Tak Ingin Terkena Infeksi Kandung Kemih? Sebaiknya Hindari Kebiasaan Ini..

Jika kamu sudah aktif secara seksual, tentunya kamu memiliki risiko terkena infeksi kandung kemih lho Sahabat Hawa. Terlebih bagi kamu yang baru saja menikah. Dan, kaum wanita lebih sering terkena penyakit ini, dibanding dengan para pria.

Saat berhubungan seksual, usahakan vagina kamu dalam keadaan basah ya Sahabat Hawa. Karena jika vagina tidak basah atau kering, dapat menyebabkan lecet dan luka yang memudahkan kuman masuk lewat saluran kencing.

vagina lembab bisa menjadi sarang kuman

Selain itu, penyakit infeksi kandung kemih bisa diakibatkan karena terlalu sering menahan buang air kecil. Setidaknya, menahan pipis selama 30 menit mampu mempengaruhi infeksi saluran kemih karena menyebabkan otot-otot pada kantung kemih menjadi keram ditambah air kencing yang tertahan di dalam akan mudah ditumbuhi kuman.

Perlu kamu ketahui, bahwa hampir setengah dari jumlah populasi wanita di dunia pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK) setidaknya sekali seumur hidup. Selain itu, satu dari dua ribu pria akan mengembangkan kondisi ini setiap tahun.

Seks bisa menjadi pelakunya karena bakteri berbahaya dapat ditransfer dari usus ke dalam uretra yang menyebabkan infeksi. Wanita lebih berisiko, karena mereka memiliki uretra lebih pendek.

Bakteri yang menyebabkan ISK biasanya hidup pada perineum (daerah antara bagian bawah dan uretra) dan seks dapat mengangkut ini ke dalam kandung kemih melalui uretra.

Infeksi kandung kemih bisa membuatmu bolak-balik ke toilet

Wanita yang sudah memasuki masa menopause juga berisikoterkena infeksi ini, karena kurangnya pelumasan dan keasaman dalam vagina (penurunan hormon estrogen) yang dapat menyebabkan peningkatan risiko iritasi dan infeksi.

Infeksi kandung kemih kerap memiliki gejala, seperti nyeri saat BAK, memiliki rasa ingin selalu BAK dan tidak tertahankan, adanya tekanan pada panggul, serta bau urine yang sangat menyengat.

Jika kamu merasa panik terkena penyakit ini, ada baiknya kamu konsultasikan pada dokter urolog untuk mendapatkan informasi yang jelas. Biasanya untuk mencegah hal ini, banyak wanita diharuskan buang air kecil sebelum dan setelah berhubungan seksual. Akan tetapi, berdasarkan pemaparan Dr David Kaufman, urolog yang berbasis di New York, buang air kecil sebelum melakukan hubungan seks adalah penyebab nomor satu dari infeksi ini.

gunakan pakaian dalam yang tidak terlalu ketat

Selain itu, ada beberapa hal untuk mencegah terjadinya infeksi ini. Seperti banyak minum air putih untuk mendorong bakteri keluar melalui urine, jangan menahan buang air kecil atau BAK walaupun terpaksa, cuci atau basuh kemaluanmu dari depan lalu ke belakang (jangan sebaliknya), segeralah BAK setelah melakukan hubungan seksual dengan pasanganmu, gunakan pelumas atau lubrikasi saat berhubungan seksual bila cairan vaginamu terlalu sedikit, hindari minuman mengandung kafein dan alkohol karena mampu mengiritasi kandung kemih, hindari pakaian terlalu ketat yang dapat mengurangi ventilasi udara dan mendorong bakteri berkembang, dan jika kamu sudah terkena infeksi ini ada baiknya kamu mengunakan alat kontrasepsi difragma untuk menghindari infeksi terulang kembali.

VHawa

Dapatkan informasi seputar tips kesehatan, kehamilan dan seputar dunia wanita dengan mendownload aplikasi Hawa. Atur juga jadwal menstruasi dan masa subur dalam kalender pintar Hawa. Hawa, Sahabat Terbaikmu
 
copy-of-ads169410459

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s