Ada Kista Tapi Ingin Hamil? Liat Kisah Mereka!

Sahabat Hawa, ada berbagai masalah kesuburan yang menyulitkan seorang wanita untuk hamil. Salah satunya penyakit Kanker Ovarium, Myom, hingga Endometriosis atau kista. Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Tetapi, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk dan inilah yang menghambat proses kehamilan.
Pada beberapa kasus dokter mungkin akan memberikan penangan melalui obat-obatan namun adapula beberapa orang yang dianjurkan untuk dilakukan tindakan oprasi yaitu pengangkatan salah satu ovarium yang rusak. Jika ini sudah terjadi wanita tersebut akhirnya hidup dengan 1 indung telur. Pertanyaanya, bagaimana dengan nasib mereka yang ingin hamil dengan 1 ovarium? seberapa besar kemungkinannya…
 
Jawabannya adalah bisa! meski kemungkinannya tidak sebesar wanita dengan ovarium yang lengkap. Seperti dikutip dari Detikhealth, Prof Dr dr Andrijono SpOG(K)  mengatakan “Kalau cuma satu yang diangkat indung telurnya ya bisa saja punya anak karena sel telur masih dihasilkan. Nah yang susah itu kalau kena kedua indung telurnya dan harus diangkat,” jelas ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI).

Hal ini tentu semakin diperkuat dengan keberhasilan wanita bernama Shanaz Haque yang dikenal sebagai publik figur. Istri dari drummer Gilang Ramadhan ini adalah survivor kanker ovarium, ia menyebutkan bahwa meski hanya punya satu ovarium, dia tapi masih bisa hamil dan punya anak bahkan kini telah tumbuh 3 orang putri yang telah dewasa. “Asalkan ovarium itu bertelur, tidak sulit untuk hamil. Soalnya, wanita yang menstruasi belum tentu bertelur dan belum tentu juga bisa hamil dan punya anak,” kata Shahnaz Haque
 
Tak hanya itu kisah seorang wanita blogger bernama Mastris Radyamas juga semakin memperkuat semangat para wanita yang menjalani operasi endomistriosis. Dalam tulisannya ia bercerita bahwa dokter memvonisnya dengan penyakit endometriosis 3 minggu selah pernikahannya, dengan segala kepasrahan iapun mengikuti saran dokter untuk melakukan operasi. 
 
“Setelah nanti dioperasi, saya harus menjalani terapi selama enam bulan berturut-turut untuk menghilangkan jaringan endometriosis secara sempurna. Setelah enam bulan itu, saya bisa menjalani program kehamilan. Menurut dokter, saya akan diberi obat penyubur setiap kali puncak ovulasi saya datang agar sel telur benar-benar matang dan bisa dibuahi. Tapi, dokter juga memperbolehkan jika setelah enam bulan terapi itu, saya tidak langsung menjalani program hamil dengan bantuan obat penyubur. Dokter mempersilakan jika saya ingin menjalankan program hamil secara alamiah tanpa dibantu obat, Setelah menyelesaikan terapi selama enam bulan itu, kami memutuskan untuk menjalani program hamil secara alamiah. Meskipun selain itu, dua bulan terakhir sebelum saya hamil, kami juga ikut terapi herbal.”
 

 
Hal ini pun kian diperkuat dengan keterangan dari dr. Yusi Capriyanti ia menjelaskan Wanita pada dasarnya memiliki 2 ovarium yang berfungsi secara bergantian setiap bulannya untuk menghasilkan sel telur. Kista ovarium terbagi menjadi 2 jenis yaitu kista folikel dimana kista ini berhubungan erat dengansiklus menstruasi dan biasanya jinak serta bisa menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. 
 
Namun jika ukuran menjadi terlalu besar / menyelimuti ovarium dan menimbulkan keluhan maka tindakan pengangkatan akan diperlukan.   Sedangkan kista yang lain adalah kista sel abnormal. Kista ini bisa tumbuh sangat besar dan baru menimbulkan gejala saat ukurannya menjadi sangat besar. Kista ini membutuhkan pengangkatan untuk menghilangkannya Penanganan kista akan ditentukan oleh ukuran dari kista dan keluhan yang ditimbulkan.
Jika besar dan menimbulkan gejala yang menganggu seperti perdarahan, nyeri perut, rasa kembung, dll maka tindakan operasi akan diperlukan untuk mengangkatnya. Pengangkatan sebenarnya hanya dilakukan kepada kistanya saja, namun jika kista sangat besar dan menyelimuti ovarium maka biasanya ovarium juga akan ikut serta diangkat.
Bagaimana? adakah diantara kalian yang tengah mengalami kegundahan terkait masalah diatas. Semoga artikel yang Hawa berikan bisa membantu kalian untuk bisa segera menetukan keputusan dan solusi yang baik demi memperoleh kehamilan. Jangan lupa juga untuk terus berdoa dan berusaha agar program kehamilan bisa berjalan dengan sukses dan lancar, ingat! Harapan itu selalu ada. Doa bersama untuk kehamilan yuk Sahabat Hawa…  Semoga yang tengah menunggu kehamilan bisa disegerakan dapat 2 garis. Amin..
 
Source : Team Hawa
Picture : Google.com

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Satu pemikiran pada “Ada Kista Tapi Ingin Hamil? Liat Kisah Mereka!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s