Cahaya Senja Part 45

“Ya nggak sekamar lah. Yang bener aja. Dia tuh ngikutin aku sampe sana. Ya kita seperti layaknya orang liburan di pantai.” Rafleks Aya menyangkal tuduhan Opay.

“Aku khawatir banget.” Ucap Opay dengan muka seriusnya.

“Maaf kalo aku keterlaluan. Kemarin aku cuma kaget aja. Terlalu tiba-tiba bagi aku. Jangan mundur lagi dari jalan yang ada di depan Opay.” Ucap Aya dengan lebih tenang.

“Kamu nggak marah lagi?”

“Ngapain aku marah? Bikin cepet tua. Lagian percuma marah buat kamu mah. Udah cepet pergi aja deh.”

“Waaaah. Awas kalo kamu sampe nangis-nangis pas aku pergi.” Kata Opay.

“Ya, apa disini ada pemain drum? Nampaknya kawan kita disini kekurangan pemain drum karena drumer-nya berhalangan hadir.” Ucap Ratna yang menjadi MC di atas panggung.

“Nggak ada yang mau? Kalo gitu apa anak seni ada yang bisa? Cahaya Senja mana ya?” Ratna mulai membuat ulah.

“Ngapain sih dia manggil-manggil nama aku?” Tanya Aya.

Semua orang seperti berkomplot membuka kan jalan untuk Aya naik ke atas panggung. Aya menatap tajam ke arah Ratna dan Ratna membalas tatapan tajam Aya dengan senyuman liciknya.

Aya memenuhi permintaan Ratna. Awalnya Ratna berniat mempermalukan Aya. Ratna mengira Aya tidak bisa memainkan drum. Namun sayang sekali kali ini Ratna gagal. Aya memainkan drumnya dengan baik. Apalagi lagu yang dimainkan lagu milik Secondhand Serenade yang merupakan salah satu lagu favorit Aya dan Opay. Lagu itu merupakan lagu yang wajib mereka nyanyikan di cafe.

“Jangan harap kamu bisa bikin malu aku disini.” Bisik Aya kepada Ratna. Ratna menelan ludah menahan kekesalannya.

“Oke terima kasih kepada Cahaya Senja yang telah membantu Kakak kelasnya. Sekarang waktunya tim penilai kita untuk istirahat. Untuk mengisi kekosongan waktu, kami mengundang bintang tamu hari ini. Belum terkenal sih, tapi kita harapkan semoga cepat terkenal. Mari kita undang Noval Adi Purnama.” Ucap Ratna memanggil Opay ke atas panggung.

“Opay jadi bintang tamu? Kok nggak bilang?” Tanya Aya kepada Opay.

“Biar surprise.” Jawab Opay singkat.

Perasaan Aya mulai tak enak. Aya berniat pergi ke bazzarnya tanpa menonton Opay bernyanyi.

“Cahaya Senja. Jangan kemana-mana.” Ucap Opay dari atas panggung. “Kamu nggak akan liat aku naik panggung?” Tanyanya dari atas panggung.

Feeling-ku buruk.” Jawab Aya singkat sambil beranjak pergi. Namun jalannya dihalangi oleh Ibeng dan kawan-kawannya.

“Oke bro. Jaga Aya disitu.” Ucap Opay kepada Ibeng.

“Minggir.” Pinta Aya kepada Ibeng.

Sorry sister. Ini sekolah. Bukan rumah.” Ucap Ibeng kepada Aya dengan senyumnya yang menyeringai.

“Apa orang-orang sedang berkomplot disini?” Tanya Aya kepada Ibeng.

“Anggap saja begitu.” Jawabnya.

