Cahaya Senja Part 40

 

“Ini bukan kerjaan aku kok. Ini kerjaannya PLN. Mungkin mereka tahu bahwa aku akan memberikan surprise buat kamu.” Ucap Galih yang senang dengan rencananya yang didukung oleh PLN secara kebetulan.

“Kamu dan PLN berhasil bikin surprise buat aku sampe-sampe aku hampir lari dari sini.”

“Untungnya kamu nggak lari. Kalo kamu lari, aku pasti bakal kejar kamu sampe dapat.” Ucap Galih dengan senyumnya yang bikin hati Aya leleh. Aya sampe speechless tidak bisa membalas ucapan Galih lagi. “Ayo tiup dulu lilinnya. Jangan sampe lilinnya leleh juga kaya hati kamu.” Aya tersenyum dan kemudian meniup lilinnya. Begitu lilinnya mati, lampu rumah tiba-tiba menyala.

Aya dan Galih lantas langsung tersenyum. “Pas banget.” Ucap Aya dan Galih.

***

“Selamat ulang tahun Aya-ku” Ucap Laras didepan kelas dengan membawa kado.

“Thanks.” Ucap Aya.

“Kayanya aku bukan lagi orang yang pertama ngasih hadiah ya?” Kata Laras sambil melirik jam yang dipakai Aya. Sebelumnya Aya memang tidak suka memakai jam.

Aya mengangkat tangannya untuk memperlihatkan jam tangannya itu. “Bagus ya?” Ucap Aya dengan bangga memperlihatkan jam baru yang diberikan Galih.

“Iya bagus banget deh. Yang penting kamu seneng.” Kata Laras dengan terpaksa.

“Kita makan yuk pulang sekolah.” Ajak Aya kepada Laras.

“Maaf Ay, aku nggak bisa. Aku harus nyiapin buat acara pensi. Acaranya kan 3 hari lagi. Aku harus bantu temen-temen.” Tolak Laras dengan penuh penyesalan.

“Oh, ya udah deh nggak apa-apa kalo gitu.” Ucap Aya dengan senyum kecewa. Biasanya mereka selalu merayakan hari ulang tahun dengan makan bersama. Mungkin karena sekarang moment-nya nggak pas jadi mereka menunda acara makan bersamanya.

“Aya…. Happy birthday ya. Hari ini kamu lebih tua dari pada aku 1 tahun loh.” Ucap Wildan yang baru masuk kelas.

“Thanks. Bentar lagi juga umur kita bakal sama lagi. Umur kita kan hanya beda 7 hari.” Protes Aya yang tidak suka statusnya lebih tua darinya.

“Jadi pulang sekolah kita makan-makan nih?” Tanya Rio dengan mata yang berbinar-binar.

“Aya ada acara sama aku.” Ucap Ibeng yang tiba-tiba datang entah dari mana sudah ada di belakang Aya. Aya langsung tersentak kaget mendengar Ibeng yang berbicara dengan keras di belakang Aya.

“Aaaaah. Bikin kaget aja. Lama-lama aku bisa jantungan kalo sering kaya gini.” Ucap Aya kesal sambil mengusap dadanya. “Aku nggak punya acara apa-apa sama Kakak ya. Nggak usah ngaku-ngaku.” Lanjutnya.

“Kalo gitu sekarang aku bilang. Nanti pulang sekolah kamu harus pergi sama aku. Oke. Aku tunggu kamu di depan sekolah.” Ucap Ibeng dan berlalu pergi.

“Seenaknya banget itu orang. Menyebalkan” Aya menggerutu lagi.

Namun Ibeng berhenti dan berbalik. “Oiya, Selamat ulang tahun. Sori telat. Nggak baik kalau di hari ultah kamu, kamu ngomel kaya gitu. Entar keberuntungan kamu ilang loh.” Ucapnya sambil berjalan keluar kelasnya Aya.

“Kamu yang bikin aku nggak beruntung!” Ucap Aya lagi dengan kesalnya.

Sepanjang pelajaran, Aya membayangkan apa yang akan dilakukan Ibeng terhadapnya. Apa akan dikerjai lagi? Apa akan diberi hadiah? Aaaahh. Entahlah. Bikin tidak konsen belajar saja. Ucap Aya dalam hati.

Saat-saat yang menegangkan datang. Kelas Aya berakhir lebih cepat dari biasanya. Aya berfikir untuk kabur dari acara sepihaknya itu. Aya mengamati keadaan sekitar kelasnya.

Sepertinya dia belum keluar dari kelasnya. Bisiknya dalam hati.

Aya berniat berlari ke luar sekolah. Tapi……

“Aaaaaaa… lepasin kerah baju akuuuu.” Teriaknya. Ibeng lebih sigap dari pikiran Aya.

“Kamu mau coba kabur?” Tanya Ibeng dengan senyum liciknya.

“Iya. Aku mau kabur. Lepasin dong. Uhuk….. uhuk….. aku kecekik nih.” Ucap Aya dengan berlagak kesulitan bernafas.

“Nggak usah akting. Kamu itu nggak punya bakat akting. Bohong aja nggak bisa, apalagi akting?”

“Ya udah lepasin dulu bajuku.” Pinta Aya.

“Janji nggak akan kabur?” Tanya Ibeng yang sebenarnya sudah tahu jawabannya. Aya dengan yakin menganggukan kepalanya.

Namun begitu kerah bajunya dilepas, Aya dengan sekuat tenaga lari ke luar gerbang. Dengan napas terengah-engah, Aya berhenti dari pelariannya setelah dihadang oleh dua orang anak buahnya Ibeng.

“Aaaaah. Aku lupa kalau dia itu orang yang luar biasa di sekolah ini.” Bisiknya dengan kesal.

Ibeng kemudian datang dengan motornya. “Percuma lari juga. Cepet naik. Nih pake helmnya.” Ucap Ibeng sambil menyerahkan helm kepada Aya.

Dengan terpaksa Aya ikut bersamanya ke tempat yang tidak Aya ketahui. Mereka berhenti di rumah yang cukup besar di tengah kawasan elit.

“Masuk.” Suruh Ibeng.

“Eeeet. Ini rumah siapa? Kenapa kamu bawa aku kesini? Aku mau diapain? Jangan-jangan kamu?” Aya berpikir yang macam-macam tentang Ibeng. Aya kali ini takut bila dia akan dijual ke kakek-kakek duda yang punya rumah ini untuk dijadikan istri.

“Ini rumah aku. Nggak usah mikir yang aneh-aneh deh. Makanya jangan kebanyakan nonton film. Jadi nggak bisa bedain kan mana film dan mana yang nyata?” Ibeng mengomel. Sepertinya dia tahu apa yang ada dipikirannya.

“Maaaa, aku pulang.” Teriak Ibeng. Aya melongo melihat keakuan Ibeng yang sangat so sweet di rumahnya. Berbeda dengan saat di sekolah.

Tapi….. loh kok? Aya mengenali wanita yang Ibeng sebut Mamanya itu. Dia wanita yang selalu datang ke cafe berbincang dengan Ayah.

Aya memberikan salam. “Siang Tante.” Sapa Aya dengan diiringi senyumnya.

Wanita itu lantas menghampiri Aya dan memeluknya dengan erat. Aya terdiam.

Apa ibunya mikir aku pacarnya Ibeng kali ya? Pikir Aya. Aya hanya menerima pelukan itu tanpa membalasnya.

“Maafin Mama ya sayang.” Ucapnya.

Mama? Apa tante ini ngelindur kali ya. Pikir Aya lagi.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s