Wanita Berkumis, Indikasi Rentan Terserang Tumor & PCOS Separah Itukah ?

Wanita berkumis memang terlihat unik, bahkan cendrung lebih manis. Tapi taukah kamu jika kumis pada wanita pertanda keabnormalan hormon didalam tubuhnya ?
 
Kamu pasti pernah melihat wanita berkumis, baik teman, sahabat, publik figur, atau bahkan kamus endiri. Wanita berkumis tergolong dalam kasus hirsutisme atau kondisi saat tubuh atau wajah wanita tumbuh rambut yang tidak diinginkan. Pertumbuhan rambut ini biasanya diasosiasikan dengan hormon laki-laki, sehingga rambut tumbuh pada area yang biasanya lebih umum pada pria seperti atas bibir, sisi wajah, dan bagian bawah tubuh.
 
Selain berupa kumis, rambut ini juga dapat tumbuh pada bagian tubuh seperti punggung bagian bawah, kaki, dada, bokong, dan paha. Kondisi ini berbeda dari hipertrikosis, saat rambut dapat tumbuh di bagian mana pun dari tubuh. Selain tumbuhnya rambut di atas bibir, wanita berkumis kadang juga mengalami menstruasi tidak teratur, jerawat, suara yang lebih dalam, dan kulit berminyak.
 
 
Hirsutisme umumnya dialami setidaknya satu dari 20 wanita dan cenderung diturunkan dalam keluarga. Oleh karenanya, wanita berkumis biasanya memiliki kakak, saudara perempuan, atau ibu yang juga berkumis. Di samping itu, kondisi ini dapat disebabkan kondisi lain, yaitu:
 
 
1.Konsumsi obat-obatan seperti steroid anabolik yang digunakan untuk meningkatkan performa atletik atau pun membentuk otot. Penggunaan obat-obatan golongan dalam jangka panjang juga dapat menjadi faktor pemicu munculnya sindrom Cushing.
 
2. Wanita berkumis pada usia yang lebih muda dapat disebabkan sindrom ovarium polikistik/polycystic ovary syndrome (PCOS). Kondisi ini juga menyebabkan kista rahim dan menstruasi tidak teratur. Gejala yang dapat dirasakan antara lain adalah sakit kepala, kelelahan, perubahan mood, infertilitas, nyeri panggul, gangguan tidur.
 
 
3. Sindrom Cushing adalah gangguan hormonal yang menyebabkan pembengkakan pada leher dan wajah, serta pertambahan berat badan secara tiba-tiba.
 
4. Hiperplasia adrenal kongenital, yaitu gangguan genetis pada kelenjar adrenal. Gangguan adrenal lain yang mungkin terjadi adalah tumor dan kanker adrenal.
 
5. Pertumbuhan tumor yang meningkatkan produksi hormon androgen serta memengaruhi kelenjar adrenal atau rahim.Tubuh memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan, yang dikenal dengan kondisi akromegali.
 
Meski demikian, kadang ada kalanya penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti. Untuk mendeteksi kemungkinan penyebabnya, selain memeriksa riwayat kesehatan, dokter dapat menerapkan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar hormon. Untuk mendeteksi kemungkinan tumor atau kista, dokter juga dapat menganjurkan pemindaian MRI ataupun USG.
 
FHAWA
SUMBER : ALODOKTER.COM

Baca tips kehamilan dan cerita wanita lainnya di Aplikasi Hawa! Ayo download aplikasi Hawa di Google Play sekarang!

1Kalender-Pintar_600-x-600 (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s