12 Gejala Hamil Yang Terjadi Tapi Jarang Disadari #Wajibtau

Sahabat Hawa, bagi wanita khususnya yang telah menikah pasti masa kehamilan menjadi moment yang paling ditunggu apalagi jika sudah merasakan gejala-gejala terlambat datang bulan biasanya pada saat tersebut wanita mulai harap-harap cemas dan sedikit gusar karena ingin testpack tapi khawatir dengan hasil yang mengecewakana. Nah, bagi kalian yang mungkin masih takut untuk TP mungkin beberapa gejala dibawah ini bisa jadi petunjuk tanda kehamilan kamu, seperti : 

  1. Perubahan pada payudara (putting)

Perubahan fisik yang dialami ketika kehamilan yaitu terjadinya perubahan pada payudara, dimana Payudara menjadi terasa lebih berat, bahkan juga sakit atau nyeri jika dipegang.  Pada dua minggu pertama setelah awal kehamilan, payudara ukurannya mulai membesar dan berubah, hal itu sebagai persiapan untuk memproduksi susu, utamanya bagi wanita muda. Wanita menjadi lebih sensitif ketika dadanya tersentuh, termasuk tersentuh branya sendiri, yang bisa memunculkan rasa sedikit nyeri.

  1. Perubahan bentuk tubuh

Seperti diketahui bahwa perut menjadi membesar ketika seorang wanita mengalami kehamilan, akan tetapi bukan hanya perut, bagian lainnya seperti bokong, paha, dada dan lengan juga umumnya akan membesar. Tanda awal kehamilan sebelum telat haid bisa dilihat dari adanya perubahan pada bibir organ intim (area kewanitaa). Perubahan tersebut, seperti warna yang semula merah muda menjadi berwarna lebih pucat ataupun gelap.

sad woman sitting alone in room

  1. Buang air kecil makin sering dan konstipasi

Ketika hamil, janin yang tumbuh di dalam rahim akan menekan kandung kemih, hal ini menyebabkan frekuensi buang air kecil meningkat.  Dan kandung kemih juga lebih cepat dipenuhi dengan urine, sehingga keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Saat hamil muda, janin di dalam rahim membutuhkan ruang yang lebih luas. Sehingga, peluasan rahim itu mengakibatkan kandung kemih menjadi tertekan, sehingga ibu hamil muda akan lebih sering untuk buang air kecil.

  1. Mengalami kelelahan yang sangat

Tidak jarang muncul rasa kehabisan tenaga selama kehamilan terjadi, utamanya ketika awal masa kehamilan. Sehingga hal ini membuat wanita hamil akan mengambil waktu lebih lama untuk tidur, ketika minggu pertama atau kedua masa kehamilan maka tubuh akan bekerja dengan sangat keras untuk memompa hormon serta memproduksi lebih banyak darah untuk nutrisi bagi janin.

 Kamu menjadi lebih mudah lelah saat melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa juga saat melakukan aktivitas yang ringan sekalipun. Apabila memiliki riwayat gangguan tekanan darah rendah, maka bisa berakibat pingsan ketika kelelahan saat melakukan aktivitas.

  1. Flek darah atau nyeri perut

Pada masa awal kehamilan bisa juga mengalami flek atau mengalami sedikit pendarahan, yaitu sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan.  Terjadinya implantasi ketika sel telur yang telah dibuahi menempelkan dirinya pada dinding uterus.  Pendarahan seperti ini umumnya lebih sedikit dan warnanya lebih terang dari pada darah yang biasanya keluar ketika haid, dan terjadinya juga hanya sebentar.  

  1. Sering mengalami mual 

Mual yang terjadi pada pagi hari sering dijadikan tanda-tanda klasik awal kehamilan. Umumnya rasa mual mulai sering terjadi pada minggu keempat sampai kedelapan masa kehamilan, tetapi pada beberapa kasus muntah-muntah dimulai pada dua minggu pertama setelah terjadinya kehamilan. Selain itu, Mual pada wanita hamil pada kenyataannya dapat terjadi kapan saja. Rasa mual ini muncul ini ketika adanya peningkatan drastis kadar esterogen yang diproduksi oleh placenta dan janin, dimana hormon ini mengakibatkan pengosongan usus berjalan lebih lambat. 

  1. Mengalami Sakit kepala.

Wanita hamil mungkin akan merasa terganggu dengan munculnya rasa sakit kepala ringan, dimana ini cukup sering terjadi.  Pada awal-awal kehamilan, terjadi peningkatan sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon, yang menjadi pemicu munculnya sakit kepala ringan.

Apabila kamu merasa seperti sedang berada di atas kapal, padahal tidak, maka itu bisa menjadi tanda bahwa kamu hamil. Saat pembuluh darah melebar, dan tekanan darah menurun, mengakibatkan timbul rasa pusing atau gamang. Munculnya rasa pusing bisa lebih dipicu lagi ketika ibu hamil dalam kondisi kadar gula darah yang rendah.

  1. Gejala PMS

Gejala PMS umumnya cukup sering dialami, seperti perut kembung, sakit pinggang, rasa nyeri pada payudara, nafsu makan menjadi meningkat, akan tetapi ternyata tidak muncul haid yang umumnya terjadi.

  1. Rasa kram pada perut

Keluarnya bercak darah umumnya diikuti munculnya rasa kram atau nyeri pada perut, yang nyeri ini dapat terus berlanjut hingga masa kehamilan trimester kedua. Biasanya wanita yang hamil muda di minggu-minggu awal, sudah merasakan pertanda ini. Apabila kamu merasakan sakit perut, bahkan terasa sedikit kram pada perut, kemungkinan bahwa kamu sedang hamil.

  1. Terlambat haid

Tanda kehamilan yang sangat jelas yaitu terlambat datang bulan. Akan tetapi tidak semua keterlambatan datang bulan berarti terjadinya kehamilan.  Karena bisa saja telat haid karena kondisi dalam keadaan stres, diet atau juga terjadi gangguan hormonal.  Adapun hubungan terlambat haid dengan munculnya kehamilan, yaitu saat sel telur sudah terbuahi maka tidak akan lagi dikeluarkan oleh tubuh (menstruasi), dan ovarium tidak akan lagi memproduksi sel telur baru selama masa kehamilan. Sehingga, ketika mengalami kehamilan, kamu tidak mengalami datang bulan atau haid.

  1. Perubahan suasana hati atau mood

Jika kamu bukanlah seorang wanita yang sensitif atau suka emosi, akan tetapi mengapa menangis atau muncul rasa emosional ketika menghadapi situasi yang biasa saja, itu terjadi karena membanjirnya jumlah hormon di dalam tubuh ketika awal-awal kehamilan, sehingga mengakibatkan muncul rasa emosional. Perubahan suasana hati atau mood, seperti biasanya gembira menjadi sedih, umumnya terjadi pada trimester pertama masa kehamilan. Contoh kejadiannya seperti tiba-tiba menangis hanya karena satu pertengkaran kecil dengan suami atau teman.

  1. Sensitif terhadap bau

Sensitif terhadap bau seperti tidak menyukai aroma-aroma menyengat, bahkan walaupun aroma itu sebelumnya disukai. Kondisi yang sering terjadi yaitu ibu hamil pergi ke dapur, akan beresiko tinggi mengalami eneg atau mual karena mencium bumbu dapur ataupun aroma makanan tertentu.

Bagaimana pernah ada yang kamu rasakan ? Semoga ini semua bisa semakin dipastikan dengan hasil Testpack dan konsultasi dokter yah. Semoga bermanfaat sahabat Hawa…

sumber : kesehatantubuh-tips.blogspot.com

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s