Cahaya Senja Part 46

🎶You’ll always be a part of me

I’m part of you indefinitely

Girl don’t you know you can’t escape me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

And we’ll linger on

Time can’t erase a feeling this strong

No way you’re never gonna shake me

Ooh darling cause you’ll always be my baby

 

I know that you’ll be back girl

When your days and your nights get a little bit colder oooohhh

I know that, you’ll be right back, babe

Ooooh! baby believe me it’s only a matter of time🎶

Galih menghentikan nyanyiannya ditengah lagu. Aya menatap Galih dengan kening yang berkerut. Mata Aya seakan berbicara ‘lagunya kan belum beres?‘. Namun Galih tersenyum dan berdiri mengambil sesuatu dari samping panggung yang telah disiapkannya.

Galih membawa sekuntum mawar putih dan duduk kembali. Kini Aya dan Galih saling berhadapan.

“Apa kamu mau menyatakan cinta?” Bisik Aya kepada Galih.

“Tidak” Jawabnya singkat.

“Lalu?”

“Aku akan menawarkan hidupku untuk seorang wanita.”

“Kalo gitu, kenapa kamu meminta aku jadi pengiring lagunya? Wanitamu itu bisa cemburu.” Bisiknya lagi.

“Dia akan sangat cemburu kepadamu.” Goda Galih.

“Eeehhmm. Cahaya Senja, teman kecilku. Aku akan to the point disini. Dengan menahan rasa malu… dihadapan anak-anak sekolah… Mau kah kamu jadi belahan jiwaku? Atahukah kamu mau menjadi pemeran wanita dalam kisah cintaku? Atahu maukah kamu jadi bagian dari tulang rusukku? Atahu maukah kamu menjadi separuh nafasku? Dan maukah kamu menjadi cahaya yang selalu menerangi hari-hari ku?” Ucap Galih dengan gugup dan tatapannya yang lembut tidak lepas dari mata Aya.

Aya terdiam melongo mendengar yang baru saja Galih ucapkan. Kemudian Aya mulai tersenyum tak percaya Galih mengucapkan kata-kata itu untuk dirinya.

“Waaaah. Aku sangat cemburu pada wanita yang bernama Cahaya Senja.” Ucap Aya kepada Galih.

“Jadi?” Tanya Galih yang menunggu jawaban Aya dengan cemas. Bayangkan kalau Aya sampai menolaknya. Pasti sangat malu. Apalagi di hadapan semua anak-anak murid sekolahnya.

“Terima.” Sorak suara Anak-anak yang menonton.

“Tolak.” Sorak Rio, dan Diki secara bersamaan bersama beberapa orang yang jadi secret admirer nya Aya.

“Terima… terima… terima…”

“Tolak… tolak… tolak…”

Suara sorak anak-anak meramaikan suasana sekolah. Anak-anak yang berada dalam stand bazzar yang penasaran keluar berhamburan ke arah panggung.

“Apa kalian sedang nonton drama korea?” Kata Aya kepada para penonton.

Aya menatap Galih dengan lekat. Galih yang mulai tak sabar karena jantungnya terus berdegup dengan kencang semenjak awal menyatakan cintanya kepada Aya.

“Ehhmm.” Aya siap-siap menjawab pertanyaan yang Galih lontarkan. Suasana menjadi sangat hening menantikan jawaban Aya. “Aku tolak.” Jawab Aya dengan singkat.

Suara kecewa penonton terdengar. Berbeda dari Rio, Diki dan secret admirer Aya, mereka bersorak gembira. Terlihat juga wajah kecewa dari Galih. Seketika aura tubuh Galih menjadi muram dan suram.

Aya malah tersenyum melihat ekspresi wajah Galih yang seperti akan memasuki pemakaman.

“Galih, teman kecilku. Aku tolak semua kalau semua yang kamu tawarkan tadi hanya untuk sementara. Aku tolak semua yang kamu tawarkan tadi jika hanya omong kosong. Aku akan tolak semua tawaranmu tadi jika pada akhirnya kamu akan pergi menghilang lagi.” Ucap Aya.

Seketika Galih seperti mendapatkan sedikit harapan dari ucapannya Aya. Secercah titik cahaya kini muncuk dalam pandangannya yang hampir gelap.

“Aku nggak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah hari esok akan baik atau buruk. Yang pasti, aku ingin kamu menemani hari-hariku, menjadi penyemangat dalam hidupku, dan menjadi sebagian hidupku. Aku selalu berharap ini selamanya. Jadi? Apakah kamu menerima tawaranku?” Tanya Galih lagi.

“Aku terima” Jawab Aya dengan pasti dan penuh kepercayaan. Galih akhirnya tersenyum lega dengan jawaban yang Aya berikan. Galih tersenyum lebar dan memberikan bunganya kepada Aya. Mereka meneruskan lagu yang sempat tertunda. Anak-anak bersorak gembira seakan sedang menonton golnya tendangan sepak bola.

***

 

5 bulan kemudian Opay pergi keluar negeri untuk kuliah. Laras masih menjalani cintanya dengan Wildan. Aya kini tinggal bersama Mama dan kedua saudara tirinya karena Ayah tirinya bekerja di luar kota. Sesekali Aya mampir Cafe untuk manggung. Sekarang Aya tampil bersama adik tirinya Hani dan terkadang bersama Galih.

Kelompok Matematika Aya menjadi kelompok dengan nilai tertinggi. Tidak disangka-sangka, Rio menjadi perwakilan murid yang mengikuti olimpiade matematika karena sebelumnya dia telah belajar keras demi memikat hati nya Aya yang telah berlabuh di hatinya Galih.

“Waaaah. Layung lagi.” Ucap Aya sambil menatap indahnya langit sore.

“Iya. Selalu indah seperti kamu. Cahaya Senja.” Ucap Galih dengan penuh rasa cinta kepada Aya.

TAMAT

Oleh: Vani Cahaya Lestari

Gambar: Google Search

 

Hi Sahabat Hawa, ingin dapatin hadiah menarik dengan cara yang sangat mudah. yuk langsung ke HAWA Sosialita, akan ada berbagai contest seru setiap harinya lho yang menunggu kamu disana! Untuk kamu yang belum memiliki HAWA, langsung saja klik link dibawah gambar contest ya. Buruan jangan sampai ketinggalan!

Tidak hanya itu, dapatkan juga berbahagai hal menarik di aplikasi khusus wanita ini yakni: Tips-tips bermanfaat, Kalender pintar dan Solusi dari para dokter ahli mengenai semua masalah kamu.

3Tips-a_600-x-600

Menjadi Wanita Indonesia yang Selangkah Lebih Maju, Dengan Fitur-fitur Dari HAWA!

Salam Cinta,

HAWA

Instagram: @hawaku @hawavideo
Twitter: @hawaapp
Facebook: Hawa – Aplikasi Wanita
Website: http://www.hawaku.com

Dapatkan Hal Imut, Menarik Dan Artikel Bermanfaat Dengan Mengunduh HAWA di Playstore!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s