Belajar Dari Jupe Soal Bahaya Kanker Serviks, Ini Gejala Halusnya

Sahabat Hawa, belakangan ini dunia hiburan tengah diramaikan dengan pemberitaan akan artis Julia Perez atau kerap disapa JUPE yang kian hari kondisinya makin menurun. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya Jupe saat ini tengah menderita kanker serviks stadium lanjut. Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya jika kita mengetahui perihal kanker serviks.

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah penyakit yang mematikan bagi para wanita. Data WHO pada 2013 menunjukkan bahwa lebih dari 270 ribu wanita di dunia meninggal karena kanker serviks. Data WHO juga menyebutkan bahwa lebih dari 85 persen kematian karena kanker serviks terjadi di negara berkembang. Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (Human papillomavirus). Penelitian menunjukkan bahwa virus HPV nomor 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks di dunia.
 
Kanker serviks dimulai ketika sel-sel yang sehat mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA. Mutasi genetik ini kemudian mengubah sel normal menjadi sel abnormal. Sel yang sehat akan tumbuh dan berkembang biak pada kecepatan tertentu, sedangkan sel kanker tumbuh dan berkembang biak tanpa terkendali. 
 
Gejala kanker serviks tak selalu terlihat jelas. Seringkali gejalanya tampak ketika sudah masuk stadium akhir.
Berikut beberapa gejala kanker serviks yang bisa muncul:
1. Perdarahan abnormal dari vagina. Biasanya terjadi usai hubungan intim di luar masa haid. 
2. Muncul cairan dari vagina yang berbau, warna merah muda, cokelat, pucat atau mengandung darah.
3. Sakit bila berhubungan intim.
4. Siklus haid berubah tanpa tahu penyebabnya.
5. Merokok.
 
Pepatah mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Kanker serviks dapat diobati dengan jalan operasi bila terdiagnosis pada tingkat awal. Bila kasus lebih lanjut, rahim perlu diangkat seluruhnya (histerektomi). Radioterapi menjadi upaya alternatif di stadium awal. Pada kasus tertentu, radioterapi dilakukan beriringan dengan tindakan operasi.
 

 
Untuk kasus stadium lanjut, dilakukan metode kombinasi, kemoterapi dan radioterapi. Jadi, kamu bisa mencegah kanker serviks dengan menghindari faktor risiko. Selain itu, kamu disarankan rutin memeriksakan diri ke dookter kandungan. Terutama, bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual. Misalnya, melakukan pap smear setiap setahun sekali dan apabila kamu memiliki satu atau beberapa faktor risiko atau ada keluhan yang mengarah ke penjelasan di atas dapat diulang setiap 6 bulan dan 4 bulan sekali.
Melihat penjelasan tersebut ada baiknya memang jika kita memulai hidup sehat demi mencegah terjadinya perkembangan kanker serviks dalam tubuh kita seperti berusaha untuk setia pada satu pasangan, konsumsi makanan sehat, menjauhi alkohol, rokok dan cara lainnya yang merugikan dalam tubuh. Semoga bermanfaat yah… 
 
Source : Team Hawa
Picture : Google / Familinia.com

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s