Autisme? Ayo Kenali Gejala dan Penyebabnya!

Sahabat Hawa, kamu mungkin sudah cukup familiar dengan penderita Autisme. Yaitu kelainan mental pada anak yang membuatnya memiliki pola pemikiran yang berbeda dari anak normal laiinya. Secara medis Autisme merupakan gangguan otak yang membatasi kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan memahami orang lain. 

Diawal kemunculannya, tanda Autisme bisa diketahui sejak usia dini.  Namun tanda-tandanya berbeda pada setiap anak. Akan tetapi melihat ciri-ciri anak autis bisa jadi sulit, karena biasanya baru terlihat jelas setelah usia 3 tahun. Meski begitu,  orang tua yang cermat bisa melihat tanda-tanda autisme bahkan sebelum anak memasuki usia ke-3 Beberapa anak mungkin akan bertumbuh secara normal sampai usia 18-24 bulan kemudian berhenti mengembangkan atau kehilangan sejumlah kemampuan normal.

58306-50938

Gejala Anak Autis dibawah usia 3 tahun :

Lambat dalam belajar berbicara

Mengulangi kata-kata atau kalimat yang sama

Marah karena hal-hal sepele

Melakukan gerakan yang sama berulang-ulang kali (misalnya bergoyang atau berputar)

Menghindari kontak mata atau sentuhan fisik

Tidak peka dan bereaksi terhadap suara disekitarnya

Tidak merespon ketika dipanggil namanya

Susah Fokus

Tidak mengoceh dan peka pada benda seperti bayi pada umumnya

Tidak tersenyum atau merespon ketika diajak berinteraksi

Kehilangan kemampuan berbahasa, Sekitar sepertiga penderita autisme juga sering mengalami kejang-kejang.

Catatan : Tak hanya anak autis sebenarnya, bayi normal juga bisa menunjukkan tanda-tanda ini, tapi ada baiknya untuk memeriksakannya ke dokter apabila kamu merasa khawatir. 

autistic children and divorce

Penyebab Autisme Pada Anak :

Dari sekian banyak gejala yang bisa terdeteksi oleh orang tua, berikut penyebab seorang anak menjadi autisme. Hingga saat ini penyebab autisme sebenarnya belum bisa diketahui secara pasti. Tapi, ada beberapa faktor yang diduga bisa memicu seseorang untuk mengalami gangguan ini yang mungkin bisa meningkatkan rasa waspada, diantaranya :

1.Faktor keturunan. Orang tua seorang pengidap autisme berisiko kembali memiliki anak dengan kelainan yang sama.

2.Jenis kelamin. Anak laki-laki memiliki risiko hingga 4 kali lebih tinggi mengalami autisme dibandingkan dengan anak perempuan.

3. Gangguan selama dalam kandungan. Contohnya, kecanduan ibu terhadap minuman beralkohol atau obat-obatan (terutama obat epilepsi untuk ibu hamil) selama dalam kandungan.

4. Adapun pengaruh gangguan lainnya, seperti sindrom Down, distrofi otot, neurofibromatosis, sindrom Tourette, lumpuh otak (cerebral palsy) serta sindrom Rett.

5. Kelahiran prematur, khususnya bayi yang lahir pada masa kehamilan 26 minggu atau kurang.

Autisme bisa berpengaruh pada bagian otak yang mengatur emosi, komunikasi, dan gerakan tubuh. Pada usia balita, beberapa anak autis mungkin memiliki ukuran kepala yang lebih besar—mungkin diakibatkan pertumbuhan otak yang abnormal. Gen-gen abnormal yang diwariskan oleh orang tua diyakini menyebabkan buruknya fungsi bagian-bagian otak tertentu.

Source : Team Hawa

Picture : Google.com

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s