Ragu Lakukan Seks Saat Hamil Muda? Ini Penjelasan Dokternya

Saat memasuki kehamilan trimester pertama banyak wanita mengeluhkan tidak ada gairah untuk melakukan hubungan seks, karena keluhan yang mereka alami seperti merasa lebih mudah merasa lelah dan sering mual. Namun, tidak semua wanita merasakan hal tersebut, terkadang perubahan hormon yang terjadi saat hamil bisa juga menyebabkan wanita menjadi lebih bergairah. Sehingga wanita yang mengalami ini gairah bercintanya tetap sama seperti sebelum hamil atau malah bertambah besar.

Namun, jika gairah bercinta kamu benar-benar hilang saat hamil muda, maka kamu bisa meluangkan sedikit waktu untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan keintiman. Intim tidak selalu harus bercinta. Perasaan cinta dan kasih sayang bisa diekspresikan dengan banyak cara seperti berciuman dan berpelukan. Coba nikmati waktu berduaan dengan berjalan-jalan, makan malam berdua atau memijat punggung satu sama lain.

Apakah memang benar seks di trimester pertama bisa menyebabkan keguguran? Selama kamu tidak mengalami komplikasi, seks seharusnya bukan hal yang berisiko untuk dilakukan. Yang perlu kamu pahami, janin dilindungi selaput ketuban yang berisi cairan amnion dan plasenta serta otot rahim yang kuat. Sehingga ketika bercinta, hubungan seks tersebut tidak akan menggangu janin.

550_ITF218064

Beberapa pakar kesehatan menegaskan, pada kehamilan muda usia tiga bulan atau trimester pertama, masih harus waspada dan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dulu. Hal ini dengan alasan karena tiga bulan pertama merupakan masa rawan dimana janin mulai terbentuk. Kalau terkena benturan sedikit, janin bisa rawan keguguran. Hubungan seks di awal kehamilan mudah terjadi kontraksi. Ari-ari belum terbentuk sehingga dapat mengakibatkan keguguran bila terjadi kontraksi dahsyat.

Tentu saja tidak semua wanita hamil bisa bercinta dengan aman. Ada kondisi-kondisi kehamilan tertentu yang bisa membuat seks menjadi terlarang untuk dilakukan. Berikut seperti dilansir dari doktersehat.com Seks saat hamil muda tidak diperbolehkan jika kamu mengalami beberapa tanda seperti:

  • Membran amnion (selaput ketuban) pecah
  • Mempunyai masalah pada rahim
  • Plasenta menutupi sebagian leher rahim
  • Sering kram perut
  • Pendarahan vagina yang tidak diketahui penyebabnya
  • Beresiko keguguran
  • Menderita plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim)

Apapun kondisi kamu selama kehamilan, jangan pernah takut atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Kalau dokter menasehati kamu untuk berhenti bercinta, pastikan kamu mendengarkan dengan baik penjelasannya.

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s