaran sama anak-anak.” Ucap Karen ngambek.

“Siapa yang bilang pacaran sama kamu. Aku hanya bilang cinta kamu tapi tidak bilang pacaran sama kamu.” ucap Say.

Karen menyipitkan matanya ke arah Say.

“Apa kamu marah sekarang?” tanya Say.

“Apa kamu senang mempermainkah orang?!” tanya Karen balik.

“Coba bayangkan berapa lama aku harus menunggu kamu. Kamu harus lulus SMA kemudian kuliah satu lagi kerja. Berapa lama coba.” Goda Say.

Karen hanya diam saja ngambek.

“Baiklah, ayo kita pacaran. Kamu pasti langsung terima, kan.” ucap Say.

“Percaya diri sekali kamu. Bagaimana kalau aku menolak?” ucap Karen.

“Aku yakin kamu nggak akan menolak.” Ucap Say santai.

“Nggak adil. Aku jelas-jelas suka sama kamu tapi kamu bisa dengan seenaknya mempermainkan perasaanku.” Ucap Karen bersungut sungut.

“Aku rasanya seperti kehilangan semuanya ketika Mama bilang kamu dirawat ke RS. Badanku seperti mati rasa ketika kamu mengigau mencari Nenek kamu. Aku ingin menjadi orang yang sakit saat itu kalau melihat kamu begitu terluka.” Ucap Say.

“Jadi, kamu bener-bener ada di situ malam itu?” tanya Karen.

“Iya.” Ucap Say.

Karen memeluk Say.

“Kenapa kamu kabur?” tanya Karen.

“Kerjaanku bukan hanya menjaga kamu.” ucap Say.

“Bener-bener menyebalkan.” Ucap Karen.

“Tapi kamu suka, kan?” goda Say.

“Sangat!”

 

Alka menatap bingung ke arah Say dan Karen. Mereka berdua nampak berboncengan dengan senangnya.

“Apa aku aku sedang memutar ke masa lalu? Kenapa pemandangan ini begitu familiar.” Ucap Alka.

“Ini masa depan.” Ucap Karen sambil memeluk Say dari belakang.

“Apa pikiranku sama dengan kalian saat ini?” tanya Alka tidak percaya.

“Benar sekali. Kami sudah jadian.” Ucap Karen girang.

Alka menatap Kakaknya mencari kebenaran.

“Aku tahu dia suka ngomong seenaknya tanpa mikir. Jadi aku butuh penjelasan dari Kakak.” Ucap Alka

“Dia benar. Kita pacaran.” Ucap Say tersenyum bahagia.

“Hey, siapa kamu? Mana Kakakku? Meskipun dia galak, tolong kembalikan dia.” ucap Alka.

“Kamu sudah bosan hidup, ya!” Omel Say.

“Kenapa aku nggak kaget dengan keadaan ini? Aku harusnya menolak hukuman bertukar tempat itu. aku rugi banyak.” Cibir Alka.

Karen turun dari motor dan memeluk Alka.

“Terima kasih. Meskipun kamu terlambat datang di hidupku sebagai teman tapi aku bersyukur.” Ucap Karen.

“Siapa coba yang bisa marah karena ucapan kamu.” ucap Alka.

“Apa kamu yakin mau sama Kak Say? Aku punya banyak teman yang jauh lebih baik dari Kak Say. Lebih keren dan pastinya nggak segalak dia.” ucap Alka.

“Apa kamu bener-bener sudah bosan hidup sekarang?” ucap Kak Say.

“Takuttt.” Goda Alka.

Say hanya nyengir melihat tingkah adiknya.

“Benarkah?” tanya Karen antusias.

“Hey!” ucap Say marah.

“Apa kamu pernah lihat Kakak kamu menggemaskan gini?” Ucap Karen.

“Aku malah merinding mendengarnya.” Ucap Alka.

Karen tersenyum sambil meraih tangan Say.

“Bagaimanapun aku ikut senang. Semoga kalian cepat tersadar dan segera putus.” Ucap Alka.

“Alka!!” teriak Karen

“Baru juga telingaku normal. Ini balik lagi.” Ucap Alka sambil menutup telinganya.

Buru-buru Karen menarik tangan Alka dan berteriak.

“Berhentilah bermain-main. Ayo pulang.” Ucap Say.

“Apa Kakak sudah bosan? Karen bahkan bisa lebih menakutkan dari ini lho. Apa mau putus sekarang?” ucap Alka.

“Alka!!” teriak Karen lagi.

Buru-buru Alka menutup telinganya.

“Lalu aku pulang dengan siapa kalau gini?” ucap Alka menyadari sesuatu.

“Aku sudah minta sopirku anter kamu. Gimana, aku sudah bisa jadi Kakak ipar kamu, kan?” tanay Karen.

“Suap kamu terlalu murah.” celetuk Alka.

“Dasar matre.” Ucap Karen.

“Lihat Kak. Pacar Kakak kurang ajar sama aku.” rengek Alka.

“Kalian ini ribut amat sih.” Protes Say.

“Itulah akibatnya pacaran sama anak nggak labil, Kak.” Ucap Alka.

“Apa hubungan kamu sama Matthew termasuk dalam nggak labil tadi?” tanya Say.

Alka langsung terdiam.

“Siapa Matthew?” tanya Karen.

“Kaboor.” Ucap Alka buru-buru ke mobil Karen.

“Woy, obrolan kita belom selesai!” teriak Say.

“Masih banyak waktu untuk membahasnya.” Ucap Karen sambil duduk dibelakang Say.

 

Oleh        : Natalia Tri Utami

Gambar: Google Search

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

1Hawa Smart Calendar

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s