“Cek. Satu dua tiga. Selamat siang. Terima kasih saya telah diperkenankan menjadi bintang tamu disini. Perkenalkan nama saya Noval. Saya adalah pria yang selalu Aya banggakan. Sayangnya bukan sebagai pacar.” Penonton dengan kompak bersorak kecewa. “Akhir-akhir ini Aya disulitkan oleh game disini. Dulu dia menahan nangisnya karena memang ada satu alasan. Alasannya dia menunggu teman kecilnya datang. Aya dulu selalu menangis setelah teman kecilnya pergi. Saya yang kesal dengan tangisannya mengancam dia jika masih menangis teman kecilnya nggak akan balik lagi. Itu awal dari berhentinya Aya menangis. Sekarang teman kecilnya itu datang kembali. Apa Aya masih bisa menahan nangisnya? Apa kalian penasaran? Jika saya membuat Aya menangis akan mendapat hadiahnya?” Tanya Opay kepada penonton.

“Yang punya foto Aya nangis dapet hadiahnya.” Teriak salah satu penonton.

“Oke, mungkin saya nggak bisa dapet kesempatan itu. Kalo gitu saya akan menyanyikan satu lagu yang pernah dinyanyikan Ratu dan pernah dinyanyikan kembali oleh Pasto dengan judul Aku pasti kembali.” Ucap Opay.

“Dasar pria jahat.” Kata Aya sambil menatap tajam mata Opay. Aya berusaha pergi dari tempatnya berada sekarang. Namun usahanya gagal.

Lagu mulai dinyanyikan Opay. Sesuai prediksi Opay, Aya mulai berkaca-kaca dibuatnya. Kalau bisa dibilang karena liriknya menggambarkan Aya banget yang tidak mau Opay pergi.

Tak lama seorang pria datang dan berdiri membelakangi Aya. Aya akhirnya menangis di balik punggung pria itu.

Sorry sister. Setidaknya menangis itu menghilangkan sedikit beban kamu dan rasa sesak di dada.” Ucap Opay diakhir lagu.

Anak-anak yang terbuai dengan lagu yang dibawakan Opay tidak ada satupun yang mengabadikan moment Aya sedang menangis. Aya masih diam dibalik punggung pria itu setelah lagunya berakhir.

“Udah nangisnya?” Tanya pria itu.

“Apaan sih Galih, siapa juga yang nangis.” Ucap Aya kepada Galih yang ada dihadapannya. Aya cepat-cepat menghapus air mata yang masih tersisa di pipinya.

Galih berbalik menatap Aya.

“Oooo. Ya ampun. Ternyata kamu bukan lagi Aya si cengeng.” Ledek Galih.

“Kamu juga bukan lagi Galih si pendek kan?” Balas Aya.

“Ayo sekarang giliran kita.” Ajak Galih sambil menarik tangan Aya.

“Giliran apa? Kemana? Ngapain?” Tanya Aya dengan cepat.

“Kita perwakilan ekskul seni. Kamu ngegitar dan aku yang nyanyi.” Ucap Galih sambil tetap menarik Aya.

“Satu lagi penampilan bintang tamu kita dari anggota ekskul seni untuk naik ke atas panggung.” Ucap Ratna kepada para hadirin. “Silahkan naik ke atas panggung. Diaz Galih Anggara dan Cahaya Senja.” Lanjutnya.

“Masih belum bisa main gitar?” Tanya Aya kepada Galih.

“Belum lancar. Nggak mungkin kan aku memainkannya sekarang. Yang ada bikin malu ekskul. Setidaknya kamu harus tahu dulu perkembangannya apakah aku layak naik panggung atau tidak.” Ucap Galih yang sudah memakai kostum seragamnya.

“Selamat siang semua. Kami dari ekskul seni. Saya Galih dan rekan saya Cahaya Senja. Sebenarnya, saya ingin memainkan gitarnya sendiri, berhubung masih dalam tahap belajar, jadi saya meminta rekan saya untuk memainkan gitar nya. Disini kami akan membawakan lagu Always be My Baby dari David Cook. Selamat menyaksikan.”

Aya mulai memainkan gitarnya dengan posisi duduk. Begitu pun Galih bernyanyi dengan santai di tempat duduk yang disediakan. Suara Galih yang serak-serak basah hampir menyamai suara David Cook membuat semua penonton terbawa suasana.

Bersambung

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s