Jangan Kebablasan, Point Pertengkaran Ini Rawan Memancing Perceraian

Semua pasangan di muka bumi ini ketika baru menikah pasti mau pernikahannya langgeng, adem ayem. Tapi, apa iya bisa begitu? Pernikahan bisa dijalankan tanpa konflik? Mungkin itu termasuk hal yang mustahil karena dua kepala tentu memiliki perbedaan pola pikir. 
 
Artinya, bertengkar dengan pasangan hal yang sangat wajar, kok. Bahkan menurut Nina Teguh, selaku psikolog yang sering menangani kasus perceraian, pertengkaan dalam rumah tangga justru menandakan pernikahan yang sehat. Kuncinya, asal tahu bagaimana cara menghadapi konflik dengan baik.
 
Tapi bagaimana kalau pertengkaran ini terjadi setiap saat? Apa satu-satunya jalan memang bercerai?  Adapun beberapa alasan yang memang perceraian  sangat beragam, mulai dari hal sepele hingga hal besar seperti ketidaksamaan prinsip. Seperti : 
 
1. Minimnya ekonomi
Hidup dalam kekurangan membutuhkan kesabaran yang besar, banyak orang yang tidak kuasa bertahan dalam kekurangan, khususnya wanita. Ingatlah bahwa syarat utama untuk menjalin pernikahan adalah mempunyai pekerjaan layak dan ekonomi yang cukup. Jika keadaan ekonomi dalam rumah tangga semakin menipis, tentu akan menyebabkan banyak masalah baru sehingga menimbulkan cek-cok antara suami istri.
 
2. Komunikasi pasif
Komunikasi pasif antara suami dan istri juga sering menimbulkan masalah yang merujuk pada perceraian. Banyak perceraian terjadi di masyarakat karena kurangnya komunikasi antara suami dan istri. Jalan utama untuk mengatasi komunikasi pasif adalah mencoba untuk melakukan komunikasi aktif dan bersifat terbuka.
 

 
3. Perbedaan
Sering kali sebuah perbedaan menyebabkan seseorang melepas hubungan dengan orang lain tanpa tolerasi terlebih dahulu. Seharusnya perbedaan menjadikan seseorang mengerti kekurangan antar satu dengan lainnya dan mewujudkan solusi untuk bersatu dan saling mengisi, bukan menjadikan perpisahan dan perpecahan. Contog perbedaan dalam masalah pernikahan bisa seperti :
-Perbedaan faham dan keyakinan
-Perbedaan ide dan pemikiran
-Perbedaan status sosial dari masing-masing keluarga (kaya dan miskin)
-Dan lain-lain
 
4. Tidak konsekuensi
Menikah adalah sebuah konsekuensi untuk saling setia, saling mencintai, saling menyayangi, bertanggung jawab, saling menjaga, dan saling menghargai. Jika rasa konsekuensi ini hilang, maka sangat mudah terjadi perceraian. Contoh tindak tidak konsekuensi dalam pernikahan adalah :
-Mencintai pihak ketiga
-Suami mengabaikan tanggung jawab untuk mencari nafkah
-Istri tidak menjaga kehormatan dan martabat keluarga
-Dan lain-lain
 
5. Perselingkuhan
Selingkuh adalah sebuah penghianatan dalam rumah tangga. Semua orang tidak menginginkan orang yang dicintai melakukan perselingkuhan kepada orang lain. Tentu saja hal ini menyebabkan luka dalam yang membekas di hati. Luka karena merea dihianati akan menyebabkan keputusan dini tanpa pertimbangan terlebih dahulu, yaitu perceraian.
 
6. Masalah nafkah batin
Nafkah batin atau seks adalah salah satu alasan penting mengapa seseorang melangsungkan pernikahan. Selain kebutuhan dhohir, kebutuhan batin pun harus terpenuhi agar keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Terkadang ketidakpuasan dalam nafkah batin menyebabkan seseorang melakukan perselingkuhan, dan tentu titik fatal dari masalah ini adalah perceraian.
 
7. Kesibukan pekerjaan yang berlebihan
Sibuk bekerja membuat kedua pihak (suami dan istri) jarang melakukan komunikasi aktif. Aktifitas pekerjaan yang berlebihan membuat lelah, saat pulang bekerja keduanya mungkin akan menghabiskan waktu untuk istirahat. Beban pikiran karena pekerjaan terkadang membuat keduanya mudah emosi sehingga menimbulkan pertengkaran. 
 
8. Kurangnya perhatian
Manusia memiliki watak senang diperhatikan, diakui, dicintai, dan disayangi. Jika dalam keluarga salah satu pasangan mendapatkan perhatian kurang, maka bunga kemesraan dalam rumah tangga pun akan layu. Dan tentu saja hal ini bisa memperbesar peluang perceraian antara keduanya.
 
 
Sahabat Hawa, terlepas dari beberapa alasan tersebut tentu setiap orang memang memiliki masalah yang berbeda. Percerian memanglah bukan solusi dari setiap permasalahan. Jika kita yakin dan masih saling mencintai tentu kita akan melewati segalanya demi mempertahankan kekuatan cinta yang ada, Semoga bermanfaat ya Sahabat Hawa…
 
Source : Team Hawa via pelangiblog.com 

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s