Cerai, Jangan Buru-Buru Menjauh Coba Lakukan Ini Sebelum Berpisah

Sahabat Hawa, sebagai orang dewasa mudah bagi kita memahami bahwa pernikahan tak selamanya berlangsung sesuai harapan dan rencana. Setiap orang berubah, perubahan berdampak pada penyesuaian kebutuhan; termasuk kebutuhan untuk diperhatikan dan dicintai. Kondisi ini berisiko mengubah perasaan pada pasangan, rasa cinta berkurang, atau jatuh cinta pada orang lain, hingga akhirnya berujung pada keputusan untuk berpisah 

Entah apapun penyebabnya, perpisahan selalu menciptakan kesedihan bagi pihak yang merasa ditinggalkan, atau dikhianati. Akan lebih mudah kondisinya jika perpisahan hanya melibatkan pasangan. Tetapi jika sudah ada anak di antara pasangan, ceritanya tentulah menjadi lebih kompleks dan spektrumnya cenderung lebih kaya.  

Menurut Judith S. Wallerstein, Ph.D dalam bukunya What About the Kids: Raising Your Children Before, During, and After Divorce melalui ayahbunda.com Agar dampak proses perceraian dapat diminimalisasi pada anak, pastikanlah kamu dan pasangan melakukan langkah-langkah berikut ini:  

  1. Menjalin hubungan baik.

Sekalipun tidak bisa berbaik-baik pada pasangan, sebaiknya kamu dan pasangan mengingat bahwa sebagaimana pernikahan adalah keputusan berdua, maka semua risiko yang terjadi setelahnya adalah tanggung jawab berdua. Jangan menimpakannya pada anak. Pemikiran ini sebaiknya menjadi dasar sikapmu ketika menghadapi perceraian.  

  1. Sampaikan baik-baik.

Anak mengingat saat-saat orang tua menyampaikan berita perceraian dalam waktu yang sangat panjang. Karena berita ini membuatnya panik, menguncang rasa aman dirinya. Idealnya berita ini disampaikan bersama-sama pada anak oleh kamu dan pasangan. Sampaikan bahwa keputusan itu diambil untuk kebaikan bersama. 

Jelaskan juga bahwa pernikahan ini diawali oleh cinta, dan sebenarnya dan mengharapkan untuk selalu bersama. Tetapi setelah dijalani hal tersebut tidak terlaksana. Ungkapkan juga bahwa kamu sebenarnya sedih dan kecewa. Pastikan pula bahwa perpisahan ini bukan salah anak, kamu dan pasangan tetap akan mencintai mereka dan selalu menemani mereka sekalipun berpisah.  

effects-of-divorce-on-children-1

  1. Jangan saling menjelekkan

Sekalipun tergolong sulit, sebaiknya kamu tidak mengungkapkan hal-hal buruk tentang pasangan. Jika kamu butuh bercerita atau ingin curhat tentang pasangan, pastikan anak tidak mendengar apapun. 

Tidak mengabaikan. Hal yang menjadi masalah pada anak-anak korban perceraian adalah mereka selalu menduga-duga tentang kepastian mendapat perhatian dari orang tua. Karenanya sebaiknyakamu dan pasangan selalu menepati janji dan jadwal yang berhubungan dengan anak.

  1.  Lakukan Masa transisi Perlahan-lahan.

Kondisi yang paling menegangkan bagi anak adalah ketika dia pergi meninggalkan orang tua yang satu ke orang tua yang lain. Hal ini disebabkan karena anak merasakan ketegangan di antara kedua orang tuanya. Atasi kondisi ini dengan memberi penguatan positif bahwa kamu dan pasangan mencintai mereka, dan sangat ingin mereka menikmati suasana yang gembira ketika berada bersama kamu ataupun pasangan. 

  1. Tenggang rasa.

Umumnya orang tua berpikiran bahwa agar semuanya berjalan lancar, peraturan yang diterapkan ketika anak bersama ibu haruslah konsisten diterapkan saat ia ada bersama ayah. Sebenarnya tak perlu demikian, tak perlu membuat perdebatan baru dengan mantan. Anak yang paling kecil sekalipun bisa menemukan dan memahami bahwa ayah dan ibunya berbeda, demikian pula aturan ketika dia bersama ayah atau ibunya. 

o-SAD-PARENTS-facebook

  1.  Kepentingan bersama.

Jika kamu adalah orang tua yang mendapatkan mandat perwalian anak, pastikan bahwa mantan pasangan tahu bahwa kamu sangat menginginkan keterlibatannya dalam kehidupan anak. Hal ini akan membuat mantan pasangan merasa lebih nyaman ketika ia akan bertemu dengan anak. 

  1. Menikmati hubungan baru.Sekalipun semula tidak terpikirkan, sebaiknya sejak awal dipahami bahwa kamu ataupun pasangan memiliki kemungkinan menjalin hubungan baru. Pastikan kamu siap menghadapi situasi ini.

Hal yang penting untuk diingat bahwa reaksi dan dampak perceraian terhadap anak sebenarnya dapat diatasi jika kamu dan pasangan memberi dukungan yang positif pada anak sejak awal. Tetapi jika perceraianmu sudah terlanjur mengarah ke situasi yang negatif, tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbaikinya, karena anak-anak kamu membutuhkannya, berapa pun usia mereka! Jadi jangan hanya mementingkan dirimu saja ya. Semoga bermanfaat

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s