Ini Jawaban Mengapa Sudah Lama Menikah Tapi Belum Hamil Juga

Hadirnya buah hati di dalam rumah tanggamu, tentu merupakan momen yang ditunggu-tunggu bukan? Sebagian pasangan suami-istri, kerap memiliki masalah, seperti sulit memiliki momongan.

Jika kamu mengalaminya, kamu tidak sendirian Sahabat Hawa. Menurut sebuah penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan.

Rutin melakukan pemeriksaan pada dokter jika ingin hamil

Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer atau adanya gangguan kesuburan, apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual secara teratur yakni 2 hingga 3 kali dalam satu minggu, tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

“Fertilitas dan infertilitas sebenarnya merupakan kemampuan sepasang suami-istri sebagai satu kesatuan biologik,” kata dr. H. Hendy Mochtar, Sp.OG dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Rutin melakukan hubungan seksual

Jika kamu baru satu atau beberapa bulan menikah dan belum dikaruniai seorang anak, kamu tidak perlu panik ya Sahabat Hawa. Karena usia pernikahanmu belum mencapai satu tahun, dan kehamilanmu masih bisa diusahakan, yakni dengan rutin melakukan hubungan seksual bersama pasanganmu tanpa alat pengaman.

5-21-15-Miscarriage-300x199

Namun jika kamu usia pernikahanmu telah memasuki satu tahun dan kamu telah rutin melakukan hubungan seksual 2-3 kali dalam satu minggu tanpa pengaman, kamu dan pasangananmu bisa dibilang telah memenuhi kriteria infertilitas primer di atas. Oleh karena itu, kalian perlu melakukan pemeriksaan terkait kesuburan kalian berdua.

Pemeriksaan USG dan HSG

Hal pertama yang harus kamu lakukan, yaitu menjalankan pemeriksaan USG, untuk mengetahui keadaan rahim kamu Sahabat Hawa. apakah ada kelaian ataukah normal. Jika hal ini sudah kamu lakukan, maka selanjutnya kamu bisa melakukan pemeriksaan HSG ataupun kadar hormon.

Pemeriksaan anatomi organ reproduksi pasangan

Selain pemeriksaan USG dan HSG, kamu dan suamimu juga perlu menjalani beberapa pemeriksaan terkait anatomi organ reproduksi. Apakah ada kelainan pada organ intim kamu, atau kah pada pasanganmu.

Pemeriksaan analisis sperma pasangan

Selain itu, suamimu juga perlu melakukan pemeriksaan analisis sperma. Pada pemeriksaan analisis sperma, kalian dapat mengetahui informasi mengenai kesehatan sperma pasanganmu. Pada pemeriksaan analisis sperma, dokter akan mengetahui tentang kualitas sperma pasanganmu, bagaimana kecepatannya berenang untuk mencapai sel telur kamu, bagaimana struktur spermanya apakah normal atau tidak, bagaimana jumlah sperma yang keluar dalam setiap ejakulasinya, dan beragam hal lainnya terkait dengan kesuburan pasanganmu Sahabat Hawa.

Merubah pola hidup

Tidak hanya melalui pemeriksaan, kamu dan pasangan juga perlu merubah pola hidup kalian menjadi pola hidup sehat. Jika kamu dan pasangan benar-benar ingin memiliki momongan, terapkan beragam pola hidup sehat demi persiapan kehamilanmu Sahabat Hawa. Makan makanan bergizi dan seimbang, cukupilah asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, berolahraga, jauhi minuman soda/alkohol, dan juga tidak merokok.

Cermati masa subur

Masa subur adalah masa dimana telah terjadi ovulasi (pelepasan sel telur matang dari indung telur). Untuk mengetahui kapan masa subur kamu, kamu harus mengetahui berapa rata-rata siklus haid yang biasanya kamu alami setiap bulannya. Jika siklus menstruasi kamu berlangsung teratur selama 27-28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi kamu adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari.

Masa subur juga bisa ditandai dengan keluarnya cairan bening dari organ intim kamu. Cairan bening ini tidak berwarna atau bening, agak mirip dengan putih telur (telur yang mentah), tidak berbau, dan licin.

Pada masa subur, gairah dan nafsumu juga kian menggebu-gebu. Pada saat ini, ada baiknya kamu melakukan hubungan seksual dengan pasanganmu ya Sahabat Hawa.

