Cahaya Senja Part 42

“Selamat ulang tahun ya sayang. Semoga cepet melepas status jomblonya.” Laras menyalami Aya dengan antusias. “Aku udah jadian loh sama Wildan” bisik Laras.

“Waaaah. Jadi kalian……” Tatap Aya bergantian kepada Laras dan Wildan. Laras dan Wildan mengangguk dengan semangat sebelum Aya menyelesaikan ucapannya. “Kalo gitu selamat deh. Moga langgeng buat kalian.” Ucap Aya.

“Selamat ulang tahun Aya.” Ucap Mama dengan pelukan hangatnya.

“Makasih Ma. Maaf sikapku yang tadi siang. Aku seneng kok bisa ketemu lagi sama Mama.” Kata Aya.

“Hey brother, sister, kalian tidak mengucapkan selamat padaku?” Ibeng dan Hani yang masih khawatir dengan Aya yang marah langsung menghampiri Aya dan memberikan selamat.

“Kamu begitu manis di hadapan Mamamu. Tetaplah manis kepadaku juga.” Bisik Aya.

“Tidak kalau kita disekolah.” Ucap Ibeng dengan senyuman jahat.

“Setidaknya aku berterima kasih kamu telah menjaga Ibuku dengan baik.” Kata Aya sambil meninggalkan Ibeng dan Hani.

“Galih mana? Kok nggak keliatan?” Tanya Aya kepada Opay.

“Nggak keliatan gimana? Aku kan tadi yang membawa kamu masuk ke dalam cafe.” Ucap Galih dari balik punggung Aya. “Kamu cantik hari ini.” Bisik Galih.

“Makasih. Kamu juga nggak kalah tampannya sama Opay.” Puji Aya yang memperhatikan Galih memakai kemeja biru dongker dan celana jeans dengan rambut yang ditata rapi.

“Dari dulu Opay selalu kalah ganteng loh sama Aku.” Ucap Galih dengan PD-nya.

Semua orang menikmati pesta ulang tahun Aya. Seperti biasa Opay menyanyikan lagu di panggung mini cafe. Namun kali ini tidak ditemani Aya. Beberapa orang yang hadir juga menyumbangkan suaranya. Termasuk Hani.

Aya duduk di pojok bersama Galih, Ibeng dan Mamahnya. Mereka berbincang ini dan itu sambil menikmati suara Hani yang diiringi petikan gitar Opay.

“Hhhmm. Selamat malam semua.” Sapa Opay diiringi ucapan salam dari seluruh pengunjung.”Saya Noval alias Opay yang selalu dibanggakan Ayaku.” Aya mendelik sambil tersenyum saat mendengar yang diucapkan Opay. “Hari ini bertambah satu tahun usia Aya. Banyak hal yang akhir-akhir ini mengejutkan bagi Aya. Mulai dari HP Kakak kelasnya yang harus dia ganti, lalu cinta yang kandas dalam waktu kurang dari satu bulan, menjadi objek penderitaan dan yang paling membahagiakan dia bertemu kembali dengan teman kecilnya Galih alias Diaz dan dia juga bertemu Ibunya pada hari ini. Semoga selalu diberikan kebahagiaan untuk kita semua yang ada disini. Satu lagi kebahagiaan untukku yang mudah-mudahan bisa jadi motivasi buat kalian teman-temannya Aya…….” Opay menghentikan ucapannya dan menghela napas panjang. “Hari ini, di hari ulang tahun Cahaya Senja, saya mendapatkan informasi bahwa saya mendapatkan beasiswa ke luar negeri.” Ucap Opay dengan menatap tajam ke arah Aya.

Aya yang semula tersenyum seketika terdiam tanpa senyuman. Aya melongo kaget mendengar ucapan Opay. Opay dari Awal sudah menyadari reaksi Aya pasti akan seperti ini.

“Emang di sini nggak ada tempat kuliah lagi? Kalo ada disini, kenapa harus keluar Negeri sih?” Tanya Aya dengan tatapan tidak ramah.

“Eeemmm. Mungkin faktor keberuntungan? Awalnya hanya coba-coba. Tapi ternyata aku salah satu calon mahasiswa yang lulus mendapatkan beasiswa dari pemerintah. Intinya, hari merupakan hari yang baik untuk Aya dan untuk saya. Semoga hari baik untuk kalian juga. Selamat menikmati hidangannya.” Opay menutup ceritanya dan turun menghampiri Aya.

