Cahaya Senja Part 43

“Astaga! Bikin kaget aja. Kamu ini kemana aja Aya?” Ucap kesal ketua kelas disertai rasa syukur atas kehadiran Aya di menit-menit terakhir menuju pembukaan bazzar.

“Ayaaa!! Akhirnya kamu dateng juga.” Ucap Rista, Ditya dan teman lainnya yang menantikan kehadiran Aya.

“Kalian nggak akan mungkin melewatkan Aku dalam acara ini kan?” Tanya Aya dengan wajah cerianya.

“Ya tentu aja nggaklah.” Jawab Rista.

Ibeng dan Laras pun ikut menghampiri Aya. Laras memukul Aya dengan sekeras-kerasnya dan brutal.

“Dasat anak ini ya. Bikin orang khawatir. Kita semua takut kalo kamu diculik atau hilang nggak balik lagi. Hampir aja kita lapor polisi.” Kata Laras sambil terisak menangis.

“Aaaa, sakit! Maaf udah bikin kalian khawatir.” Ucap Aya sambil memeluk Laras.

“Jadi selama dua hari ini kamu kemana? Opay dan Ayah udah kamu kasih tahu?” Tanya Ibeng dengan muka yang super menyeramkan.

“Aku bilang, bermurah hati lah sedikit pada adikmu ini. Yang pasti aku masih ada di pulau Jawa kok. Aku belum kasih tahu mereka. Kamu aja yang kasih tahu gih.” Suruh Aya.

Anak-anak lain tercengang dengan yang baru dikatakan Aya. Berani-beraninya Aya menyuruh Kakak kelas yang menyeramkan itu.

“Jadi kamu kemana 2 hari ini?” Tanya Laras yang penasaran.

-Malam ulang tahun Aya-

Aya berjalan tanpa tujuan. Dia berjalan dengan air mata yang tidak terbendung.

“Aya, kita pulang aja yuk.” Ajak Galih.

Aya turut ikut Galih pulang ke kostannya.

“Kamu istirahat dulu sekarang. Nggak usah terlalu dipikirin. Lagian kan masih lama juga. Habiskanlah waktu bareng sama dia selama kamu bisa.” Ucap Galih kepada Aya di depan kamarnya.

Aya hanya diam dengan tatapan kosong dan menutup pintunya. Galih yang khawatir akhirnya menunggu Aya tidur di ruang tengah tempat kost. Sepanjang malam Galih terjaga dari tidurnya.

Pukul empat pagi terdengar suara pintu kamar dibuka. Galih yang menyadari suara itu dari kamar Aya berpura-pura tidur lelap. Aya mengendap-endap keluar dari kamar dan tempat kost nya dengan membawa ransel besar.

Galih mengikuti Aya tanpa persiapan apapun. Dia hanya membawa dompet dan uang 75 ribu rupiah. Bahkan handphone-nya tidak sempat dibawa karena sedang di-charge di rumahnya. Aya berjalan sampai jalan raya, menaiki bis ke stasiun, dan memesan tiket tanpa tahu Galih mengikuti nya sepanjang jalan.

“Mas, Mba yang tadi pesen tiket kemana ya?” Tanya Galih kepada petugas loket tiket.

“Oh, yang barusan pesen tiket ke Semarang, mas.” Ujar petugas loket.

Hah? Semarang? Mau kemana dia sejauh itu? Tanya Galih dalah hatinya.

“Saya beli satu.” Ucap Galih kepetugas loket.

Petugas loket tersebut memberika karcis dan setelah melihat harganya Galih mengurungkan niatnya menyadari uang nya tidak cukup untuk membeli tiket keretanya.

Mampus deh, uangnya tidak cukup. Ucap hati Galih.

“Mas, entar dulu ya.” Kata Galih sambil meninggalkan loket.

Galih lalu mengejar Aya yang belum jauh melangkah.

“AYA!!! Tunggu.” Teriak Galih memanggil Aya.

Aya terhenti dari langkahnya dan berbalik. “Ngapain kamu ada disini?” Tanya Aya dengan muka sinisnya.

“Kamu mau ngapain ke Semarang?” Tanya Galih penasaran.

“Bukan urusanmu.” Ucap Aya singkat dan meneruskan langkahnya.

“Kamu jangan gini dong. Di sana mau ngapain coba? Saudara aja nggak punya yang jauh di sana. Apalagi teman. Ayo kita pulang.” Bujuk Galih.

“Nggak mau. Aku bakal tetep pergi kesana.” Aya tetep keras kepala.

“Oke kalo kamu mau tetap pergi kesana, aku bakal nemenin kamu kesana.”

“Aku mau nginep disana loh. Kamu kan nggak bawa apa-apa.” Ucap Aya yang melihat Galih hanya membawa dirinya sendiri tanpa membawa apapun.

“Itu urusan gampang. Bahkan kalau aku naik gunung pun aku pernah nggak ganti baju selama 3 hari. Yang paling penting….” Galih menghentikan ucapannya, mendekati Aya dan tersenyum kepada Aya.

“Apa yang paling penting?” Aya deg-degan dibuatnya.

“Yang paling penting, aku pinjem uang dong buat beli tiket. Kamu nggak bilang-bilang sih kalau mau pergi jauh. Aku kan nggak bawa uang banyak.” Ucap Galih yang membuat deg-degan Aya menjadi sesak napas. Seketika Aya melotot menatap Galih.

“KALO NGGAK BAWA UANG, YA NGGAK USAH IKUT!” Semprot Aya.

“Tapi kan kamu juga nggak boleh sendiri. Pinjemin aku uang atau kamu nggak berangkat sama sekali?” Ancam Galih. Dengan terpaksa Aya memberikan Galih uang untuk membeli tiket kereta Api.

“Emang kita mau kemana sih?” Tanya Galih yang masih àpenasaran.

“Kita liburan.” Kata Aya dengan senyum sendu.

Perjalanan sangat panjang menuju Semarang membuat Galih tertidur di kereta. Sedangkan Aya melihat pemandangan dari jendela kereta. Sesekali dia memperhatikan Galih yang sedang tidur.

Apa kamu benar-benar si pendek Galih? Dulu kamu begitu kecil tapi kamu tetap menjagaku walaupun aku lebih tinggi dari pada kamu. Sekarang kamu tumbuh jadi pria yang tampan. Aku bahkan tak mengenalimu pada awal kita bertemu. Apa kamu akan meninggalkan aku lagi seperti dulu? Apa kamu akan meninggalkan aku lagi seperti yang akan Opay lakukan? Ucap Aya dalam hati.

“Apa aku begitu menarik sampai kamu memandangaku tanpa henti?” Ucap Galih sambil tetap memejamkan matanya.

“Siapa juga yang liat kamu? Aku dari tadi liat keluar kok.” Sangkal Aya.

“Kamu lucu kalo lagi salah tingkah.” Ucapnya lagi sambil tersenyum.

“Udah kalo tidur mah tidur aja.” Kata Aya sambil menatap jauh melihat pemandangan.

“Akhirnya sampai juga Semarang.” Ucap Galih sambil merenggangkan badannya.

“Kita baru nyampe Semarang. Belum sampe tujuan. Ayo kita lanjut naik bis ke Jepara.” Ajak Aya

“Apaaaaa? Masih lanjut? Kita mau kemana sih sebenernya?” Tanya Galih yang kali ini benar-benar penasaran.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s