Jauhi stres jika kamu ingin hamil

Tidak stres

Jika kamu dan pasangan ingin segera dikaruniai anak, maka kalian tidak boleh stres. Stres bisa berperan pada hormonmu dan juga pasangan. Melakukan hubungan seksual saat kalian stres bukanlah cara yang tepat untuk menanti kehamilanmu Sahabat Hawa. ada baiknya kamu dan pasangan mengontrol stres, dan melakukan hubungan seksual dengan nyaman, tenang, dan bahagia.

Pengaruh usia

Sejatinya usia reproduksi wanita yang tepat adalah berumur 20 tahun lebih. Pada usia tersebut, kondisi fisik dan sel telur sedang sehat-sehatnya untuk menerima sperma menuju pembuahan. Hormon dan sel telur akan mulai menurun kualitasnya ketika kamu memasuki usia 30-40 tahun. Mungkin kamu bisa konsultasikan kepada ahli terkait cara lain agar proses menuju hamil kamu sukses terkait usiamu yang mungkin menjadi penyebabnya.

 

cea2c7ba55c252795de95fa6cc255edd1107889848

Jangan fokus dengan satu posisi seks saja

Sesungguhnya, fokus pada posisi seks yang kamu pikir akan menghantarkan langsung sperma ke tempat pembuahan nyatanya tidak sepenuhnya berhasil. Karena, saat pasangan melakukan penetrasi seksual, ratusan juta sel sperma akan langsung mengarah cepat menuju area sel telur. Beberapa tetes sperma akan keluar dari lubang vagina karena mungkin rahim sudah penuh dengan sperma. Atau bisa jadi, itu adalah kumpulan sel yang gagal melewati lingkungan vagina yang asam dan akhirnya mati.

Yang terpenting, sekarang kamu tidak perlu merasa khawatir lagi setiap melihat ada tetesan sperma keluar dari vagina akibat posisi yang kamu pikir akan berhasil malah mengakibatkan sisa sperma keluar kembali. Ada baiknya kamu lebih variatif dalam melakukan hubungan seksual, yakni dengan beragam posisi seks.

Usahakan berat badan kamu dan pasangan sehat dan ideal

Kelebihan atau kekurangan berat badan

Bagi kamu yang kekurangan berat badan atau kegemukan mungkin memiliki beberapa kesulitan untuk hamil. Di sisi lain, kelebihan berat badan dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesuburan kamu maupun pasangan. Semakin jauh indeks berat badan kamu dari ukuran normal, semakin berpengaruh pada kegagalan proses kehamilannya.

Menanti kehamilan adalah usaha kamu dan pasanganmu. Tidak adil rasanya jika hanya kamu yang menerapkan pola hidup sehat namun pasanganmu tidak. Karena kehamilan hanya akan berhasil jika kamu dan pasanganmu memiliki kualitas dan kesuburan yang baik. 

fokuslah pada kebahagiaan kamu dan pasangan, tidak usah memikirkan orang lain

Nah Sahabat Hawa, jika kamu dan pasangan memiliki keinginan untuk dikaruniai buah hati, sudahkah kalian melakukan beberapa hal pemeriksaan yang dipaparkan di atas? Jika kamu belum segera hamil, segera cari tahu penyebabnya.

Jangan takut dan malu pada dokter saat melakukan pemeriksaan. Ingat, kalian akan segera memiliki anak jika kalian berdua telah terbukti sehat. Selain itu, rajinlah berdoa agar Tuhan mempercayakan anak kepada kamu dan pasanganmu.

Tidak usah iri dan memusingkan omongan orang jika kamu belum juga hamil ya Sahabat Hawa. Ingat, kamu harus mengontrol stres ya. Selain itu, kamu dan pasangan juga bisa menerapkan program bayi tabung jika beberapa usaha kalian belum berhasil.

Selamat mencoba!

VHawa

Dapatkan informasi seputar tips kesehatan, kehamilan dan seputar dunia wanita dengan mendownload aplikasi Hawa. Atur juga jadwal menstruasi dan masa subur dalam kalender pintar Hawa. Hawa, Sahabat Terbaikmu
 
copy-of-ads169410459

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s