“Jangan bicara padaku!” Ucap Aya dengan kesal. Aya berusaha menahan tangisnya. Matanya terlihat berkaca-kaca.

“Kenapa? Apa mendapatkan beasiswa itu sebuah dosa?” Kata Opay dengan suara dingin.

Aya meminum minumannya sampai habis dan pergi dari cafe.

“Jangan bersikap seperti ini!” Ucap Opay yang mengejar Aya.

“Kenapa? Apa bersikap seperti ini sebuah dosa?” Aya membalikkan pertanyaan Opay.

“Opay membuat suasana hatiku menjadi sangat buruk.” Aya pergi meninggalkan Opay yang terdiam mematung. Dia menyadari bahwa berat bagi Aya untuk melepaskannya pergi ke Negeri yang jauh.

***

“Aya nggak ada di sekolah.” Kata Rio kepada Opay yang telah seharian mencari Aya. Semenjak semalam, Aya belum terlihat sampai siang ini.

“Di tempat kostnya juga nggak ada.” Ucap Wildan.

“Kang Diaz gimana? Belum ada kabar?” Tanya Laras yang mulai khawatir sahabatnya menghilang.

“Belum ada. Neneknya bilang semalam dia pulang. Cuma belum kelihatan sampai pagi. HP-nya pun ditinggal di rumahnya.” Ujar Opay.

“Mamanya gimana? Udah dapet kabar dari Kak Ibeng?” Tanya Rio. Tak lama Ibeng datang menghampiri meeeka yang sedang berkumpul.

“Dia sama sekali nggak ada di sini. Anak-anak juga nggak ada yang liat satu pun.” Lapor Ibeng.

Opay begitu kebingungan. Sebelumnya Aya memang pernah begini saat Opay masuk SMA dulu. Tapi dulu Aya menginap dirumah Laras. Sekarang tidak ada yang tahu dimana keberadaan Aya.

“Mudah-mudahan Aya bareng sama Galih.” Ucap Opay.

Esoknya pun masih tidak ada kabar dari Aya dan Galih. Mereka bagaikan hilang ditelan bumi. Teman-teman Aya mulai khawatir karena acara pentas seni dilaksanakan besok. Dan untuk acara bazzar, mereka sangan mengandalkan Aya.

Ayah, Opay, Ibeng, Laras dan yang lainnya masih terus berusaha mencari Aya dan Galih.

“Apa kita perlu lapor polisi?” Tanya Ibeng yang khawatir.

“Jangan dulu. Kita tunggu sampai besok. Lapor polisi pun percuma, karena mereka bergerak setelah korban hilang 2×24 jam. Dan juga, Aya itu orang yang bertanggung jawab. Setidaknya kalau dia ingat besok ada acara, dia akan datang dengan sendirinya.” Ucap Opay dengan penuh rasa kepercayaan. Raut wajah khawatir teelihat diwajah semua orang. Terutama Opay.

Kamu dimana Aya? Apa kamu baik-baik aja? Apa kamu sama Galih? Jangam sampe kamu terluka ya. Ucap Opay dalam hatinya.

Hari H pensi pun akhirnya datang. Namun Aya dan Galih masih belum terlihat batang hidungnya. Sudah 3 hari mereka menghilang.

“Udah ada kabar?” Tanya Opay kepada Ibeng via telpon.

“Belum terlihat tanda-tanda mereka datang. Apa kita lapor sekarang?” Tanya balik Ibeng kepada Opay.

“Kita tunggu sampe siang ini.” Jawab Opay dan menutup telponnya.

“Gimana dong? Aya belum dateng juga. Yakin Aya pasti dateng?” Tanya Rista yang merupakan tim pengelola bazzar kepada ketua kelas. Rista dan yang lainnya mulai resah menunggu Aya yanh tak kunjung datang.

“Di sini nggak ada yang sama sekali bisa memasak? Bikin kwetiaw kan gampang.” Ucap Ketua kelas yang mulai bingung dengan kekacauan yang terjadi.

“Ya udah kalo gampang, kamu aja yang bikin.” Ujar Ditya yang mulai kesal dengan tingkah ketua kelas.

Ketua kelas mengambil handphone-nya dan berusaha menelepon Aya.

“Aaaakhh. Pake nggak aktif segala sih nomernya.” Ucap kesal Ketua kelas.

“Nomor siapa yang nggak aktif?” Bisik seorang wanita di belakang telinga ketua kelas.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s