Kamu Materialistis atau Realistis?Ini Loh Beda Keduanya..

Kita memang harus realistis: untuk bisa hidup layak, harus dong sedikit materialistis. Memangnya, Anda bisa membeli koleksi terbaru musim ini dengan kebaikan hati?

Maka dari itu, banyak perempuan yang pada akhirnya mencari pasangan atas dasar kemapanan. Karena, kemapanan berbanding lurus dengan kenyamanan. Ada pepatah konyol yang sempat menyatakan: lebih menyenangkan menangis di dalam ‘Honda Jazz ketimbang Honda Supra X’.

Tapi sebenarnya, realistis dengan materialistis itu, berbeda, lho! Sayangnya, banyak orang yang lantas mengidentikkan wanita realistis dengan wanita materialistis, atau sebaliknya. Nah, mau tahu cara membedakannya?

  1. Investasi vs Konsumsi

Ini yang paling penting: wanita realistis punya rencana jangka panjang. Maka, wanita yang realistis biasanya mencari lelaki yang “punya bakat mapan”. Bisa jadi si lelaki saat ini tidak kaya, atau sudah kaya.

Tapi yang jelas, lelaki tersebut punya rencana masa depan dan langkah tepat untuk merealisasikan rencana tersebut. Jadi, wanita realistis mencari lelaki untuk “investasi” di masa depan. Supaya dia dan anak-anaknya tak hidup susah.

Sementara itu, si wanita materialistis hanya berpikir mengenai kesenangan jangka pendek. Seperti ingin beli ini, beli itu. Makan di kafe ini, di restoran itu. Maka, jangan harap si wanita materialistis mau berhubungan dengan lelaki yang tidak kaya.

Pacaran naik angkot? Jangan heran kalau si dia akan langsung lari sejauh mungkin. Meskipun Anda mungkin punya masa depan yang kelihatannya cerah.

  1. Punya Modal vs Tangan Kosong

Wanita realistis memang mencari pria dengan bakat mapan. Namun ia tidak akan serta merta menggantungkan hidupnya kepada pria tersebut. She will look for a man to build an emperor with. Bukannya dipinang untuk hanya menjadi seorang ratu. Ia punya mimpi, dan ia ingin mewujudkannya bersama seorang pria yang dapat mendukungnya.

Berbeda dengan seorang wanita materialistis, di mana ia ingin menjadi seorang ratu. Ia mencari pria yang dapat memberikan apa yang ia inginkan tanpa perlu bekerja keras. Biasanya, ia tidak punya mimpi atau target khusus untuk dirinya sendiri.

  1. Mau Susah [dengan tujuan] vs Tidak Mau Susah

Si wanita realistis, meskipun tak akan mau menikah dengan lelaki bermasa depan suram, tetapi at least, dia mau merasakan kesusahan bersama lelaki. Tentunya, kesusahan yang memiliki tujuan. Misalnya, ikut membantu pasangan dalam mewujudkan usaha impian, atau rela berhemat untuk membeli rumah.

Wanita materialistis? Jangan harap. Ia menganggap pasangan seperti lotere –yang bisa memberikannya keuntungan besar secara mendadak–. Kalau pasangan tidak menguntungkan, ia tidak akan ragu membuang pasangan ke tempat sampah.

  1. Paket Lengkap vs Penampilan

Perempuan yang berpikir secara realistis tahu, lelaki mapan tidak akan serius dengannya bila ia hanya punya modal “tampang”. Maka, ia terus memperbaiki kualitas diri, baik dari luar maupun dalam. Ia ingin tidak hanya sekadar menjadi pemanis, tetapi pendamping. Yang dapat mendukung lelaki dari belakang.

Sementara itu, perempuan materialistis biasanya memperbaiki diri dari luar saja. Dia tahu, lelaki kaya biasanya akan tertarik pada wanita dengan fisik yang baik, dan penampilan yang “wah”.

Urusan akan ditendang? Kan masih banyak “ikan emas” lain di lautan! Setidaknya, gold digger ini sudah mendapatkan banyak materi dari lelaki tersebut!

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Hawa Sahabat wanita Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s